
HAPPY READING YA....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
Aku merasa ada yang memanggil-manggil namaku membuat tubuhku bergetar hebat, seketika hape yang ku pegang itu kulemparkan kearah suara tersebut
"Pergi kau!" teriakku dari balik selimut!
Ahkkkk
Aku panik seketika mendengar suara setelah melempari sumber suara itu dengan hape
Sontak aku membuka selimut mataku melotot mendapati Kevin yang dahinya penuh dengan darah
"Kevin, kenapa bisa elo, terus kenapa dahi lo berdarah? " tanyaku heran.
"Shhhh kamu masih bertanya itu? Emangnya siapa yang melempar hape? " tanyanya sambil meringis menahan sakit
"Ehhh lagian elo sihh manggil-manggil kayak setan aja! " ketusku
"Ohhh jadi tadi itu kamu takut? katanya bukan anak kecil, Dasar! "
"Udah gue capek berdebat sama lo, sini gue bantuin!
"Bantuin apa? Ngak usah aku adalah dokter yang tau mana luka parah sama luka kecil jadi kamu ngak usah khawatir! " ujarnya
"Siapa yang khawatir?" ketusku lagi
__ADS_1
Ku pandangi dia yang kini meringis terus membuatku merasa bersalah namun dia sepertinya tak mau aku membantunya, Aku melihat dia membawakanku sekantong buah.
"Nihh lebih baik kamu makan buah, baik untuk kamu! " Ucapnya menaruh buah itu diatas meja tepat disampingku.
"Ohh iya aku ada pasien malam ini jadi ngak bisa buat nemenin kamu malam ini tapi aku bakal suruh salah satu perawat buat datang kok! " tuturnya
"Emangnya siapa juga yang mau ditemenin sama kamu, gue bukan bocah!" ketusku memutar wajah
Aku kaget seketika dia mengelus rambutku dengan lembut tanpa mengucapkan sepatah katapun, aku hanya bisa melotot memandanginya.
Kupikir dia adalah sosok yang sangat penuh perhatian
Dia mulai melangkah keluar entah kenapa rasanya ingin menahannya untuk tetap disini,
Apakah aku mulai ada rasa? Ah tidak itu tidak mungkin!
***
Terbangun dipagi hari disambut dengan kicauan burung, dan wangi khas rumah sakit membuat kepalaku tak hentinya merasa pening.
Mataku melotot tatkala mendapati sesosok lelaki yang kini sedang tertidur di kursi sampingku
"Kevin!!!, ternyata dia tidur disini? " batinku
Memandangi wajah yang berbinar dipagi hari, bibir tipis serta bulu mata panjangnya membuatku terpaku tersenyum penuh makna.
Tok tok tok
__ADS_1
Sebuah ketukan pintu membuat Kevin seketika terbangun dia menatapku, namun pandanganku ternyata belum lepas darinya hingga mata kami bertemu.
"Sayang! Mama sudah datang mau jemput kamu!" ujar mama seketika masuk di tampak melotot menyadari kami bertatapan hingga mama tersenyum.
"Khemm... "
Mama berdehem membuat kami terlepas dari pandangan, mungkin saat ini wajahku merona! Aku memalingkan wajah berusaha menyembunyikannya. Panas diwajah serta jantung yang berdebar-debar membuatku sedikit gerah.
"Ehh tante sudah datang! Kalau begitu aku keluar dulu ya tante! "
Mama berterimakasih lalu kemudian kevin juga pergi kini mama membereskan semua yang harus dibereskan, lalu pulang, dengan terpaksa kuikhlaskan diriku untuk alfa kesekolah.
***
Aku duduk dengan lesu memandangi apa yang ada dibalik kaca mobil yang sengaja tidak kututup rapat agar angin bisa memberikan sedikit kesejukan dihatiku. Namun seketika ayah menutupnya membuatku kesal.
"Nanti masuk angin sayang! "
Aku mendengus mendengar ayah yang fokus menyetir.
.
.
.
NEXT?? Jangan Lupa Beri semangat Author dikolom komentar agar bisa up tiap hari🤗
__ADS_1