
Malam harinya, Aku mulai merasa mengantuk, sementara Kevin masih tetap berjaga disampingku, kali ini dia tak pernah meninggalkanku kecuali ketoilet.
Ia terus terduduk di kursi sambil sesekali menguap, "Hoah Sayang! Aku... Sangat mengantuk!" keluhnya.
"Hm... Aku juga! Berbaringlah di sini! Aku bisa bergeser sedikit kok!" imbuhku mengajukan sembari menepih kepinggir ranjang agar ada celah untuk dua orang berbaring di atas ranjang.
"Ahh tidak usah! Kamu kan yang sangat memerlukan waktu istirahat, jadi kamu saja! Aku bisa tidur seperti ini!" Kevin melambaikan tangannya pertanda menolak tawaranku.
"Nanti lehermu sakit Vin! Cukup aku yang kesakitan saat ini! Kalau kita sama-sama sakit kan tambah repot lagi!" ujarku membujuknya.
"Uhh istriku bawel lagi! Ya udah... Aku akan berbaring disampingmu!" Kevin berdiri lalu menatapku, "Tapi tunggu dulu! Tunggu sebentar, sepertinya kali ini kamu berinisiatif mengajakku berbaring di sampingmu, ada apa? Apa perutmu sakit atau kamu menginginkan sesuatu?"selidiknya padahal aku tak berfikiran sampai kesana.
"Yah... Sepertinya kamu dengan mudah menyadarinya Vin... Aku memang melakukan ini agar aku tak membuatmu terluka lagi, aku tau kamu sangat kecewa padaku, tapi kamu malah berusaha membuatku tersenyum, memberiku kehangatan, dan itu malah membuatku merasa semakin tertusuk akan ucapanmu! Yang aku harapkan adalah melihat rasa kecewamu Vin! Jangan menyembunyikannya dariku!" pintaku lirih dalm hati.
"Ahh itu hanya perasaanmu saja! Aku hanya tak ingin membuatmu sakit karenaku lagi!" Aku mengangguk memberi kode agar ia segera berbaring.
"Baiklah... Aku hanya bisa menuruti kemauan istriku!" perlahan Kevin mulai berbaring di sampingku, jarum infus yang masih menempel di punggung tanganku, untuk sesaat ku menaruh tanganku di area perut agar Kevin bisa merasa nyaman saat berbaring.
Untunglah ranjang pasien ini sedikit besar meskipun agak berdempekan dengan Kevin, Saking sempitnya, aku merasa terhimpit, "Ahhah! Aku tau!" batinku setelah memikirkan sebuah ide, aku memiringkan tubuh dengan sangat hati-hati menghadap tubuh Kevin yang terlentang.
Kupandangi wajahnya yang memukau, hidung mancungnya tampak begitu jelas dari arah sampaing, tiba-tiba ia menoleh dengan senyuman tipis.
"Jangan memandangiku dengan tatapan menggodamu itu, bisa-bisa milikku terbangun dari tidur nyenyaknya!" imbuhnya seketika berwajah datar.
Aku cengingisan, mengelus-eluskan wajahku di lengannya, "Heheh aduh mesumnya kumat lagi! Maaf ya Vin... Apa jangan-jangan aku keguguran karena mendapat karena sebab terus menolak berhubungan badan sama kamu ya?" ucapku membuat Kevin memalingkan wajah kesamping memandangiku.
__ADS_1
"Jangan berfikiran aneh-aneh sayang! Kita tidak berhubungan itu karena aku menghormati keputusanmu dan kamu keguguran itu bukan kesalahanmu ini semua takdir! Jadi tidak usah menghiraukan itu!" balasnya begitu tenang.
Aku menghela nafas, "Yah, terus bagaimana aku harus memberitahu mama soal keguguranku ini? Aku... Aku takut mereka sangat kecewa denganku yang begitu ceroboh!" Kali ini lagi-lagi rasa risau masih saja kefikiran olehku mengenai bagaimana perasaan kecewanya mama yang sampai sekarang belum tau soal calon cucunya telah tiada.
Kevin mengelus rambutku dengan tatapan kasih sayang, "Lebih baik kita memberitahukan semuanya besok saja! Ini kan sudah malam, takutnya mama syok mendengarnya?" pungkas Kevin memberi usul.
Awalnya aku berfikiran tentang itu juga, apalagi aku tak mau karena masalah ini membuat penyakit mama yang akhir-akhir ini membaik malah akan terjadi sebaliknya.
"Hm... Kamu benar!" ujarku.
"Ya udah lebih baik kamu tidur saja!" Kevin terus mengelus rambutku, membuat mata ini rasanya mulai sangat berat, dan akhirnya aku tertidur.
3 jam kemudian, aku terbangun sebab kantung kemihku rasanya ingin pecah, namun sakit akibat operasi koret masih saja kurasakan, pandanganku beralih kesamping mendapati Kevin yang begitu tampan sedang terlelap.
Akan tetapi aku tak bisa lagi menahannya. Dengan tekad penuh aku terpaksa harus membangunkan Kevin, "Vin... Shh... Bangun!" aku berdesis sambil memanggil membangunkannya.
"Vin! Aku mau buang air kecil tapi bagian bawahku masih terasa nyeri! Aku mau meminta bantuanmu!" pintaku.
Setelah mendengar ucapanku, Kevin mulai terduduk dengan mata yang sama seperti tadi, ia menoleh tapi sebelum itu sesekali mengucek kedua matanya, "Umm baiklah aku akan membawamu ke kamar mandi!" ucapnya mulai turun dari ranjang dengan Langkah terhuyung-huyung.
Ia mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya seraya berjalan masuk kekamar mandi, satu hal yang beda dari sebelumnya adalah dia tak memandangiku dengan tatapan mesumnya pada saat aku buang air kecil malah memalingkan wajah dengan menaruh kedua tangannya disaku celana yang ia kenakan.
Ketika selesai, Kevin kembali mengangkatku menuju ranjang, tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya dan aku berspekulasi bahwa ia sangatlah mengantuk terlihat dari pandangan kedua matanya yang memerah dengan sesekali menguap.
Ia membuatku tertidur terlentang sementara dia memiringkan tubuhnya menghadapku.
__ADS_1
"Selamat malam ya sayang!" ucapnya yang mungkin saja menyadari tatapan linglungku.
Aku tersenyum sambil berkata, "Hm.. dengan ucapan yang sama suamiku!" kataku.
Kevin memelukku, lalu mencium keningku, kemudian langsung tertidur begitu saja, "Tidurlah Vin! duniaku terlalu membuatmu lelah bukan? maaf! aku tidak tau lagi harus apa! jika saja kamu tak berada disini! jadi tidurlah!" batinku lirih.
***
Pagi tiba, cahaya berwarna jingga mulai masuk dari celah-celah jendela memantul ke arah tembok, "Mmm... ini... ahk Kevin!" aku terbangun dan kaget menyadari Kevin tiba-tiba berada sangat dengan wajahku.
"Selamat pagi Sayang! aku sudah menunggumu sejak tadi untuk terbangun, karena aku tak mau melewatkan kesempatan menjadi orang pertama yang kamu lihat hari ini!"
"Iya-iya kamu nih lama-lama bakal jadi bucin juga deh!"
"Aku tidak masalah! karena aku bucinnya karena kamu!" Kevin tersenyum lebar.
"Ampun deh! ohh iya Vin... hari ini aku ingin bertemu Clara!" Seketika Rauk wajah Kevin berubah 180 derajat dari sebelumnya yang besikap begitu Cute.
"Untuk apa? tidak usah bertemu dengannya!" tolak Kevin dengan keringat dinginnya.
.
.
.
__ADS_1
*Maaf yah! baru kali ini ku up setengah 11 malam
intinya happy reading😊