Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Perhatiannya


__ADS_3

Ketika sampai diruang UKS, matanya berkeliling mencari-cari keberadaanku, rasa takut terlukis diwajahnya, dia lalu bertanya kepada seorang siswi yang kebetulan berada di tempat tersebut.


"Ehh lo tau nggak, Salsa sekarang ada dimana?"


"Kayaknya sihh dia ada dikelasnya!" jawab siswi tersebut.


Dia kemudian berlari lagi menuju kekelasku hingga pada akhirnya kulihat sosoknya yang tampak berantakan, kaki baju diluar keringat bercucuran, baju kusut, rambut acak-acakan dan banyak luka lebam di wajahnya.


"Huff hufhhh Sal lo kenapa?, lo nggak papa kan? " tanyanya dengan panik sambil ngos-ngosan karena berlari


Tetapi pertanyaan yang di ajukan oleh Willy bukannya ku jawab, aku malah syok melihat keadaannya, begitu pula dengan kedua sahabatku dan teman-teman yang lain menyaksikan kami.


"Will apa yang terjadi sama muka lo? " Tanyaku terpaku melihatnya.


"Lo udah di cakar sama singa betina ya Will" ujar Lena.


"Lo dari mana sihh, berantakan banget penampilan lo? " ucap Dita.


"Udahlahh wajah dan penampilan gue ngak penting yang jelas gue mau nanya gimana keadaan lo Sal?, katanya setelah upacara lo langsung pingsan?" ucapnya menyeka rambutnya


"Lo tau dari mana gue tadi pingsan? " ketusku

__ADS_1


"David yang ngasih tau ke gue tadi, gue khawatir banget sama lo Sal, jadi gue lari kesini!"


"Kalau lo nggak ikhlas buat jenguk gue, gue nggak masalah kok, lagian Gue nggak pernah nyuruh lo lari kesini Will, lo mungkin lagi berduaan sama pacar baru lo tadi kan? jadi lo nggak ada waktu lagi buat kita sahabat lo" ketusku dengan sangat jengkel.


"Bukan itu maksud gue Sal!, Maafin gue, gue nyesel sekarang!"


"Udahlahh Will lo ngak usah ngomong nyesel-nyesel doang" ujar Dita


"Diem luhh, gue ngak ngomong sama lo!"gertaknya membuat Dita diam


"Sal...., "panggilnya merengek.


Krinkkkkkk krinkkkk Krinkkkkkk


Pada akhirnya bel masuk berbunyi membuat Willy tambah geram karena belum mendapat maaf dariku.


"Will lo nggak denger ya, suara belnya udah bunyi tuhh, udah mau masuk jadi mendingan lo sekarang kekelas lo aja, dari pada lo disini, sentar keburu diusir sama ibu guru! mau? Ketus Dita.


"Iya tuhh sudah sana keluar syuhh syuhhhh hempas pergi sanaa~" ujar Lena membuat Willy melangkah keluar dengan penuh emosi.


Beberapa jam kemudian akhirnya waktu pulang tiba, aku, Dita dan Lena berjalan keluar dari ruangan kelas dengan tubuh yang masih sangat lemas.

__ADS_1


"Sal..., lo yakin bisa jalan sampai kerumah lo sendiri?" ujar Dita.


"Gue bisa jadi pendamping lo buat jalan kok Sal!, lebih baik kita anterin lo dulu yah? " seru Lena.


"Udahh, gue nggak papa lagian rumah kalian tuhh jauh banget, nanti kalau luhh anterin gue, tau-tau nanti lo pulangnya malam, jadi ngak usah! " jawabku.


"Ya udah dehh, kalau gitu lo hati-hati yah! " ujar Lena dan Dita menghentikan jalannya sedangkan aku terus berjalan dengan sesekali beristirahat sejenak, hingga aku menyadari ada sosok berdiri didepanku dengan menyedorkan sebotol air minum, namun ketika aku melihatnya pandanganku terhalang oleh sinar matahari


Dunia seakan meluruh, warna-warna meluntur memperlihatkan sosok dirinya yang semakin jelas di bawah gemilang cahaya matahari, sosok yang selalu mewarnai kehidupan remajaku


"Willy......? " aku memandangnya sembari menyipitkan mata , dia menyodorkan sebotol minuman padaku


"Nihh minum dulu! " katanya


sontak mataku berbinar entah kenapa aku merasa sedikit terharu dengan perhatiannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2