Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Ditembak Untuk Kedua Kalinya


__ADS_3

😇


.


.


Setelah kejadian itu aku selalu menghindar darinya ketika dia datang berkunjung kerumah.


Walaupun mama biasanya marah-marah tetapi aku selalu pura-pura tak enak badan dan mama akhirnya percaya.


Rasa kesal dan takut selalu menghantuiku semenjak sikapnya yang tiba-tiba berubah menjadi dingin, dia tak seperti orang yang sama dengan orang yang menjagaku dirumah sakit dan itu membuatku teramat sangat kecewa.


***


Hari berlalu dengan cepat sepekan aku berhasil menghindarinya, dan ujianku pun akhirnya selesai, kini saatnya menjadi akhir bagi kami yaitu perpisahan.


Aku berangkat kesekolah seperti biasa ,ketika sampai didepan gerbang aku berpapasan dengan Dita dan Lena. Mereka melambaikan tangan padaku dan Willy.


"Salsa... !!!, gimana ujiannya lancar nggak? " tanya Dita dan aku menganggukkannya


"Gaess sepertinya ujian kali ini nilai gue pas-pasan dehh! " ujar Lena dengan wajah memelas.


"Lohh kok bisa? " tanyaku heran.


"Ini semua gara-gara kalian pura-pura tuli pas ujian!!! " bentak Lena membuat kami cengingisan.


Ctakkk

__ADS_1


Seketika Willy menjitak Jidat Lena, dia meringis kesakitan.


"Ini tuhh salah lo sendiri! Kita tau pasti lo nggak belajar kan? Pastinya lo baca komik iyakan? Nahh masukin tuhh komik-komik lo ke ujian! " tutur Willy membuat Lena diam menunduk.


"Sumpah!!!, kalian nggak tau aja pria-pria dikomik itu semuanya cakep-cakep bener lohhh, Ahkk bikin gue mimisan liatnya.. " jawab Lena.


"Nahh mulai dehh, ngehalu mulu lohh!!" cibir Dita.


"Apasih Dita... Terserah gue lahhh..! "


Krinkkkkkk krinkk.


Bel berbunyi itu pertanda kami disuruh untuk berbaris sepatah dua kata sang guru menyampaikan pidatonya, dan kini akhirnya kita sampai tepatnya acara penutup yang diisi dengan tarian dan hiburan lainnya.


Dita dan Lena pergi mengurus nilai, sedangkan aku dan Willy menjadi penonton selama acara berlangsung.


"Sal Lo tunggu disini ya!" ucap Willy membuatku heran, dia pergi dan melangkah menuju panggung hiburan, aku kaget apa yang mau dia lakukan diatas sana?


"Oke kenalin gue Willy, hari ini ada yang harus gue sampaikan dan gue harap kalian semua menjadi saksinya!"


Willy membuatku kembali tercengang, dia tiba-tiba naik kepanggung dan mengatakan hal itu. Kulihat dia terus saja memandangiku.


"Apa yang lo lakuin diatas sana, turun lo!!"


Aku berbisik berharap dia mengerti gestur bibirku, dan melambaikan tangan agar dia segera turun.


Namun sepertinya dia sengaja memalingkan wajah sesaat ketika aku melambaikan tangan.

__ADS_1


"Hari ini gue mau nembak seseorang dan gue harap kalian semua menjadi saksinya, Orang ini udah gue suka sejak pandangan pertama dan sampai sekarang gue tambah sayang sama dia! " ucap Willy dengan Keras yang menggunakan microfon sehingga banyak pasang mata kini tertuju padanya.


Aku melotot mendengar hal itu, kini detak jantungku berdetak dengan sangat cepat, aku takut ucapannya itu tertuju untukku.


"Dia sangat berarti bagi gue, dan mungkin gue udah nggak bisa hidup lagi kalau misal pisah sama dia, dan Orang itu SALSA OLIVIA! "


lanjutnya membuatku tercengang, dan karena ucapannya itu kini semua siswa melirik kearahku.


"Sal....! Lo mau kan jadi pacar gue? "


Prok prok prok


TERIMA TERIMA TERIMA


Begitu seruan siswa-siswi yang sedang menyaksikan sedangkan aku kini mulai frustasi bagaimana tidak didepan orang banyak.


Willy kembali menembakku untuk kedua kalinya padahal aku sudah


menjelaskan semuanya, dan kita baru putus, aku tidak mungkin menerima dia lagi, aku tidak mau membuat dia kecewa ataupun sakit hati karena ulahku lagi.


Tapi aku harus bagaimana sekarang seruan orang membuat kepalaku serasa ingin pecah. Apa aku harus menerimanya? .


.


.


.

__ADS_1


.


Next???


__ADS_2