Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Pertanyaan Mama


__ADS_3

.


.


.


Sementara itu didalam ruang inapku, Kevin melangkah mendekati mama.


"Salsa belum Juga sadar tan?" Mama menggeleng, "Belum ada tanda-tanda Vin!"


"Oh iya... Aku mau panggil dokter yang menangani Salsa dulu ya, Tan!" sahut Kevin Yang langsung dianggukan oleh mama.


Kevin melangkah keluar, ia berjalan kearah ruangan dokter Charles.


Sesaat kemudian mereka datang lalu bersama-sama berjalan kearahku.


Dokter Charles perlahan mengeluarkan stetoskopnya, ia mulai membuka kancing baju pasienku dengan hati-hati dari kancing dekat dada.


Akan tetapi seketika tangannya ditepis oleh Kevin, dan merampas stetoskop itu dari tangannya, hal tersebut sontak membuat dokter Charles tercengang dan heran melihat Kevin melakukan hal itu.


"Biar aku yang memeriksanya" Seka Kevin.


Dokter Charles hanya bisa mengangguk, ia tidak mau membuat masalah apalagi dengan seorang Kevin yang jelas adalah atasannya.


"Detak jantungnya sudah mulai normal tante!"

__ADS_1


Ucapan Kevin membuat mama tersenyum bahagia, matanya berbinar menantikan diriku akan segera sadar.


Dokter Charles kemudian mengeluarkan alat pengukur suhu, juga mengecek tekanan darahku.


"Alhamdulillah ibu, anak anda sudah baik-baik saja sekarang, mungkin sebentar lagi dia akan sadar! Mohon bersabar ya bu! " pinta Dokter Charles dengan menatap mama.


Dokter Charles tersenyum lebar kepada mama sembari menjelaskan detail kondisiku padanya.


Perlahan senyumnya memudar tatkala ia merasakan hawa dingin kini mulai menusuk kulitnya, yang ternyata berasal dari tatapan Kevin, ia baru menyadari akan hal itu bahwa Kevin sedari tadi terus menatapnya.


Kevin mengerutkan dahi lalu memberi kode kepada dokter Charles agar segera keluar, awalnya dokter Charles masih bingung, namun seketika kevin melotot lagi.


Dokter Charles sangat gugup, ia kemudian pamit dan akhirnya keluar dari ruangan.


Kini hanya ada aku yang terbaring lemah, mama yang masih panik dan Kevin yang bermuka datar disampingku.


"Tante! Tidak usah khawatir lagi, dokter tadi sudah mengatakan kalau Salsa sebentar lagi akan sadar, ternyata darah saya sangat membantu ya! " suara Kevin terdengar dingin membuat mama hanya bisa menatapnya heran.


Namun kemudian mama menganggap perkataan Kevin memanglah benar adanya.


"Ahh iya nak Kevin! Ini semua karena darahmu yang bisa menyelamatkan anak Tante! " jelas mama membuat Kevin tersenyum.


"Dan, tante Tidak lupa kan sama janji yang pernah kita sepakati? "


Mama tercengang mendengarnya ia masih tak percaya ternyata tujuan Kevin mengatakan hal seperti itu hanya untuk membahas masalah pernikahannya denganku.

__ADS_1


"I-iya Kevin! Tapi sepertinya ayahnya Salsa kurang setuju nak! " ujar mama dengan tertunduk.


"Aku tidak mau alasan seperti itu Tante, yang jelas aku sudah menyelamatkan Salsa dan tante harus menepati kesepakatan kita! "


"Maaf ya nak Kevin! Sebelumnya tante mau tanya, kenapa kamu mau mempercepat pernikahan ini? Bukannya orang yang dijodohkan seharusnya mau melakukan pertunangan dulu sebelum pernikahan, maksud tante bertanya seperti itu karena, nak Kevin kan belum mengenal sifat Salsa, apa tidak sebaiknya tunangan dulu begitu..! " tutur mama.


"Tante tidak perlu tau alasannya! " jawab singkat Kevin malah membuat mama tambah penasaran.


"Ehhh apa nak Kevin! Sudah jatuh cinta sama anak saya? " tanya mama penuh harap menantikan sepatah kata yang akan keluar dari mulut Kevin, namun nihil Kevin memilih untuk tidak menjawabnya.


"Aku permisi keluar dulu ya tante!" tolak Kevin dengan melepas tanganku dan langsung keluar begitu saja meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab bagi mama.


Kini hanya ada mama, yang masih dengan wajah gelisah menatapku tak berdaya, perlahan ia melangkah mendekat membelai lembut wajahku dengan linangan air mata.


.


.


.


.


*Question


Netizen : Emangnya Apa alasan kevin mau Cepat-cepat nikah sama Salsa Thor?

__ADS_1


author : Jiwa jomblonya mungkin lagi meronta-ronta Hihihi🤭


Next*...???


__ADS_2