Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Punggung Tembok


__ADS_3

Aku melotot kearahnya, kini mata kami bertemu, namun bukan seperti sebelumnya, aku sudah tidak terpukau dengan matanya lagi untuk saat ini karena amarah yang sudah merambat naik keubun-ibun kepalaku.


"Kenapa tadi lo ngerjain gue? Kenapa!" tanyaku kesal.


Kevin hanya diam tak membalas ucapanku, terkadang dia hanya memalingkan wajah membuatku bertambah emosi.


"Kevin... Gue tanya sekali lagi sama lo, kenapa? Hah?"


Kevin mengangkat kedua bahuku, "Aku tidak punya alasan!" jawabnya datar membuatku tercengang.


Tidak punya? Bagaimana bisa seseorang melakukan sesuatu tanpa adanya sebuah alasan? fikirku.


"Kevin lo serius dong! Tapi oke, gue nggak butuh alasan lo, gue cuman mau lo minta maaf sama gue, itu aja!" pintaku dengan tangan yang semakin mempererat


genggamanku yang masih dikerah jasnya.


"Lepaskan tangan kamu, sekarang!"


"Enggak, gue nggak bakalan lepasin tangan gue sebelum elo minta maaf sama gue!"


Kulihat dia terdiam kembali, kufikir dia sedang bersiap untuk meminta maaf padaku namun seketika dia kembali mencekal kedua lenganku lalu menepisnya.


Aku terdorong dan terhempas, apalah dayaku dengan tubuh yang hanya tinggal tulang ini, walaupun angin datang mungkin aku juga ikut terbang, apalagi dengan seorang Kevin!.


Kevin kembali mengabaikan diriku, ia hanya berjalan santai sambil merapikan jasnya.


"Kevin... Tunggu gue, lo harus minta maaf sama gue...." lirihku dengan mencoba berlari agar sejajar dengan langkahnya yang agak menghilang dari pandanganku, karena belokan lorong yang dilewatinya.


Namun Kevin sepertinya hanya mengabaikan teriakanku, melihat punggungnya itu ingin sekali aku menusuknya dari belakang dengan pisau ,saking kesalnya aku sampai berfikir seperti itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian akhirnya Kevin menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, dan aku yang masih berlari dibelakangnya sangat kaget karena dia.


"Akh Kevin... Pindah... kenapa lo berhen...ti...."


Bukkk


Kepalaku seketika terasa sakit ketika menabrak sebuah benda yang sangat keras dan itu adalah punggung Kevin.


Kini Wajahku semua sangat sakit terutama hidung yang pertama kalinya mendarat.


"Kevin... Kenapa tiba-tiba lo berhenti hah? Lo sengaja ya? Aduh hidung gue lari masuk, sakit tau! " gerutuku sembari terus mengelus hidung.


"Kayak punya hidung aja!" bisiknya namun aku masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


"Lo bilang apa tadi? Coba ulangi lagi? Sorry ya hidung gue udah mancung dari lahir, dan sekarang lari masuk karena punggung tembok lo! " celotehku.


"Diamlah, lihat kedepan!" ucapnya membuatku penasaran ada apa didepannya, karena aku memang tidak melihatnya karena terhalang oleh punggung lebarnya Kevin itu.


Aku baru sadar ternyata ini adalah tempat aku menyuruh mereka menunggu kami, aku tersenyum kikuk dihadapan mereka.


"Akh... mama, tante heheh"


"Salsa sini kamu!" mama seketika menarik lenganku hingga aku berdiri disampingnya.


Matanya terus saja melotot membuatku merasa takut karena tau mama sudah sangat kesal sekarang.


Mama mencubit keras pinggangku diam-diam agar tidak dilihat oleh Kevin dan tante Mira, sambil berkata: "Kenapa, kamu membuat mama sangat malu Sal... "


Awh... Aku melenguh dalam hati cubitan mama sungguh sangat sakit, aku merasa kulitku sudah mulai membiru karena hal itu.

__ADS_1


"Kevin, ada apa dengan semua ini?" Tanya tante Mira dengan menatap Kevin.


Kevin tak merespon mamanya selain hanya kembali mengangkat kedua bahunya seperti yang dia lakukan padaku tadi.


"Kevin tidak tau mah! " jawabnya singkat membuatku kembali emosi.


"Kevin, lo gimana sih nggak gantle banget jadi cowok, tadi kan lo udah ngerjain gue, jadi seharusnya lo minta maaf sama gue dong! " celotehku dihadapan mereka.


"Loh jadi tadi Kevin ngerjain kamu Sal?, oke sebagai seorang pria kamu harus minta maaf sama Salsa, Vin! lagian dia ini calon istri kamu loh! " tutur tante Mira.


"Mama nanti kita bahas ini ya!, Kevin harus kembali kerumah sakit sekarang, ada pasien yang harus ditangani! " jawabnya yang sejak tadi tidak mendengarkan ucapan tante Mira dan hanya berfokus untuk melihat kearah jam tangan yang dipakainya.


"Lohh Kevin... Tapi kamu harus minta maaf dulu sama Salsa!" lanjut tante Mira namun Kevin kembali tak meresponnya.


Kevin mulai melangkah tanpa menoleh sedikitpun pada kami, aku yang melihatnya hanya bisa menggenggam kain dari gaun yang kupake ini.


Aku emosi dan mulai berfikir untuk menyesal mau menikah dengannya.


"Kalau aja Willy nggak ngecewain gue, mungkin Kejadian hari yang sial ini nggak akan terjadi, dan gue mungkin udah batalin pernikahan ini sejak lama, tapi sabar Sal... Kevin itu cuman pelarian lo! " batinku.


"Mah, kita pulang aja ya Salsa capek banget, Salsa besok pake gaun ini aja!" ajakku kepada mama dengan muka memelas.


"Ahk iya sayang! Kalau kamu suka kami juga suka, iya kan jengk! " jawab mama seraya melirik kearah tante Mira yang juga langsung mengangguk.


.


.


.

__ADS_1


NEXT....?? jangan lupa tambahkan ke favorit kalian ya, kalau berkenan minta vote juga boleh, karena sebuah vote bisa membuat semangat author lohh......❤👇


__ADS_2