Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Dia mengancamku?


__ADS_3

Kini bisa kurasakan hembusan nafasnya menyentuh kulit wajahku. Sumpah!! dia sangat dekat sekali.


"Lo jangan aneh-aneh dehh! " ucapku dengan berusaha memalingkan wajah.


"Aneh? Kamu bilang aneh? Apanya yang aneh, sebentar lagi kita akan segera menikah Salsa Olivia... " dia tersenyum sinis


Dia mengatakannya dengan membelai wajahku, aku semakin merasa terjepit, Kevin tambah mendekatkan tubuhnya, jarak antara wajah kami kini hanya beberapa senti. Rasa gugup dan takut kini mulai kurasakan.


"Menjauh dari guee.. " kudorong sekuat tenaga agar menjauh tetapi tidak ada pegaruh! dia malah semakin mendekat.


"Jangan pernah kau mengabaikanku, jika kau melakukannya lagi aku tidak segan-segan melakukan sesuatu yang menyakitkan" suaranya kembali terdengar dingin.


"Ohh lo ngancam gue? Jadi ini sikap asli lo?, Ok gue paham, kita batalin aja pertunangannya, lagian gue ngak sudi menikah sama laki-laki kayak lo! " kata-kataku sontak membuatnya melotot.


"Kau berani sama aku! " ia kembali berucap bak mengancam membuatku tercekam.


Dia meraih daguku mencengkramnya keras hingga aku tak bisa lagi buka suara untuk menantangnya.


"Mmkkk Lepasin gue... Gue mau turun Sekarang!!"

__ADS_1


Aku mendorong lagi kini lebih keras dari sebelumnya, lalu menendangnya dengan dengkul tepat kearah selangkangannya ,dia meringis mungkin merasakan gilu yang sangat-sangat luar biasa, bagaimana tidak aku sepertinya menendang dia dengan sangat keras.


Setelah memastikan tubuhnya kini benar-benar menjauh dariku, aku memegang gagang pintu mobil dan membukanya, untunglah aku masih belum jauh dari lokasi kompleks perumahanku, aku mencari taksi namun tidak ada, aku berlari lagi dan untunglah aku melihat Ojek yang kini tak jauh dariku.


Aku pulang dengan mengendarai ojek tersebut, dari kejauhan aku memandangi mobilnya, tiba-tiba aku kembali merasakan perih seperti sebelumnya ketika meminta putus kepada Willy, apakah benar aku sudah mulai menyukai Kevin? tapi itu tidak mungkin kita baru saja kenal, Hanya itu yang bisa kupikirkan, kini tanpa kusadari air mata berlinang dipelupuk mataku.


Sementara itu, Kevin masih meringis menahan rasa ngilu yang luar biasa, ia hanya bisa memeluk kaki sendiri tepat didepan stir mobilnya.


"Ahhk sial, sungguh wanita yang menarik, sebelumnya tidak ada yang berani mengabaikanku tetapi dia dengan mudahnya menantangku? " gumamnya.


Tiba-tiba ponsel Salsa terjatuh dari sakunya, dia tersenyum penuh makna layaknya sedang memikirkan sesuatu sesaat sebelum dia memungutnya kembali.


Aku berjalan masuk kerumah, menghentakkan kaki dengan sangat keras.


"Lohh Salsa... Kok kamu sudah pulang nak?" tanya mama yang ternyata masih berada diruang tamu bersama ayah, mereka tampak bingung dengan kepulanganku.


Namun Perkataan mama tak ada niat sedikitpun untuk ku jawab, awalnya aku melirik mereka, tetapi aku langsung melanjutkan langkah menuju kekamar.


Didalam kamar aku merasa ternenung tanpa kusadari air mata kini berjatuhan, aku beringsut hingga punggungku kini kusandarkan di pinggir ranjang, pikiranku kini dipenuhi kembali dengan fikiran, kesal, marah, Dan ada sedikit rasa kecewa.

__ADS_1


Kenapa dia membentakku?


Apa itu sifat aslinya?


Tidak hanya itu kini otakku juga dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyan yang tak ada seorangpun yang bisa menjawabnya.


Clekkkk


Pintu kamar terbuka, ternyata mama datang aku sempat meliriknya namun setelahnya aku membuang muka, mama berjalan mendekat dia terduduk disampingku dan langsung memeluk erat diriku dalam dekapannya.


"Ada apa Sayang?, kenapa sepertinya kamu sangat kesal! " tanya mama tetapi aku hanya terdiam, aku tak bisa berkata-kata hanya air mata yang mewakili semua keluhanku.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2