Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Resepsi


__ADS_3

HAPPY READING YA...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


dan jika berkenan silhkan berikan dukungan dengan vote (seikhlasnya saja) karena dengan begitu maka akan membuat author tambah semangat lagi 😉😁


.


.


"Sal... Kita ke tempat resepsinya sekarang, semua tamu sudah datang!" ucap tante Mira.


Aku gugup, sangat-sangat gugup hingga tubuhku sedikit gemetar karena hal itu.


Mama yang menyadarinya mengelus pelan punggungku, aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sambil menutup mata.


Pandanganku sesekali masih menatap Kevin yang tampak biasa saja, rasa takut, gugup seperti yang kurasakan sepertinya tak ia rasakan, tercermin dari muka sok ramah dengan senyum lebarnya yang ia pancarkan kepada semua orang.


"Ya udah kita kesana sekarang!" sambung mama dengan menggenggam tanganku.


Nafasku semakin memburu, dengan jantung yang sedari tadi berdetak sangat cepat, dan tanpa kusadari aku mulai berkeringat dingin, bagaimana tidak ini pertama kalinya diriku berpakaian seperti ini didepan banyak orang.


Tiba-tiba mama melepaskan tangannya lalu menarik tangan Kevin yang berdiri disampingnya itu, mama meletakkan tangan kevin tepat ditelapak tanganku.


Aku heran dengan apa maksudnya mama melakukan ini, namun Kevin malah tersenyum membuatku mengerutkan dahi.


Seketika dia menggenggam tanganku dengan sangat erat, hingga membuat detak jantungku yang tak bisa dikontrol lagi ini semakin berdegup kencang.


"Apasih Lo... Lepasin nggak, lepasin.... " bisikku dengan terus berusaha melepaskan tangannya.


"Salsa... Jangan gitu kalian memang harus berjalan kesana bersama-sama! " gertak mama yang menyadari tingkahku.


"Tapi nggak harus pegangan tangan juga kan mah!" serkahku.


"Pokoknya pegangan tangan kalian, nggak boleh dilepas titik! Ya udah jalan sekarang!" perintah mama membuatku sangat kesal.


Dengan pasrah aku membalas genggamannya, kini aku berjalan berdampingan dengan Kevin akan tetapi pandanganku tak pernah kearahnya melainkan hanya menatap lurus kedepan.


***


Perlahan kami berjalan masuk ke tempat resepsi


Prok prok prok


Disambut dengan tepuk tangan serta decak kagum dari banyak orang yang melihat kami.


__ADS_1


Aku menatap datar kearah tamu undangan yang tampaknya semua orang yang datang adalah teman bisnis dari om Bram dan tante Mira serta teman dari ayah dan mama.


Mataku terkadang mencari sosok yang seumuran dengan kami tapi nyatanya tak ada sama sekali, mereka yang datang hanya seumuran ayah dan mama.


Aku sempat berfikir apakah ini tempat resepsi pernikahan atau reuni para orang tua?


"Salsa... senyum dong!" lirih mama yang menyadari raut mukaku yang sejak tadi terlihat murung.


Aku tersenyum kikuk dan kini mulai duduk dikursi pelaminan, tiba-tiba aku merasa sangat lapar karena belum makan sejak tadi pagi, aku mulai risih dengan keadaanku, akan tetapi mama malah menatapku hingga aku tak bisa leluasa untuk banyak bergerak.


Perlahan mama mendekat lalu berbisik sesuatu di dekat daun telingaku.


"Kamu jangan banyak gerak, nanti orang-orang pada lihat kamu! Please untuk hari ini mama mohon jangan buat kacau acara ini! " pinta mama.


"Mah... Salsa laper banget dari tadi belum makan!, mama kan tau senyum dengan terpaksa juga butuh tenaga!" keluhku membalas bisikan mama.


"Tahan dulu! Acaranya sebentar lagi udah mau selesai."


"Mama... Aku udah lapar banget, nanti kalau aku mati disini, mama mau tanggung jawab nanti acara ini bukan resepsi nikah lohh tapi jadi acara pemakanan Salsa, mama mau?" tanyaku kepada mama yang langsung memasang mimik ngeri.


"Kamu nih ada-ada aja, ya udah kamu kebelakang sana makan dulu! Tapi kasian suami kamu sendirian dikursi pelaminan lohh!" ujar mama yang menatap iba kearah Kevin.


"Suami? Ellehhhh baru juga beberapa menit akad nikah udah dibilang suami heh! Ogah gue kagak sudi panggil dia suami gue!" gerutuku dalam hati dengan mengangkat sudut bibir atas bagian kanan.


"Nggakpapa, Salsa makan aja dulu, kasian katanya belum makan dari tadi pagi!" balas Kevin.


"Okelahh kita kebelakang sekarang!" ajak mama dengan perlahan manarik tanganku berjalan menuju dapur.


"Tunggu mah!"


Aku menghentikan langkah lalu menoleh kebelakang menatap Kevin yang juga masih menatapku dari kejauhan.


Dengan usilnya aku menjulurkan lidahku keluar dengan bola mata yang mengarah keatas, berusaha untuk mengejek si muka datar itu.


"Salsa apa yang kamu lakukan, jangan seperti itu ahk! Nanti ada yang lihat kamu gimana? Bisa malu keluarga kita!" gertak mama yang langsung memukul pantatku.


Aku tak menghiraukan ucapan mama melainkan tertawa puas dengan tingkahku tadi, meskipun tak melihat raut wajah Kevin dari dekat ketika melihatku tetapi ada kepuasan tersendiri yang kudapatkan hahah....fikirku.


***


Di ruang dapur aku hanya duduk menunggu mama mengambilkan sepiring nasi untukku seraya mencabut satu persatu manik-manik yang melekat di gaunku ini.


Aku tak sabar menyantap makanan yang akan dibawakan mama, seperti ayam goreng, coto, dan lain-lain membuatku menelan ludah berkali-kali.


Plak


Tiba-tiba mama memukul tangan nakalku yang mungil ini hingga meninggalkan bekas merah yang sangat sakit.

__ADS_1


"Akh... Mama ini sakit tau!"


"Kenapa kamu mencabutnya? Ini gaun mahal Salsa... Kalau kamu merusaknya mama akan potong tangan kamu!" ancam mama membuatku memanyunkan bibir.


"Nih!" mama menyerahkan sepiring nasi dengan lauk yang hanya sayur kol dengan kacang panjang menjadi temannya.


Aku bergidik ngeri karena tak suka makan sayur sejak kecil tapi kenapa mama malah memberikan makanan yang tak kusukai itu?


"Mama, mana ayam gorengnya? Kenapa nggak ada sama sekali dan kenapa lauknya cuman itu? Mama kan tau Salsa nggak suka makan sayur!!!"


"Salsa sayang! Kamu kan sudah menikah dan sudah punya yang namanya seorang suami jadi mulai sekarang makanan yang tidak kamu sukai, semuanya harus bisa kamu makan! " tutur mama.


"Tapi mah! Kalau Salsa makan itu? Nanti badan aku bakal kurus kerempeng terus lohh! karena itu tuhh, sayur itu cuman nyangkut di gusi Salsa doang mah, nggak bikin kenyang" ucapku dengan menunjuk kearah sayur.


"Nggak ada tapi-tapian pokoknya mama bilang makan ya makan, kalau kamu nggak mau, mama kembaliin makanan ini ketempatnya!" sergah mama.


Dengan terpaksa aku mengambil piring itu daripada mati karena kelaparan, aku mulai menyendok nasinya dengan kesal seraya duduk dan menatap mama yang masih berdirii tepat dihadapanku.


"Kamu makan yang tenang disini, mama mau kesana dulu, nggak enak sama tamu undangan, ingat kalau kamu sudah selesai makan, rapiin tuh Make Up kamu, itu udah belepotan ya ampun Salsa!" lirih mama dengan memukul dahinya.


Aku hanya mengangguk menanggapi ucapannya, lagian nasi memenuhi mulutku jadi mustahil untuk mengeluarkan kata-kata.


Sesaat kemudian aku terus mengunyah nasi yang tanpa kusadari kacang panjangnya ikut masuk kedalam mulutku padahal aku sudah memberikan batas pada piringku karena tak ingin menyentuh ataupun memakan sayur tersebut.


Tiba-tiba aku merasakan hal aneh ketika mulai menelannya, rasanya seperti ingin keluar secara tiba-tiba.


Mbbbkk Mbbbkk


Pada akhirnya aku memuntahkan semua yang baru saja ku telan itu, akan tetapi mataku seketika terbuka lebar tatkala melihat makanan yang kukeluarkan tepat berada di sepatu seseorang yang berdiri tepat didepanku.


Aku menutup mata dalam-dalam sambil menunduk, dengan perlahan aku mendonggakkan wajah melihat orang tersebut.


"Kevin?" ucapku kaget ketika menyadari orang tersebut adalah Kevin sendiri yang juga membawa sepiring nasi.


"Kenapa harus dia lagi? Pantesan aja gue sial karena mungkin ada dia, entah kenapa setiap ada dia pasti gue yang kena imbasnya!" gerutuku dalam hati dengan kembali menunduk menahan malu.


"Ups sorry, gue nggak lihat lo tadi, lagian ini salah lo ya, lo tiba-tiba muncul didepan gue!" lanjutku lagi sambil kembali menatapnya dengan menekan rasa maluku.


Seketika dia melanjutkan langkahnya tanpa membalas ucapanku, aku yang merasa diabaikan ingin sekali menendang pantatnya dari belakang itu.


Aku menggertakan gigi seraya mengepalkan tangan, " Woe... lo bisu ya? Kagak tau fungsinya mulut, apa?" teriakku kesal, akan tetapi dia tak menoleh sedikitpun kearahku.


Aku kembali terduduk seraya membersihkan cipratan makanan yang ku muntahkan tadi pada gaunku.


.


.

__ADS_1


kelanjutannya tunggu besok 😉 jadi tambahkan cerita ini jadi Fav❤ kalian ya


__ADS_2