Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Panik!


__ADS_3

KEVIN POV.


Aku menatap kesal sepasang suami istri yang berlutut di hadapanku ini, tak ada lagi rasa yang bisa ku utarakan selain hanya marah dan ingin segera meluapkannya.


Meskipun Clara terlihat sangat menyesal dan mengatakan ingin meminta maaf kepada Salsa tapi aku merasa tak ada lagi kepercayaan untuknya.


Berulang kali ia membohongiku, memanfaatkanku, bahkan membuatku menyakiti Salsa lalu apa aku harus memaafkan semua yang telah ia perbuat dengan hanya kata maaf saja? Tidak! Aku tidak mungkin semudah itu melakukannya.


"Kevin! Aku tau kamu sangat marah, aku bisa mengerti itu, tapi dia ibu dari anakku, jadi sebagai kakak sepupumu aku mohon maafkan dia kali ini!" pinta kak Syam.


"Aku bilang! Aku tidak bisa memaafkannya! Oke... Aku mungkin tidak akan mencobloskannya ke penjara mengingat dia adalah ibunya juna! Aku tidak mau juna membenciku karena ulah ibunya sendiri! Tapi camkan jangan menggangu keluargaku lagi, kalau sampai itu terjadi aku tidak akan segan-segan berbuat hal kejam padamu!" tegasku mengancam Clara.


"Ma-makasih Vin... Aku akan membuat Clara berubah! Dia tidak akan menganggu kalian lagi. " ujar kak Syam


Tiba-tiba Clara bangkit dan memelukku dengan sangat keras tanpa perduli jarum infus yang masih tertanam di punggung tangannya.


"Makasih banyak Vin... Makasih... Aku akan meminta maaf sama Salsa! Dan aku ti-dak ak-an meng-ganggu hub-ungan kal-ian!" lirih Clara berbisik pada kalimat terakhir.


Meski terdengar aneh seperti ada maksud di balik ucapannya, namun melihat bagaimana kak Syam masih berlutut di hadapanku dengan mata sayu penuh harapan.


Aku merasa sedikit iba, dan aku yakin bahwa kak Syam mungkin akan bisa merubah sikap Clara, mengingat kak Syam orangnya sangat baik! Mungkin saja suatu hari nanti Clara bisa luluh. Seperti itulah harapanku.


Tapi kenapa Clara harus memelukku seperti ini dihadapan suaminya kalau hanya untuk berterimakasih saja?


Dengan keras aku mendorong tubuhnya, hingga dia terhempas jatuh ke lantai, "Menjauh dariku! Kau sangat menjijikkan! Dasar tidak tau malu! Kalau saja kau bukan ibu kandungnya juna, mungkin aku sudah melenyapkanmu dari dunia ini!" cibirku padanya.


Ku lihat kak Syam mengahampiri Clara yang tergeletak di sampingnya, " Kevin berhentilah menyakitinya, dia hanya memelukmu karena ingin berterimakasih!" bela kak Syam.


Aku menghela nafas, mengerutkan mata," Kak Syam sepertinya mata hatimu sudah di butakan oleh niat busuk dari lstrimu sendiri! Jelas-jelas dia menggodaku kak! Apa kakak pernah melihat orang berterima kasih dengan memeluk? Tidak kan!" Aku semakin tak menyangka sepupuku yang selalu membuatku kagum di waktu kecil oleh sikap tangguh, serta rasa kepemimpinannya bisa melakukan hal ini.


Dia seperti bonekanya Clara, selalu menjadi alat yang membelanya, meskipun sudah tau Ulah bagaimana Clara mengabaikanya.


"Aku... Aku suaminya Vin... Aku kepala keluarga! Jadi aku hanya bisa melakukan ini demi istriku!" imbuh kak Syam tertunduk sambil berkata.


"Hah! Sudahlah aku muak dengan mu kak Syam! Kau sungguh sangat bodoh! Dan kau Clara, kau mungkin berfikir bahwa aku mengabaikan perbuatanmu tapi ingat, ini belum seberapa jika kau melakukan sesuatu yang keterlaluan lagi dalam rumah tanggaku!" kataku tegas.


Clara ternyata tersenyum meremehkan lagi, ini sangat membuatku semakin kesal dan ingin mencakar wajah temboknya itu.


Aku mengepal kedua tanganku, bibirku bergetar menahan emosi hanya bisa menggertakkan gigi tanpa sepengetahuan mereka.


"Aku... Memang bodoh Vin... Maaf! Ohh iya sebaiknya kamu mencari Salsa! Aku takut dia melakukan sesuatu yang tak terduga, karena ulah kami! Atau aku akan pergi bersamamu? Jadi sekalian aku akan meminta maaf juga padanya." balas kak Syam.

__ADS_1


"Sa... Salsa?" lenguhku dalam hati.


Aku baru sadar, aku lupa dengan Salsa untuk menemuinya agar aku meminta maaf karena tuduhanku tadi.


Ahh sial... Dengan secepat kilat aku berlari keluar kamar meninggalkan sepasang suami istri yang menjengkelkan itu.


"Kevin... Tunggu aku!" teriak kak Syam di sela langkahku.


"Kak Syam apa yang kau lakukan? Aku masih sakit dan kau ingin meninggalkanku sendirian di tempat ini?" ujar Clara mencegah kak Syam yang hendak melangkah menyusulku.


Plak...


Dengan penuh kesal, kak Syam akhirnya menampar Clara, "Apa kau masih belum sadar juga? Ini semua terjadi karena perbuatanmu? Kenapa kau baru sekarang merengek mencegahku pergi menemui Salsa? Apa kau memang tak punya niat menyesali ulahmu?"


"Kenapa semua orang membuatku terciduk? padahal aku tidak melukai Salsa sedikitpun! kakak lihat sendiri siapa yang berakhir di rumah Sakit! aku kan? lalu kenapa kakak menyuruhku meminta maaf lagi padanya! bukankah aku sudah melukai diriku sendiri? aku sudah terluka kak! berarti kami sudah impas!" Sergah Ckala tak terima.


"Ternyata apa yang dikatakan Kevin sangat benar! kamu sungguh tidak tau malu Clara... apa ini balasan kamu dengan sikapku padamu? kau seperti tak menganggapku suamimu! padahal kita sudah berumah tangga hampir 5 tahun!" keluh kak Syam.


"Yah... memang benar aku seperti ini! lalu kak Syam mau apa! Cerai? oke kita bisa langsung ke pengadilan agama sekarang! tapi ingat hak asuh juna akan menjadi milikku dan kak Syam tak ada pernah mendapatkan predikat sebagai ayahnya lagi!" pungkas Clara tersenyum licik.


"Ohh jadi sekarang kau mulai mengancamku? apa kau lupa! aku bisa saja menyuruh Kevin menyerahkan rekaman cctv itu ke pengadilan dan kita lihat siapa yang akan di penjara karena percobaan pembunuhan, lalu hak asuh juna akan di serahkan di tangan siapa?" Seka kak Syam melawan ucapan Clara.


"Kak Syam kau...." Geramnya.


"Hentikan kak! hentikan aku sudah capek mendengar semuanya! bukankah itu sudah menjadi masa lalu? jadi kenapa sekarang harus di ungkit lagi?" jerit Clara merontah, sambil mengacak rambutnya.


Akh akh...


Seketika Clara meringis kesakitan, memegangi perut bekas tusukannya, "Kak tolong aku? sepertinya jahitannya terbuka kak! ini sangat sakit! ahkk... shh" lenguhnya berdesis.


"Berhentilah berbohong! aku tau kali ini kamu mencoba membodohiku lagi!" ucap Kak Syam tak perduli.


"Siapa yang berbohong!!! ini memang sangat sakit!! tolong aku!!" gertaknya yang kemudian memohon.


Kak Syam mengerutkan dahi, "Kamu masih berani membentak? apa begini caramu meminta bantuan kepada orang lain? hah!"


"A-aku mohon kak panggilkan dokter! ini sangat sakit!!!" pinta Clara meringis memegangi perutnya.


Awalnya kak Syam menolak, namun ketika dia melihat baju pasien yang di pakai Clara ada bercak darah tepat di bagian perut istrinya.


Ia mulai panik, hingga akhirnya berlari keluar mencari sang dokter, akan tetapi ketika dia kembali lagi ke dalam kamar, ternyata Clara sudah terbaring di lantai dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Clara... bangun.... " panggil kak Syam dengan suara parau, sembari mengangkat tubuh Clara kembali ke ranjang pasien.


"Dokter! ayo cepat periksa istri saya!" pintanya ke pada dokter yang baru saja datang.


***


Di rumah


Sementara itu! aku kembali kerumah dengan terburu-buru untuk menemui Salsa... namun ketika memasuki rumah, ternyata dalam keadaan kosong tanpa suara.


Aku mulai panik, kondisi rumah ini seperti terakhir kali ketika Salsa kabur dari rumah, namun saat memasuki kamarnya, ternyata koper, pakaian dan semua barangnya masih tertata rapi.


"Ahk sepertinya dia belum pulang! tapi ini sudah malam!" gumamku khawatir.


Hingga larut malam, Salsa tak kunjung menampakkan dirinya, dengan penuh gelisah aku mengambil kunci mobil.


Aku berniat kerumah mamanya, mungkin dia akan melakukan hal yang sama dengan dulu! apalagi Salsa tak pernah menginap ke tempat lain.


Ketika sampai dirumah mertuaku, aku menghela nafas panjang, rasa gugup serta takut kini mulai kurasakan sembari mengetuk pintu.


"Siapa yang bertamu malam-malam? ini kan sudah larut malam?" kesal suara perempuan dari dalam rumah.


Clek....


Pintu terbuka keluarlah mamanya Salsa yang mengucek kedua matanya, "Ehh... Kevin? Ya ampun kirai siapa ternyata menantu kesayangan mama to! Aduh ayo masuk sayang!" ajak mamanya menarik-narik lenganku.


"Tidak usah mah! aku kesini karena ingin meminta maaf sama Salsa!" ucapku menolak dan yakin bahwa Salsa memang ada dirumah ini.


"Hah! apa maksudmu? minta maaf? Salsa? tunggu dulu! apa mama yang salah dengar, Ohh iya Salsa emangnya kemana? kenapa dia tidak sama kamu kesini?" pertanyaan mama sekaligus di ajukan padaku.


"Ja-jadi Salsa tidak ada di sini mah? lalu dia ada di mana?" raungku kaget.


"Kevin... apa maksudmu? kenapa kamu bertanya ke mama? padahal Salsa kan sudah tinggal bersamamu?"


Mendengar itu, kepalaku langsung berdenyut sakit, kakiku seakan tak bertenaga kemudian aku bertekuk lutut di hadapan mama.


"Maafkan aku mah! aku telah menyakiti hati Salsa dan dia kabur lagi dari rumah!" ucapku.


"A-apa!!!" pekik mamanya.


Tiba-tiba mertuaku memegangi dada bagian kirinya, raut wajah yang terlihat kesakitan, tubuhnya gemetar memegang pintu.

__ADS_1


"Ma-mama! mama kenapa?" tanyaku bangkit dan memegang tubuh mertuaku yang hampir saja terkulai ke lantai.


__ADS_2