Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Menuju persidangan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Kevin memberitahuku bahwa hari ini Clara akan menjalani sidang, dan aku bertekad untuk ikut menyaksikan sidang tersebut.


Dan niat lainku adalah ingin menemui Clara untuk tau bagaimana perasaannya setelah terjerumus kepenjara setelah apa yang dia perbuat selama ini.


Demi aku, lagi-lagi Kevin tidak kerumah sakit bahkan selama aku dirumah mama, semua orang memperlakukanku seperti seorang ratu, apalagi pada saat aku ingin membantu mama memasak, aku malah disuruh untuk duduk dan menunggu.


Bahkan seringkali malah Kevin yang membantu mama, ada perasaan bahagia dan bangga dengan sikap Kevin.


Pandanganku terus saja ke arahnya yang tengah sibuk menggulung lengan kemeja yang ia kenakan. Sementara aku sudah selesai bersiap-siap.


Aku tersenyum dan bangkit dari dudukku di tepi ranjang, "Sini! Biar aku bantu!" tawarku meraih lengannya.


"Kamu yakin sudah baikan kan? Aku takut kamu kenapa-napa!" ucapnya menatapku yang tengah serius menggulung rapi lengan kemejanya.


"Iya! Aku sudah sehat kok! Malah aku khawatir sama kamu! Kan akhir-akhir ini kamu sering begadang!" tukasku.


"Aku tidak apa-apa sayang!" jawabnya memegang daguku membuat wajahku mendonggak ke arahnya.


Cup...


Kecupan dibibir meskipun sekilas tapi kehangatannya membekas dan membuat tubuhku rasanya terkinjat.


"Ishh.. Apasih kamu nih mengambil kesempatan aja!" aku memukul pelan lengannya dengan nada manja.


"Heheh istriku kok makin hari makin manis yah? Bisa-bisa nanti aku jadi kecanduan heheh!" godanya.


"Manis apaan sih? Nggak kok!" elakku tersenyum tipis menyembunyikan rasa malu.


"Aku serius sayang! Kamu tambah cantik" katanya memuji dengan senyum lebar menampakkan gigi atas serta bawahnya.


Dengan sikap romantisnya, Kevin memelukku berkali-kali ia menatap mataku dan mendaratkan kecupan tepatnya di keningku.


Tok tok tok


Suara ketuka pintu menyadarkan kami berdua, "Sal... Vin... Ayo sarapan dulu sayang! Mama sudah masak banyak nih! "panggil mama didepan kamarku.

__ADS_1


"Iya mah!" ucapku bersamaan dengan Kevin.


"Hahah kalian ini kompak banget sih!" mama tertawa mendengar sahutanku dengan Kevin.


Moment itu, agaknya menjadi humor receh kami di pagi hari, begitu sederhana tapi sangat membahagiakan.


"Ayo keluar sayang, Mama sudah menunggu!" ucap Kevin menjulurukan tangan dan aku menyambutnya membuat kesepuluh jari kami bertautan.


***


Saat sarapan berlangsung mama terkadang menatapku dan juga Kevin yang bertingkah romantis didepan mereka.


Meskipun momen romantis itu tak berjalan cukup lama sebab aku dan Kevin harus pergi ke persidangan.


Aku pamit, bersamaan dengan itu Kevin mengeluarkan mobilnya dari garasi, tak lupa sebelum aku melangkah kearah mobilnya terlebih dulu Kevin turun dan membukakan pintu mobil untukku.


Diperjalanan, aku dan dia seringkali bertukar pandang, tangan kanannya menyetir sementara tangan kirinya menggenggam tangan kananku.


Genggaman itu tak pernah ia lepas, bahkan ketika macet yang membosankan dia malah


mencium tanganku didalam genggamannya.


"Tidak! Aku tidak mau melepaskanmu!" jawabnya.


"Aku kan disini Vin! Lagian kita udah lama genggamannya!" pintaku, "Ohh oke... Baiklah!" balasnya.


Perlahan tapi pasti ditengah kemacetan, sedikit demi sedikit Mobil yang didepan mobil Kevin melaju pelan.


Aku menyandarkan kepala di kaca jendela mobil, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.


***


Beberapa jam kemudian, Akhirnya kami sampai, Kevin memarkirkan mobilnya, dan langsung mengajakku masuk kegedung persidangan.


Langkah kaki kami seirama, begitu pula dengan genggamannya yang sejak tadi menggenggam tanganku menelusuri lorong gedung menuju ruang persidangan.

__ADS_1


"Vin! Aku mau menemui Clara terlebih dahulu! Apa boleh?" tanyaku penuh harap.


"Sayang! Kenapa kamu sangat tidak sabaran sekali, lebih baik kita menemui Clara setelah persidangannya!" imbuh Kevin di tengah langkah kami.


"Aku mohon biarkan aku bertemu Clara sebelum persidangan Vin!" pintaku lirih.


"Baiklah tapi aku akan ikut bersamamu! aku takut lidah berbisanya kumat lagi!" Kevin akhirnya setuju dan dia membawaku keruangan yang aku saja tak tau.


Namun ia berhenti melangkah dan mengeluarkan ponselnya, "Kamu mau menelfon siapa?" tanyaku, "Aku harus menelfon pengacara kita!" ungkapnya.


"Pengacara? sejak kapan kamu menyewa seorang pengacara?" aku masih bingung pasalnya sebelumnya Kevin tak pernah mengungkit soal pengacara kepadaku.


"Kamu tenang saja sayang! aku sudah mengurus semuanya!" Kevin tersenyum miring.


"Apa jangan-jangan Akhir-akhir ini Kevin sibuk itu, karena menyiapkan semuanya demi aku untuk menghukum Clara?" batinku berusaha menjawab unek-unek yang sempat terfikirkan.


Tak lama kemudian ada seseorang berpakaian rapi bak pengacara handal tersenyum sambil melangkah kearah kami, tampak berwibah sekali bahkan dengan senyumannya saja.


"Halo!" sapa pengacara tersebut setelah berhenti tepat dihadapan kami dan menjulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.


Tak banyak yang terjadi selain hanya perkenalan singkat itu, dan kuketahui nama pengacara tersebut adalah Alex. Dia yang menuntunku dengan Kevin berjalan untuk menemui Clara.


Krek...


pengacara tersebut membuka pintu dan terpampanglah Clara yang tengah terduduk disebuah kursi dengan tangan terborgol, raut wajah yang sangat berantakan, kusam dan terlihat dekil, seorang lelaki yang duduk dihadapan Clara.


Laki-laki tersebut tampaknya tidak asing bagiku, "Itu... kak syam?" kataku kaget lalu menatap Kevin yang ternyata sejak tadi sudah engerutkan dahi menatap datar kearah kedua orang itu yang tak lain Clara dan kak Syam.


"Ehh Sal... salsa... ka-kalian datang!" Kak Syam sepertinya baru menyadari kedatanganku dan Kevin, bahkan perkataannya terbata entah itu kaget atau apa aku sama sekali tak perduli.


Aku melangkah, akan tetapi Kevin seperti menjadi patung hingga aku menyenggol lengannya dan dia tersadar, aku berjalan bersama Kevin menuju kursi tempat duduk Clara dan Kak Syam.


"Kevin!!! akhirnya kamu datang menjengukku? ahh makasih... Vin... boleh bantuin aku nggak! tolong lepaskan borgol ini dari tanganku! sumpah sangat sakit ahk...." Keluh Clara dihadapan Kami bertiga, dengan suara lemah ia berkata seperti itu akan tetapi Kevin sangat acuh.


"Ehh Sal... kita sudah lama tidak bertemu, kamu apa kabar?" tanya Kak Syam dengan senyum kaku.

__ADS_1


"Aku baik kak hanya saja.... "


"Aku... aku minta maaf mewakili Clara ya Sal... maaf! karena karena kakak gagal menjadi seorang suami yang baik! intinya kakak minta maaf sama kalian berdua!" ucap kak Syam membuatku seketika sangat terkejut.


__ADS_2