Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Bunuh saja aku Ma!


__ADS_3

.


"APAAH?" aku tercengang, otakku tak bisa mencerna ucapannya, "lo bilang apa, coba ulangi lagi?".


Aku mengorek kuping demi memastikan perkataannya memanglah seperti itu.


"Aku tidak pernah mengulang perkataan yang baru saja ku ucapkan! Jika kau tidak mendengarnya, terserah..., aku tak perduli!".


Rasa penasaranku semakin menjadi-jadi


Namun Kevin tampak acuh padaku, lalu aku melirik ke mama memandangnya dengan penuh tanda tanya.


"Maksudnya Kevin apa Ma?" Mama membuang muka menghindari pandanganku, "Maksudnya apa ma? " tanyaku lagi dengan nada yang lebih tinggi.


"Aku beri kamu waktu 1 hari untuk bersiap-siap dan besok mamaku akan menjemputmu disini untuk pergi mencoba gaunnya." tegasnya.


Dia mengatakannya seakan tak perlu jawaban dariku lagi, tak memikirkan bagaimana pendapatku.


Kevin kemudian pamit lalu melangkah pergi meninggalkan aku dan mama.


Kini semua perkataannya bertumpuk didalam otakku, baru saja terbangun dari tidur panjang namun ketika terbangun dia sudah datang bermaksud melamar, tapi entahlah lamarannya seakan menjadi teror bagiku.


Aku sepenuhnya belum siap, akan tetapi meskipun aku punya mulut mustahil untuk mengatakan "Tidakkkk" karena mama juga ada disini, dan dia hanya diam menyaksikan kami.


Kini kembali ku pandangi mama, yang sedari tadi menggigit jari sambil mondar-mandir disamping ranjangku.


"Mama!!!" teriakku dengan lantang membuat mama terkejut.

__ADS_1


"Ahh iya sayang! ada apa? kenapa kamu harus berteriak seperti itu?" cetus mama.


"Aku mau tanya sama mama! apa maksudnya Kevin mengatakan itu? kenapa aku begitu tidak mengerti apalagi dia tiba-tiba mempercepat pernikahan, bukannya kita mau melakukan acara pertunangan dulu?" imbuhku bertanya


"Se-sebenarnya Kevin meminta mama untuk mempercepat pernikahan kalian, dan orangtuanya juga sudah setuju, sedangkan ayahmu mungkin hanya kamu yang bisa memberitahunya! dia juga yang menyelamatkanmu nak!" jelas mama membuatku terpaku.


"Menyelamatkanku? Kok bisa?"


"Iya Sal..., Kevin mendonorkan darahnya untuk kamu, karena kamu kekurangan darah, dan kebetulan darah kalian sama!" ungkap mama.


"Aku tidak pernah menyuruhnya menyelamatkanku, jadi Salsa tetap nggak mau mah, Salsa belum siap! " jawabku dengan wajah datar sembari melirik mama dari ekor mataku.


"Nak! mama mengerti, tapi dia sudah menyelamatkanmu, bahkan dia mempercepat pernikahan kalian, apa jangan-jangan dia memang sudah jatuh cinta sama kamu Sal...?" papar mama.


Ucapan mama malah membuatku ingin tertawa, bagaimana bisa mama berpendapat seperti itu yang bahkan tidak tau isi fikirannya Kevin dengan muka datarnya itu.


"Kenapa mama bisa berfikiran seperti itu?"


"Mama mungkin tidak bisa menebaknya dengan benar, tapi mama punya firasat kalau dia itu memang jatuh cinta sama kamu nak!" jawabnya.


Aku semakin tak percaya saja, mama mungkin tak tau maksud terselubungnya Kevin


"Mah, apa mama melihat wajah Kevin tadi, saat dia mengatakan ingin mempercepat pernikahan kami? "


"Mama melihatnya, kenapa kamu harus bertanya seperti itu, mama tau Kevin itu sangat sempurna, ya kan... "


"Hentikan mah!" potongku dengan suara lemah, tak tau lagi harus bagaimana membuat mama tidak berpendapat seperti itu.

__ADS_1


"Cukup mah..., cukup! Salsa nggak bercanda sama mama, kenapa mama tidak pernah mendengarku, kenapa mama tidak mengerti sedikitpun dengan perasaanku, mama tadi lihat sendiri kan? Apa muka Kevin terlihat bahagia, ketika membahas soal nikah? Apa kevin pernah tersenyum ke Salsa? Tidak kan ma? Tidakk!!!" jawabku tegas.


"nak, sejak kapan mama tidak mengerti perasaan kamu sayang?, kan mama sangat sayang sama kamu! Jadi tidak mungkin dong seorang ibu menjerumuskan anaknya sendiri kedalam penderitaan! " tutur mama kembali membuatku menatapnya heran.


"Mama bilang apa? Sayang?, kalau mama sayang sama Salsa! Mama nggak mungkin membiarkan perjodohan ini, dan jika mama sayang sama Salsa, mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi, mama tau anakmu ini sakit hati mah, sangat sakit tapi apa mama hanya menambah penderitaan Salsa, Salsa tau mama mau aku bahagia, tapi bukan begini caranya ma! " keluhku pada mama.


Mama tertengun dengan ocehanku, air matanya kembali menetes, lalu menarikku dalam dekapannya.


"Salsa..., ternyata anak kesayangan mama udah dewasa yah? Udah bisa ngomong sakit hati, apalah itu! Berapa kali mama harus katakan sama kamu sayang! Ini semua kami lakukan karena kami yakin Kevin bisa membuat kamu bahagia!"


Mendengar omongan mama, emosiku bukannya mereda namun malah semakin menjadi-jadi, mungkin wajahku sudah memerah karena hal itu, Perlahan aku mendorong tubuh mama, memisahkan pelukannya dariku.


"Bunuh saja aku mah, Salsa sudah capek hidup, aku ingin tertidur kembali mah, dan kuharap aku tak bangun lagi!" kataku.


.


.


.


.


****Question


Netizen : kira -kira apa yang akan dilakukan sama Salsa thor?


Author : Tenang, sabar, dan nantikanlah besok dan besoknya lagi. 🤣🤣

__ADS_1


Netizen :😑😑😏


NEXT****......???


__ADS_2