Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Bisikku pada Clara


__ADS_3

Aku mulai melangkah begitupula Kevin yang mengikutiku dibelakang


"Sal... Kamu harus memberitahuku dulu!" Seka Kevin menarik tanganku.


"Nanti juga kamu akan mendengarnya sayang!" jawabku.


Tiba didalam sebuah ruangan aku bertemu seorang polisi wanita dan polisi tersebut memanggil Clara setelah aku meminta izin terlebih dahulu.


"Kenapa kalian datang kesini?" suara menggelegar dari seorang wanita yang tak lain adalah Clara dengan emosi.


Aku dan Kevin terdiam sejenak, menatap sinis Clara yang berjalan perlahan kearah kami, "Apa kalian datang hanya ingin menertawakanku? Hahah silahkan, kalian bisa tertawa sepuasnya karena aku juga sudah membuatmu keguguran kan Salsa sayang!" hinanya membuatku seketika geram.


"Ahh iya... Lupa, kalian fikir jika aku di penjara sekarang, kalian bisa hidup bahagia? Hahha oh tidak mungkin! Karena rumah tangga kalian itu pasti akan hancur!" lanjut Clara terus berlagak benar.


"Diam! Kamu memang sudah sakit jiwa! Bagaimana bisa kamu tidak ada rasa bersalah sedikitpun setelah apa yang kamu lakukan selama ini?"timpalku menggertak.


"Jangan mengataiku sakit jiwa!!!" Jerit Clara hendak melayangkan tangannya untuk menamparku namun dengan cepat Kevin memegang tangan Clara yang sedikit lagi hampir mendarat di wajahku.


"Apa kau lupa, aku masih ada disini! Jadi jangan berani menyentuh Salsa sedikitpun dengan tangan kotormu itu! "Ancam Kevin terdengar datar dan dingin.

__ADS_1


"Vin! Jelas-jelas tadi dia mengataiku sakit jiwa! Jadi siapa yang tidak marah jika dikatai seperti itu! Pleaselah... Berhenti untuk selalu membelanya!" Pinta Clara mengadu ke Kevin yang sudah seperti orang yang berbeda.


"Aku bil.... "


"Sayang~! Diamlah, aku biar aku lagi yang bicara oke... " kataku terdengar begitu manja.


Kevin mengangkat sebelah alisnya menatapku heran, "Kamu fikir jika aku keguguran, aku tidak bisa hamil lagi? Hahah Clara...Clara... Padahal aku tak mau lagi berdebat denganmu! Bahkan tadi aku masih sempat merasa kasihan karena melihatmu yang sudah seperti kehilangan akal sehat, namun melihat sikapmu yang sedikitpun tak ada rasa bersalah aku malah ingin tertawa sekarang!" ejekku bersikap tegas.


"Ohh tak ingin lagi berdebat denganku? Hahah apa jangan-jangan seorang Salsa yang keras kepala ini sudah menyerah karena baru saja keguguran? Dan kamu berkata ingin tertawa melihatku? Hahah tertawa saja tidak ada yang melarang, karena apa, Aku hanya dipenjara 15 tahun dan ingat jika aku keluar dari sini, aku bersumpah rumah tangga kalian akan tidak akan pernah baik-baik saja!" Clara berkata dengan nada mencekam.


"Hahah kamu fikir aku akan terprovokasi dengan kata-katamu? Salsa yang lalu itu sudah hilang dan kini orang yang berdiri didepan kamu adalah Salsa yang sebenarnya, jadi aku juga tidak akan segan-segan lagi melawan perkataanmu, jika kamu berharap 15 tahun itu adalah waktu singkat? Maka oke aku akan sabar dan mari lihat dalam 15 tahun itu apa kamu masih baik-baik saja di dalam penjara!" balasku lantang.


"Kau!!! Sal... Ayo pulang, tidak usah mendengar wanita j*lang seperti dia! Dia itu sudah gila!" Ajak Kevin memegang tanganku dan hendak menarik.


Akan tetapi aku menahannya, "Tunggu Vin pembicaraan ku dengan wanita gila ini belum selesai!" bisikku.


"Apalagi Sal ayo pulang sekarang!"


"Tunggu dulu!, Clara... Jujur setiap kali kamu berkata seperti itu rasanya aku ingin tertawa loh.... Karena apa? Karena aku tak bisa menahan tawa melihat orang iri sepertimu, Tapi Yah... Maaf saja rasa irimu itu akan semakin menjadi-jadi dan aku... Sampai kapanpun tak sudi berbagi denganmu!" ungkapku.

__ADS_1


Seketika aku melangkah lebih dekat di samping Clara, dan bersiap membisikkan sesuatu didekat telinganya, "Ahh iya semalam aku dan Kevin seperti pengantin baru loh... Diatas ranjang dengan mencoba berbagai posisi hingga aku kewelahan menghadapinya ahh rasanya sangat nikmat, juniornya juga selalu membuatku puas!" bisikku sengaja ingin membuat dia kesal.


"Dan juga, setelah aku keguguran setiap saat aku dan Kevin selalu bermain-main sesuatu yang Arghh aku tak bisa memberitahumu nanti rasa iri mu bertambah hahah, jadi intinya sebelum kamu keluar dari penjara ini dan berharap mengganggu keharmonisan rumah tanggaku lagi? Aku akan terus melayani Kevin dan membuat keturunan dengannya emm katanya sih dia ingin punya anak yang banyak, ehhh kira-kira anakku nanti mirip siapa ya? Uhh aku mulai penasaran!" kataku lagi.


"Hentikan!!! Kamu benar-benar keterlaluan Salsa! Kamu terlalu banyak berharap!" jerit Clara.


Tiba-tiba Kevin menarik tanganku, dan tangan satunya mencengkram lengan Clara, "Kau...berani-beraninya kau menjerit didepan istriku!!! Apa kamu tak menginginkan nyawamu lagi? Aku bisa saja membuatmu di penjara seumur hidup tapi aku masih berperasaan karena Mengingat Juna! Jadi aku ingatkan untuk kesekian kalinya, berhentilah bersikap seolah-olah tidak bersalah dan renungkan kesalahanmu ditempat ini!" nasehat Kevin.


"Iya Vin! Aku akan berubah kok! Demi kamu dan masa depan Kita!" imbuh Clara dengan cepat bersikap lemah lembut didepan Kevin bahkan lebih cepat daripada membalikkan telapak tangan.


"Sal... Ayo pulang!" Kali ini Kevin benar-benar menarik tanganku dengan keras hingga aku tertarik meninggalkan Clara namun sebelum itu aku sempat berbalik dan memberi Clara senyum meremehkan.


"Ahk Kevin jangan pergi lagi? Jangan tinggalkan Aku di sini! Keluarkan aku Vin!!!" panggil Clara tapi diabaikan oleh seorang Kevin dan untunglah saat aku dan Kevin mulai berjalam ada seorang polisi wanita datang dan membawa Clarapergi dari ruangan Tadi.


Langkah kaki Kevin sangat cepat hingga aku tak bisa mengimbanginya, "Ah Vin! Berhenti dulu! Kita jalannya pelan-pelan saja!" lirihku.


"Tidak boleh seharusnya kita sudah sampai rumah dari tadi tapi kenapa kamu maunya harus bertemu dia dulu?" kesal Kevin ditengah langkahnya.


Begitu ucapannya selesai, dia berhenti melangkah secara tiba-tiba, lalu berbalik kearahku menatapku dengan ekspresi masam, "Aku mau tanya, apa yang kamu bicarakan dengan Clara tadi? Kenapa kamu harus berbisik, dan ahh yang sempat aku dengar sepertinya kamu membicarakanku?" pertanyaan itu sekaligus ia ajukan membuatku spontan terkekeh geli.

__ADS_1


__ADS_2