
Beberapa menit berlalu Ternyata Willy, Lena, David dan Reno ikut menyusul, mereka berjalan cepat ke arahku.
"Tungguin kita Sal..." teriak Lena membuat langkahku terhenti begitu pula dengan Clara.
Aku menoleh dan tak punya pilihan lain untuk menunggu mereka sebab aku tak sudi berjalan berdampingan dengan Clara.
***
Didepan Cafe, aku menunggu Kevin datang, teman-temanku juga tak mau meninggalkanku, apalagi Clara tak mau menjauh dari kami.
"Tante! Tante ngapain masih disini?" tanya Lena. "Ya terserah aku! Kamu tidak usah banyak tanya!" jawab ketus Clara.
"Siapa yang banyak tanya sih tante... Perasaan pertanyaan saya tadi kan cuman satu?" timpal Lena kembali menguji kesabaran Clara.
Dengan kesal kulihat Clara menatap sinis ke arah Lena, "Heh! Kamu tidak usah banyak omong ya! Atau aku akan mencakar mulutmu itu!"
Lena pura-pura ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Reno, "Yangk... Ahhh Takut.... Ada macan jelek mau nerkam gue..." rengek Lena manja menyindir Clara membuatku yang sedari tadi hanya menjadi penonton, ingin tertawa terbahak-bahak.
"Dasar! Arhhh!" Clara mengambil ancang-ancang hendak ingin menghajar Dita, namun langsung di seka oleh Reno willy dan David.
"Jangan berani menyentuhnya! Meskipun itu hanya sehelai rambutnya atau saya tidak akan tinggal diam!" Cekam Reno terdengar menakutkan.
Clara tercengang mungkin karena kaget atau apa, aku tak bisa menebak dengan ekspresi kesalnya.
Ia menghentakkan kaki, dan dan berdiri seperti semula, "Sal... Lo mau nunggu suami lo datang ya? Uhg gue nggak sabar lihat muka suami lo! Emangnya suami lo tuh ganteng ya atau taj...."
Bip bip bip....
Suara Klakson berbunyi didepan cafe membuat ucapan Lena terhenti, Ternyata itu memang Kevin yang turun dari mobil, " Ahh itu kan dokter Kevin yang cute-cute gitu... Jangan bilang kalau itu suami lo Sal?" kaget Lena tercengang melihat Kevin melangkah menghampiri Kami.
Sementara Willy memalingkan wajahnya, "Dia emang suaminya Salsa!" jawab Willy tak mau menatap kedatangan Kevin
__ADS_1
"What! Serius lo? Wahwah... Elo beruntung banget Sal... Punya suami tampan kayak dokter Kevin! Dia juga tajir, wah salut gue sama lo!" Lena tak berhenti memuji Kevin di depanku.
"Ohh jadi maksudnya gue nggak tampan gitu? nggak tajir?" cemburu Reno memutar bola mata bak merajuk manja.
"Ehh nggak kok gue juga beruntung dapatin babang Reno yang tampan uhg gue juga beruntung!" tukas Lena cengingisan.
Namun seketika, Saat Kevin semakin mendekat, Clara yang tadinya berdiri di sampingku drngan lincahnya berlari ke arah Kevin, "Ahh Kevin aku merindukanmu..." seru Clara dengan tak tau malunya merenggakkan tangan bersiap memeluk Kevin akan tetapi, Kevin langsung menghindar.
Awalnya aku hanya diam melihatnya seperti itu, tapi kesabaranku melihatnya sudah di ambang batas, apalagi ia mencoba mendekati Kevin lagi.
Aku melangkah mendekati keduanya, "Sayang ayo pulang!" ajak Kevin berjalan kearahku dan merangkulku ke arah mobilnya melewati Clara
"Aku duluan ya!" pamitku pada Willy, Lena dan Reno dan David yang langsung di sahut iya oleh mereka
"Ehh, Kevin tunggu aku!" Clara mencegah dengan berdiri dihadapan kami, "Aku boleh ikut yah! hari ini aku hanya naik taksi, boleh yah Vin!" pintanya lagi dengan nada melemah.
"Minggir! aku tidak sudi mobilku kotor karena ada kamu! Aku juga tidak mau melihatmu lagi! jadi minggirlah!" tegas Kevin menatap dingin ke arah Clara.
Aku kesal, sangat-sangat kesal, "Clara, sampai kapan kamu mau terus memfitnahku hah! apa kamu tidak capek menuduhku yang tidak-tidak, bahkan kamu sendiri yang mengasut sahabatku untuk menjauh dariku, lalu kapan aku berpelukan?" jelasku penuh amarah.
"Heh! Aku tidak pernah lelah ketika menginginkan sesuatu! dan aku tidak akan semudah itu menyerahkan kekasihku padamu!"
"Kenapa kau sangat tidak tau malu, Kevin itu suamiku, di mana harga dirimu sebagai perempuan yang sudah berkeluarga?" selaku.
Ia kini tersenyum miring, seolah-olah tak mendengar apa yang baru saja kukatakan, "Ohh berkeluarga? Cih sayang sekali aku sudah bercerai dan aku ingin merebut Kevin kembali ke dalam pelukanku" Katanya.
Seketika Kevin mencekram Lengan kiri Clara hingga ia meringis kesakitan, "Beraninya kamu mengatakan itu di depanku, asal kamu tau sampai kapan pun aku tidak sudi berada disampingmu, bahkan aku jijik hanya berhadapan denganmu! jadi sekarang pergilah sebelum aku benar-benar tidak bisa lagi menahan diri." Ancam Kevin begitu emosi hingga menghempas Clara dengan kencang sampai melangkah mundur beberapa langkah.
Aku dan Kevin mulai berjalan lagi menuju Mobilnya, dan sekali lagi Clara ikut menyusul dan tanpa meminta Izin ia masuk kedalam mobil terlebih dahulu tepatnya di kursi tengah.
Kevin sampai mendegus kesal dengan penuh amarah yang mencuak, "Keluar! keluar kamu, keluar sekarang juga!" ia menarik paksa Clara agar keluar dari mobil.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau, izinkan aku ikut Vin! aku mau bersama mu!" pintanya lirih mencoba melepaskan tangan Kevin yang menarik tangannya.
"Keluar!!!" Kevin meraung hingga Clara akhirnya tertarik keluar dan terjatuh tepat disamping pintu mobil.
"Ahk Kevin kenapa kau begitu kasar padaku? aku sudah bercerai Vin! dan aku mau kita kembali seperti dulu!" imbuhnya.
Aku melenguh panjang mendengar pengakuannya, "Clara, didunia ini ada banyak laki-laki kenapa kau harus memperlakukan hidupmi semurahan ini?" kataku.
"Sayang ayo masuk tidak usah perduli dengan orang gila itu!" ucap Kevin membukakan pintu mobil untukku.
Begitu Kevin melebarkan pintunya, aku hendak melangkah namun tanpa kami sadari Clara bangkit dan menarik tanganku hingga terjatuh.
Ahh.... aku menjerit ada rasa sakit yang kurasakan diarea perutku, "Salsa kamu kenapa?" Tanya Kevin panik, " Clara bernai-beraninya kamu mendorong Salsa!" ujar Kevin menatap tajam kearahnya.
"Salsa..." teriak Willy, Lena terdengar sangat keras, mereka berempat berlari ke arahku dengan panik.
"Sal... lo kenapa? Yang mana yang sakit?" Willy berjongkok di sampingku dilain sisi ada Kevin.
"Pe-perutku sakit!" Lenguhku.
"Clara!!!" jerit Kevin berdiri dan menghampiri Clara, ia menjambak rambut Clara dengan sangat keras, "Kenapa! kenapa kamu melakukannya? apa kamu tidak tau kalau Salsa itu hamil hah!"
"A-aku tidak sengaja melakulannya Vin! aku juga tidak terlalu keras menariknya, mungkin dia sengaja terjatuh begitu keras karena dia memang tidak ingin mengandung anakmu Vin!" jawabnya.
Kupandangi Clara dan Kevin dengan samar-samar, di sela rasa sakit yang coba untuk ku tahan, "Kau... kau benar-benar sudah Gila, Ingat Kalau sampai Janinnya Salsa kenapa-napa aku akan benar-benar membunuhmu!" ancamnya lagi melepaskan Tangannya dari rambut Clara.
Ia kembali kesampingku, "Ayo kita kerumah sakit Sal...!" ajaknya.
"Gue mau ikut please..." pinta Willy.
"Tidak usah!" Ketus Kevin memutar bola mata melirik sekilas kearah Willy.
__ADS_1