Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Kesal dengan Mama


__ADS_3

HAPPY READING YA...


JANGAN LUPA TINGGALKAN SEBUAH JEJAK


*Disekolah*


Aku melihat Dita dan Lena berlari ke arahku, Lena seketika memeluk erat hingga membuat nafasku tersenggal.


"Akhhh Salsa. ... kemarin kenapa lo ngak masuk, lo tau ngak sihh hidup gue hampa ngak ada elo!" ucapnya yang masih dalam dekapanku


"Lena....uhhuk Minggir lo mau bunuh gue ya!" seketika Lena melepasku, dia cemberut membuatku tersenyum, sedangkan Willy hanya diam saja.


"Gue nggakpapa kok" jawabku.


Willy kemudian langsung pamit untuk segera kekelasnya.


***


Pulang sekolah seperti biasa, jalan bersama Willy dibawah teriknya matahari yang kian membakar kulit, sesekali kupandangi dia, senyumnya tampak menawan.


Menyadari pandanganku Willy memutar wajahnya, kini mata kami bertemu.


"Kenapa? Ada yang aneh dengan muka gue?, Ohhh apa jangan-jangan lo terpukau ya sama muka maskulin gue? " ucapnya dengan membelai wajah sendiri.

__ADS_1


"Apaan sihh lo dasar narsis! "


Dia tertawa terbahak-bahak membuatku ikut tersenyum, aku hanya berharap waktu berhenti untuk saat ini, melihatnya tertawa membuatku bahagia.


Sepanjang perjalanan kami bercanda gurau hingga tanpa kusadari sebuah mobil berhenti didepan kami, mobil itu tampak tidak asing bagiku dan benar saja orang yang turun dari mobil ternyata adalah mama, sorot matanya seakan ingin menerkamku.


Dia berjalan mendekat, gugup dan rasa takut kini menjalar dengan cepat dipembuluh darahku, aku takut mama salah paham!


"Kamu ngapain jalan sama dia! " bentak mama membuatku terkejut sambil menatap sinis kearah Willy


"Emang kenapa ma! Ini juga bukan pertama kalinya Salsa jalan bareng sama Willy! "


"Enggak Mulai sekarang kalian ngak boleh jalan bareng lagi! " ujar mama yang kemudian langsung menyeretku masuk kedalam mobil.


Aku berusaha membuka kaca mobil namun mama ternyata sudah menguncinya, ingin sekali rasanya berpamitan dengan Willy, sekedar melambaikan tangan saja tapi mama tak membiarkanku melakukan hal itu.


***


Sampai didepan rumah, aku melangkah masuk, berjalan lesu, dengan sangat kesal, suara keras dari sepatuku tampaknya mengusik mama hingga kesal.


"Salsaaaaa kamu ini sudah dewasa! Kenapa kamu masih seperti anak-anak! " teriak mama tetapi aku tak perduli, aku melanjutkan langkah hingga membuka pintu dengan kasar melemparkan tas kesembarang tempat.


Aku hanya kesal dengan sikap mama, dia tak pernah mengerti diriku anak semata wayangnya, perasaan muak memenuhi otakku, aku sempat berfikir apa mama tak pernah menyanyangiku?

__ADS_1


Aku termenung sembari duduk dilantai sambil memeluk kaki sendiri, berharap ada seseorang yang datang menghiburku.


Trinkk


Sebuah pesan kini baru saja masuk dari Via chatku, membukanya dengan malas


"Sal.... Lo udah belajar belum? "


Ternyata pesan itu dari Dita, aku hampir lupa besok adalah hari dimulainya perjuangan semua siswa demi sebuah kertas yang bertuliskan 5 huruf.


"Ahhkk sial belum kelar yang satu ehhh nongol lagi yang lain, kenapa harus sesial ini " batinku


Kini fikiranku berkecamuk semuanya seakan memenuhi sel otakku, hingga pada akhirnya aku tak punya pilihan lain kini rasa stresku hanya bisa kulampiaskan dengan sebuah buku.


Bergulat dengan buku ternyata membuat mataku rasanya sangat berat, hingga huruf yang ada dibuku pun tampak buram


.


.


.


Next??? jangan lupa beri semangt kepada author agar bisa up tiap hari

__ADS_1


__ADS_2