
HAPPY READING YA
JANGAN LUPA TINGGALKAN SEBUAH JEJAK
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuatku menghentikan tangis lalu menghapus air mata dengan cepat, ponsel yang tadinya kugenggam dengan erat kini kusembunyikan dibalik selimut.
"Iya... " teriakku dari dalam kamar tak ada niat berdiri ataupun membuka pintu
"Ini mama sayang! Mama boleh masuk nggak?" Suara mama terdengar dari luar
Ternyata mama masih ada diluar aku takut dia mendengarku tadi ketika menangis
"Tunggu sebentar ma!" teriakku lagi
Setelah memastikan wajahku sudah baik-baik saja, aku bergegas menyuruh mama masuk yang diikuti oleh ayah dan ternyata ada Kevin juga.
"Ngapain lagi dia datang kesini? " batinku
Aku kesal melihatnya, sambil memutar bola mata Aku takut mereka menyadari mata sembabku karena menangis.
"Iya ma! Ada apa?"
Sumpah! Aku mencoba untuk bersikap biasa saja namun kevin terus saja menatapku, apakah dia menyadari mataku yang merah karena menangis? Dia tiba-tiba mengerutkan dahi dengan sorot mata yang dingin
"Sal.. Apa kamu sudah.... "
__ADS_1
"Iya sudah..!" potongku dengan cepat perkataannya
"Sudah apa? " tanyanya heran
"Su-sudah makan kan?" jawabku menebak-nebak
"Sok tau kamu! Aku mau tanya apa kamu sudah merasa baikan? " ucapnya membuatku melongo mendengarnya
"Sal! Kamu kok ditanya gitu doang langsung gugup sihh? Kamu lagi nyembunyiin sesuatu ya?" tanya mama mulai curiga
"Eng-enggak kok ma!"
"kalau ngak ada terus kenapa mata kamu merah kayak gitu? "
Suasana menjadi hening, aku bingung menjawab pertanyaan mama hanya bisa memutar bola mata mencari ide untuk menjawabnya, apakah aku harus jujur?
"In-ini tadi kemasukan debu ma jadi merah hihi" aku gugup sambil cengingisan tak mau menatap mama
"Ohh Maaf ya sayang! Kata dokternya malam ini kamu harus menginap, besok baru bisa pulang! " tutur mama
"Ohh ya udah!" jawabku
Perkataan mama membuatku tambah bosan saja, ponsel yang tadinya kusembunyi kini kuambil lagi, berusaha mencari hiburan sekedar menghilangkan rasa bosan.
"Tante tenang aja, kan ada Kevin! Biar Kevin yang jagain Salsa, jadi Tante sama Om pulang aja kerumah! " ujar Kevin membuatku kembali melongo
"What!!!, Engakkk Salsa ngak mau dia ma! " teriakku
__ADS_1
"Sal!, kamu ngak usah malulahh!, kalau ada nak Kevin mama jadi tenang " ucap mama dengan tersenyum semringah
"Iya sayang! Kita bakal jemput kamu besok pagi kok! " lanjut Ayah.
"Ma..... Yahhhhh " ucapku merengek namun mereka tetap saja pergi meninggalkanku.
Kini hanya ada aku dan Kevin diruangan ini, suasana kembali hening namun seketika dia mulai buka suara
Tiba-tiba Kevin berbalik badan dan hendak melangkah keluar, "Ehh elo mau kemana?" tanyaku gugup.
"Keluar!" jawabnya datar.
"Te-terus gue sama siapa disini?" ucapku terbata.
Ia menoleh ke arahku, "Bukannya tadi kamu bilang sendiri tidak mau aku menemanimu?" katanya terdengar dingin.
"Apa-apaan ini? tadi dia begitu banyak bicara dihadapan mama! terus kenapa sekarang malah dingin ke gue?" gumamku dalam hati.
"Ta-tapi...."
Ia tak lagi mendengarku, malah melanjutkan langkahnya hingga keluar dari pintu, kini aku hanyalah seorang diri.
Lalu Aku menarik selimut, menutupi diri hingga tak terlihat sedikitpun
Sal... Salsa....
suara itu terdengar menggema semakin lama semakin keras, semakin pula membuatku merasa takut.
__ADS_1
.
.