
HAPPY READING
JANGAN LUPA VOTE DONG KAK 🤗🙏
"Emangnya kalau pengantin baru ada yang namanya malam pertama ya?" tanyaku pada diri sendiri sambil memikirkan ucapan mamanya Kevin seraya duduk disofa.
Aku melamun namun kemudian tersadar ketika mengingat koperku masih ada diluar.
"Ya ampun koper gue melarat, mama udah pulang terus siapa yang mau nyuruh Kevin buat ambilin koper gue? Masa gue sih, kalau misal gue pasti ditolak mentah-mentah sama dia! Tapi... Gue Coba aja dulu kali ya!" gumamku lagi.
Aku berjalan naik kelantai dua menuju kesebuah kamar.
Tok tok tok
"Kevin! Bawain masuk koper gue dong! Mama lo juga udah bilang katanya suruh lo aja!" ucapku setelah mengetuk pintu tersebut.
Beberapa menit berlalu aku terus menunggu jawabannya seraya berdiri didepan pintu dengan sesekali kembali mengetuknya.
"Hello Kevin! Lo udah jadi jenazah ya? Nggak mau respon ucapan gue? Atau lo sengaja, woe Kevin ban*sat buka pintunya... " gerutuku mulai kesal.
Pangk pangk
"Buka... Buka... Buka...."
Dengan sekuat tenaga aku menendang pintunya sampai-sampai kakiku terasa sakit.
"Aww jari kaki gue yang cantik ini kayaknya keseleo deh... Sakit banget sumpah!"
Perlahan aku duduk sambil membuka sepatu yang ku pake, dan ternyata memang benar karena terlalu kuat menendang pintu, kulit kakiku menjadi terkelupas.
"Kevin sialan, nggak punya hati, si muka datar Es balok! Huhu jahat banget sama gue, kaki gue sakit banget huhuh!" lirihku kesakitan.
"Oke fine... Gue nggak butuh bantuan loh!" teriakku lagi namun sama sekali tak mendapat respon.
Aku mencoba untuk berdiri, meskipun masih sakit, aku mencoba menahannya lalu perlahan turun kembali ke lantai dasar.
"Oke... Pelan-pelan... Gue pasti bisa! Bisa... Kaki lo cuman terkelupas Sal... Jantung masih jauh dari luka kaki lo!" ucapku sambil menyemangati diri sendiri.
Sampai dilantai dasar aku terus berjalan menuju keteras rumah, seketika aku menjadi tidak bersemangat tatkala melihat koperku yang banyak sekali dari itupun sangat besar-besar.
Akh.. Aku melenguh sambil berjalan malas kearah koperku, seraya berkata" Ya ampun gue nggak nyangka barang gue bakal sebanyak ini, kalau tau mau pindah lebih baik gue sumbangin aja setengah, kalau udah begini yang repot gue sendiri Aa~"
Wuss wusssh
Hamparan angin dingin terdengar membuat bulu kudukku seketika berdiri, aku mulai merasa takut akan hal itu, ditambah pemandangan jalan yang tampak seram, sepi dan hanya ada lampu penerang jalan yang menghiasi.
Jarak rumah besar ini dengan tetangga sebenarnya tidak cukup jauh akan tetapi setelah malam tiba komplek perumahan didaerah sini sudah mulai sunyi, mungkin karena semua penghuninya sudah ada dirumahnya dan bersantai didepan tv masing-masing, fikirku.
Ihhk... Aku meringis ngeri dengan kesunyian tempat ini, meskipun begitu aku mencoba mengabaikannya sambil membawa satu persatu koperku masuk kedalam rumah.
"Tangan gue bisa-bisa putus angkat semua koper ini, kalau gue nggak punya tangan terus gue makannya pake apa? Nggak mungkin dong pake tangannya Kevin!" keluhku ketika duduk disamping koper terakhir.
Krak krak krak
__ADS_1
Seketika aku kaget ketika mendengar sesuatu seperti orang yang menginjak ranting bohon, mataku melotot sembari menatap fokus kearah suara tersebut, namun aku tak berhasil melihatnya karena tempat itu sangat gelap tanpa cahaya sedikitpun.
Bamm....
Ahk....
Suara benda jatuh membuatku sangat terkejut dan takut hingga aku berlari masuk, dengan Koper yang tadinya ku anggap berat kini dengan entengnya aku menariknya seperti kapas.
Aku menutup pintu rapat-rapat seraya bersandar dibalik gagang pintunya, nafasku tersengal-sengal dengan detak jantung yang sangat cepat.
"Hufh hufh... Tapi itu suara apaan? Kok kayak ada hantu sih! Masa komplek perumahan yang mewah ini ada pocong kelilingnya, itu kan cuman difilm!"
Crat crat....
Sesuatu kembali terdengar seperti orang yang mencakar dan suara itu berada dibalik pintu ini, aku menutup mata sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Akh... Hantu...."
Aku menjerit seraya berlari dengan cepat naik kelantai dua menuju kamar Kevin, dan untunglah tidak terkunci seperti tadi sehingga aku bisa langsung masuk.
Mataku terkesima dengan kemewahan kamar ini, semua yang ada diruangan ini membuat mataku tak bisa untuk sekedar berkedip, interior, dan kasur semuanya sangat kusukai.
"Wow... ini kamar kok kayak di hotel berbintang lima ya, mewah banget!"
Karena masih terkagum-kagum dengan semua itu, aku sampai lupa dengan Kevin Dia tak ada dikamar ini, akan tetapi setelah mendengar suara orang mandi aku menjadi yakin kalau dia sedang membersihkan dirinya.
Aku terduduk dipinggir kasur, dengan mata yang masih melihat seisi kamar ini, tiba-tiba mataku tertuju kearah sebuah benda yang ada diatas meja rias lalu berjalan mendekat mencari tau benda tersebut.
"Uhh gue kangen banget sama lo, hari-hari gue terasa hampa karena nggak ada lo cup cup cup!" gumamku dengan memeluk ponsel itu lalu mencium layarnya.
Aku kembali duduk ketempatku tadi, hingga pernyataan mamanya Kevin tentang malam pertama kini muncul lagi dalam otakku, aku yang masih polos tentunya sangat penasaran akan hal itu.
"Oke karena kepo gue udah berada ditingkat maksimum maka salah satu cara mengetahuinya adalah... Jeng jeng jeng, bertanya sama om google heheh" ujarku setelah mendapat ide.
Perlahan tapi pasti aku mulai menekan mikrofon googlenya seraya berkata, "Ok google... Apa yang dilakukan pengantin baru saat malam pertama?"
1 detik
2 detik
.....
5 detik
Akhirnya muncul semua jawaban dari om google, mataku seketika melotot melihat sebuah video yang tertera diberandanya.
Akh... Aku berteriak sambil melempar ponsel itu tepat disampingku.
"A-apa itu tadi? Akh... Mata gue yang masih suci ini kini ternodai, ya ampun.... Mama kok nggak ngasih tau gue sih! Apa jangan-jangan gue aja yang kurang update, Akh Gue benci kepolosan gue!"
Ceklekk
__ADS_1
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan keluarlah Kevin yang baru saja selesai mandi yang hanya berbalut handuk selutut, badan dan rambutnya yang sedikit basah dengan dada sixpack membuatku tertegun melihatnya.
Aku kaget akan hal itu, semua yang tampak oleh mataku sontak membuatku tergiur.
"Kamu kenapa bisa ada disini?" ucapnya sambil berjalan mendekatiku.
"Lo-lo jangan mendekat!"
Mataku mulai terasa berputar setelah melihat Kevin yang Sexy dengan mengingat Video yang ada diberanda google tadi.
Fikiranku mulai buyar, hingga aku merasa ingin segera pingsan. Akan tetapi sebelum aku mulai melakukannya tiba-tiba Kevin tambah mendekat padaku, sangat dekat hingga aroma tubuhnya bisa tercium olehku.
Kini wajahku berada tepat didepan perut sixpacknya hingga deru nafasku saja terpantul kembali kewajahku.
Dag dig dug
Detak jantungku semakin berdetak sangat sangat cepat bahkan melebihi tadi ketika didepan pintu.
"Jangan dekat-dekat sama gue!! " teriakku dengan sekuat tenaga mendorongnya dan tanpa Kusadari dia bahkan tidak terdorong melainkan hanya sedikit menjauh dari wajahku saja, dan lebih tidak terduganya lagi adalah tanganku kini menempel tepat diperutnya yang sangat keras.
OMG....
Aku kembali berteriak seraya menarik paksa tanganku dari perutnya lalu mengibas-ngibaskan layaknya orang sudah memegang benda yang sangat menjijikkan.
"Akh.... Akh... Tangan gue juga ikut ternodai huhuh semua karena lo!" lirihku dengan wajah memelas.
"Kamu ini sudah gila ya? Datang-datang langsung masuk terus teriak-teriak nggak jelas, butuh suntikan penenang?" balas Kevin.
"Ini semua karena lo, lo nggak mau bantuin gue bawain masuk koper gue, terus gue liat hantu tadi lagi cakar-cakar pintu jadi gue cuman bisa lari kesini! " gerutuku kesal.
"Hantu? Mana ada didaerah sini ada hantu!"
"Ya... Ya pokoknya ada lah"
Aku memalingkan wajah namun mataku tak bisa berpaling dari tubuhnya, akh sial...
"Kenapa menatapku?" ucapnya terdengar menggoda.
Tiba-tiba dia mendorong tubuhku diatas kasur lalu menindihku, aku hanya bisa kaget dengan nafas yang kian memburu.
Tanpa kusadari ponsel yang tadinya ku lempar ternyata berada tepat disamping pinggulku saat ini, dan Kevin pada akhirnya melihat hal tersebut dan lebih sialnya lagi ternyata beranda googlenya belum kukeluarkan.
Aku menggigit bibir bawahku sembari memejamkan mata dalam-dalam menahan rasa malu.
"Ohh... Apa kau mau melakukannya sekarang?" tanya Kevin setelah melihat video yang ada diberanda google tersebut.
.
.
.
Untuk part selanjutnya silhkan tunggu besok,
__ADS_1
dan jangan lupa jejaknya ya (Like, koment dan vote seikhlasnya) 🤗