Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Sakit pt2


__ADS_3

Ada banyak suara memanggilku dengan panik, aku tidak tau itu siapa, hanya saja mataku sudah tak bisa ku buka lagi, aku lelah aku hanya ingin tidur, berharap setelah bangun, semuanya sudah lebih baik.


"Salsaaa huhuh, lo bangun dong, jangan tinggalin guee, bangun sal..., bangunnnnn hiks hiks". tangis Lena histeris sambil mengoyang-goyangkan tubuhku


"Lena!!!, lo udah gila ya?, Salsa nggak mati, ngapain lo nangis kayak gitu.. Lebay banget sihh" ketus Dita.


"Heh Dita! Gue nangis ya terserah gue! ngapain lo sewot lagian yang gue keluarin itu air mata gue sendiri bukan air mata lo!"


"Lenaa awas ya!" jawab Dita kesal


"Ehhh kalian lihat Willy nggak?"


"Ohhh Si Willy yang resek itu?" sahut Dita


"Ehh maksud lo apaan?" tanya David heran.


"Jadi gini, tadi itu gue sama Salsa ke kantin, ehh tau-taunya si Willy ada disana makan sama pacar barunya, terus gue sapa dong, gue nanya ke dia, ehhh bukannya dijawab dia malah langsung cabut gitu aja! Di tuhh udahh lupdar tau nggak!" tutur Dita emosi.


"Lohh..., kok dia kayak gitu sihhh?, kan sebelumnya dia ngak pernah kayak gitu kekita, pasti ada yang nggak beres!" curiga David.

__ADS_1


"Mungkin si Willy di teror sama mantannya kali jadi sikapnya langsung berubah" ujar Lena.


"Lenaku tersayang, tercinta, my lope-lope di udara, kalau Willy lagi di teror terus apa hubungannya sama kita!" jawab Dita ketus


"Mungkin muka lo mirip mantannya hahaha" tukas Lena tertawa


"Apasihh lo Lena nggak jelas banget dehh"


"Terserah gue" jawab Lena singkat


"Kalian diamlahh, apa kalian ini tidak tau kalau Salsa belum sadar ha, untuk apa kalian ribut lagi". Gertak David membuat keduanya terdiam menunduk


David hanya bisa termangu heran dengan sikap Willy yang tiba-tiba berubah.


"Sal lo bangun dong!" Seru Dita


Kudengar Ada seseorang memanggil-manggil terus namaku, entahlah mungkin ini mimpi, aku perlahan mulai membuka mata, kepalaku terasa sangat berat seakan ada beban yang menimpa, pelipisku juga sangat sakit.


"Akhh"

__ADS_1


"Salsa...., lo udah sadar?" Teriak Dita dengan berusaha menudukkanku.


"Salsa beib... Lo udah sadar ya? kita itu khawatir banget sama lo!, gue takut lo bakal ninggalin kita Sal huhuhu" ujar Lena langsung memelukku


"Lena jaga mulut lo! " teriak Dita kesal dengan memukul mulut Lena.


"Sshhhtt.., kita dimana?, kepala gue sakit banget? Loh kok gue di infus sihh" tanyaku heran dan kaget ketika sebuah jarum infus telah tertancap di tanganku.


"Lo di ruang UKS Sal, tadi itu muka lo pucat banget terus lo langsung pingsan!, dokter udah periksa lo, katanya lo lagi banyak fikiran jadi lo butuh banyak istirahat!, jadi lebih baik lo pulang aja ya" ujar Dita.


"Enggak..., gue ngak mau pulang, gue mau kekelas aja yah!"


"Sal..., lo itu lagi sakit, lagian kita udah minta izin keguru buat lo!"


Aku merasa lebih tenang berada di sekolah karena ada sahabat yang menemaniku bercanda ria hingga tertawa bersama, sedangkan kalau dirumah aku hanya akan merasa bosan hanya ada mama dan ayah yang selalu membahas tentang perjodohan dan itu malah akan membuatku tambah stres.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2