
Tiba-tiba pintu terbuka ku lihat ayah dan mama berlari mendekatiku, mama langsung memeluk tubuhku.
"Salsaaaaa, kamu udah sadar sayang!, mama khawatir banget sama kamu huhu" tangis mama dalam dekapanku.
"Iya mah, Salsa udah merasa lebih baik sekarang! "
"Ehh kevin tadi jenguk kamu lohh, dia baik banget orangnya...., udah cakep, ganteng pulaaa, mantu idaman pokoknya" puji mama kegirangan.
"Dia bilang apa sama kamu Sal?" Aku tidak tau apa yang harus ku katakan pada mama karena kevin tadi hanya datang membuatku kesal saja.
"Lahh, sal kamu kok diam? "
"Sudahlahh, Ohh iya Kata dokter kamu banyak fikiran?, emangnya kamu lagi mikirin apa?" tanya ayah
"Lagi mikirin ujian minggu depan ayah, kan Salsa jadi stres membagi waktu makanya jadi kayak gini"
"Jadi seorang siswa awalnya memang berat sayang!, tapi kalau Salsa udah sukses nanti hasilnya bakal bisa kamu nikmati! "tutur ayah
"Sama seperti ayah dulu!, ayah tuhhh susah-susah membantu nenek-kakek kamu bertani supaya bisa daftar TNI, nah sekarang ayah bisa nikmati jerih payahnya dan bisa menghidupi kakek dan nenek serta keluarga kita, dan juga ayah bisa seperti itu tak lain dari mama kamu yang setia mensuport ayah, iya kan mama sayang~" lanjut ayah
"Iya dong ayah sayang! " mereka berpelukan di depanku membuatku iri
"jangan romantis-romantisan di depan Salsa" ketusku dengan memutar bola mata.
__ADS_1
"Lohh kenapa sayang!, kamu cemburu sama kami? " ujar mama.
"Siapa yang cemburu?, hanya saja Jiwa jomblo Salsa meronta-ronta" ucapku dengan malu. Namun kulihat ayah dan mama menertawai tingkahku.
"Hahah kamu nihh lucu banget sih Sal, kan sebentar lagi kamu udah ngak jomblo lagi sayang!" ujar mama membuatku terdiam, aku sangat kesal mendengarnya keluar dari mulut mama.
"Mahh aku mau istirahat ya! " ucapan ku dengan memalingkan muka.
"Iya sayang kalau begitu mama sama ayah kamu diluar aja ya!
Ayah dan mama melangkah keluar di tidak tau bahwa saat ini di fikiranku adalah orang itu, orang yang tak kutau apa maksud dari omongannya, yah dia Kevin.
Tatapanku kosong tatkala melihat langit-langit kamar, tubuhku seakan tak bernyawa, tak punya tenaga sama sekali, aku lapar namun ku tahan karena tak suka dengan makanan rumah sakit.
Aku frustasi, entah apa yang harus ku lakukan untuk menghilangkan Kevin yang menjelajahi fikiranku
"Ingin pipis juga! Huhu " aku berusaha berdiri tetapi kakiku lemas sekali hingga membuatku kembali terkapar dilantai.
Seseorang membuka pintu, berlari kearahku, namun tak sempat meliriknya, dia berusaha mengangkat tubuhku kembali keranjang
"Kalau kamu butuh bantuan, kenapa ngak ngomong? Kamu bisu? Atau kamu ngak tau fungsinya mulut? " ujar lelaki itu yang ternyata Kevin.
"Kevin!!! Kenapa bisa elo! Mana mama gue! " teriakku kaget.
__ADS_1
"Mama.....(memanggil) "
"Ckck, kamu takut denganku? Kau kira aku vampir yang menghisap darah orang!" cibirnya
"Mama kamu tidak ada diluar, mereka dipanggil sama dokter yang merawat sakitmu, jadi mereka menyuruhku menjagamu! "
"Ohhhh" ketusku menjawabnya singkat dengan memutar bola mata.
Kupandangi dia yang tak kunjung pergi, dia malah duduk dikursi yang ada di samping ranjangku.
"Ngapain lo masih disini? "
"Lahhh kamu ternyata tuli ya, tadi kan aku sudah mengatakannya kalau orang tua kamu... Itu menyuruhku men-ja-ga-mu..! " jawabnya.
.
.
.
.
Next??? Mohon komentarnya ya agar author semangat supaya bisa up tiap hari๐
__ADS_1