
David melepaskan tangan Dita, dan langsung meraih kembali kerah baju yang dipakai oleh Willy.
"Jadi lo sekarang udah tau? Gimana, merasa bersalah? Ini semua memang karena lo Will, lo nembak Salsa didepan semua orang yang jelas-jelas lo tau disekolah itu ada banyak mantan pacar lo! " ketus David.
"Gue nggak tau itu bakal terjadi Vid!, awalnya gue kira dengan cara itu gue bisa buktiin keseriusan gue sama orang yang benar-benar gue sayang! " balas Willy dengan masih termenung.
"Hah? Jadi lo bener-bener suka sama Salsa?" jawab Lena dan Dita bersamaan.
"Gue tau lo udah lama suka sama Salsa! Tapi bukan gitu Caranya Will, lo nggak harus nembak dia didepan umum! " lanjut David.
"Gue tau, gue salah, sebenarnya gue udah pernah nembak Salsa sebelumnya tapi cuman beberapa jam, dia udah minta putus dan akhirnya kita pisah! " tutur Willy dengan wajah memelasnya, matanya menjadi sayu, tak ada lagi senyum cerah yang biasa ia tampakkan.
"Jadi lo udah jadian, tapi putus!" ucap Lena dan Dita kembali bersamaan
"Sejak kapan? Kok gue nggak tau, ohh apa jangan-jangan waktu lo cuekin kita dikantin itu ya! " ujar Dita membuat Willy mengangguk.
"Mencintai seseorang bukan berarti harus nembak dia didepan banyak pasang mata Will, tapi lo bisa buktiin dengan perhatian dan kasih sayang! " tegas David yang kemudian melepaskan tangannya.
Willy menunduk sambil termenung, ada air mata dipelupuk matanya
"Kalian benar, ini memang salah gue"
Willy seketika berjalan cepat kearah gerbang rumahku
__ADS_1
Ceklekk ceklekk
"Salsa... Lo ada didalam kan? Maafin gue Sal.. " teriaknya dengan keras sembari menggoyang-goyangkan pagar besi rumahku.
David, Lena, dan Dita mendekatinya "Percuma lo teriak-teriak Will, Salsa mungkin nggak ada didalam, kita udah sejam disini tapi nggak pernah direspon sama orang dalam rumah! " ujar Dita.
Willy terkulai lemas terduduk ditanah, dia merasa sangat bersalah, seketika dia mengepalkan tangannya,
"Ahkk sial ini semua gara-gara Nayla si cewek Pel*cur itu" geram Willy.
"Nggak usah lo marah-marah sendiri, lebih baik kita cari Salsa sekarang! " seru David dengan memalingkan wajahnya.
"Gimana kalau kita telfon mamanya Salsa? Siapa tau Salsa lagi sama mereka? Ucap Dita yang kemudian mengambil Ponselnya lalu menekan nomor kontak mama.
"Owhh Dita ya? Begini nak, Salsa sekarang ada dirumah sakit, dia belum sadar sampai sekarang!" jawab mama dalam telfon.
"Dirumah Sakit? Apa yang terjadi sama Salsa tan? " teriak Dita panik sontak membuat David, Lena dan Willy ikut merasa kaget.
"Speaker Dit! Nyalain speakernya! " ucap David, yang kemudian dianggukan oleh Dita, mereka mendekatkan telinga masing-masing tepat diponsel Dita.
"Jadi kemarin itu, Salsa pulang sangat berantakan banyak luka memar dibadannya, terus tante tanya kenapa?, tapi dia tau mau menjawab, jadi tante fikir dia baik-baik saja, terus pas tante masuk kamarnya dia pegang beling nak, terus dia mau mencoba bunuh diri huhuh, tante takut banget sekarang Dita, apalagi Salsa belum sadar! " tutur Mama.
"Terus tante dirumah sakit mana, kami mau kesana jenguk Salsa tan! "
__ADS_1
Setelah Mama menyebut rumah sakitnya mereka saling menatap satu sama lain, mereka setuju untuk berangkat bersama memakai mobil David.
Didalam mobil mereka tampak cemas, Willy yang sangat jelas dengan kecemasannya, wajahnya kini pucat, dia berkeringat dingin, padahal cuaca sedang terik.
Lena memalingkan wajah menyadari kondisi Willy yang berada disampingnya "Lo kenapa Will, kok keringatan lo banyak banget sihh, kita kan nggak lagi jogging! "
Lena mengambil sebuah tissu, perlahan dia mengelap keringat Willy namun seketika Willy melotot dan memalingkan wajahnya.
"Gue nggakpapa!" lirih Willy.
Sementara itu, David yang sedang menyetir sesekali melirik Dita yang terus meremas-remas jemarinya.
"Dita Kenapa? Apa dia masih panik? " batin David.
David seketika meraih jemari Dita, dia menggenggamnya dengan sangat erat, tangan Dita sangat dingin karena panik, Dita kaget ketika tangan itu mulai menghangati tangannya.
David tersenyum dia tak mendapat perlawanan dari Dita. Namun lain halnya dengan Dita yang tampak biasa-biasa saja.
.
.
.
__ADS_1
NEXT???