Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Kevin Berada didepan kamar!


__ADS_3

Kini hanya mama tempat yang bersedia mendengar semua keluh kesahku.


Aku semakin memperdalam pelukanku kepada mama, mengeluarkan semua rasa sesalku lewat tangisan


"Ada Apa sayang! Kau boleh cerita sama mama! mama siap mendengar semuanya.. " Ujar mama dengan terus mengelus punggungku berusaha agar aku menghentikan tangis


Perlahan aku mulai merasa tenang, mengusap air mata lalu melepaskan diri dari pelukan mama, aku ingin menceritakan semuanya ke mama, berharap mama bisa mengerti dan membatalkan pertunanganku.


"Ma! Dengerin Salsa... Tadi itu Kevin bentak Salsa...." aku berusaha merengek


"Lohhh kok bisa, pasti ada alasannya kan?" pungkas mama.


"Jadi Ginii tadikan Salsa buka instagram terus baca komentarnya teman-teman, terus dia langsung rebut hape aku.." rengekku pada mama seolah mengadu.


Kulihat mama mulai geleng-geleng kepala secara pelan. apakah mama akan membatalkan pertunanganku? Mataku berbinar menantikannya.


"Nak... Kevin itu benar, dia pasti merasa kamu mengabaikannya bukan!" jawab mama membuatku tercengang, aku tak habis fikir mama ternyata membelanya dan tebakannya sangatlah tepat, Aku mulai cemberut. Kufikir mama adalah tempat berbagi yang paling sempurna namun ternyata semua tak berada dalam kendaliku


"Jadi mama belain dia? " ucapku dengan muka cemberut


"Salsa.... Kapan kamu dewasa?, kamu kira diabaikan itu menyenangkan? Tidak nak! Kamu salah!!"


"Mama nihh katanya mau hibur Salsa..., tapi bukan gini caranya Ma.. , ini malah bikin Salsa kesel tau! "


"Salsa Kamu bisa fikirkan sendiri bagaimana rasanya diabaikan? "


Aku terdiam mendengar ucapan mama, berfikir mungkin ocehannya ada benarnya.

__ADS_1


"Ohh iya dan ingat kemarin sore Kevin kesini dia masuk kekamar kamu, tapi mama tidak tau apa yang dia lakukan! " ujar mama membuatku teringat sesuatu.


"Jadi orang itu datang kemarin sore? Terus masuk kamar dan mama ngak tau apa yang terjadi? OMG!!! apa jangan-jangan orang itu yang membawaku keranjang? " batinku


Aku syok! Dan langsung menutup muka dengan kedua tanganku.


"Ada apa Sal? " Tanya mama heran


"Ma...! Salsa mau istirahat!" imbuhku


Mama hanya mengangguk dan langsung pergi dari kamarku, kini aku tinggal sendiri, tanpa kusadari aku merasakan pipiku memanas memikirkan Kevin yang membawaku keatas ranjang, apakah dia tak mengambil kesempatan dalam kesempitan? Fikiran itu seakan melayang-layang diudara menghantuiku.


Sementara itu


Ting tong


Clekkk


Matanya terbelalak memandangi orang yang kini berdiri didepan pintu


"Kevin!!! " seru mama yang kemudian menyuruh Kevin masuk dan duduk kembali kesofa


"Maaf ya tante tadi Salsa marah sama saya jadi dia pulang duluan! "


"Ohhh iya... Salsa sudah menceritakan semuanya sama tante, jadi kamu tidak usah khawatir!" jawab mama dengan tersenyum semringah.


"Ohh iya tan.. Salsanya dimana? ponselnya tadi ketinggalan, jadi aku mau balikin"

__ADS_1


Tersenyum layaknya seorang cowok yang sangat ramah.


"Ahhk Dia ada didalam kamarnya kamu masuk aja! " Kevin pamit lalu kemudian melangkah kearah kamarku.


Tok tok tok


Aku tersentak dan langsung membuka pintu, mataku melotot mendapati Kevin kini berada didepan kamarku.


"Elo.....? " teriakku sambil mengarahkan jari telunjuk kepadanya.


Tiba-tiba tangan kekarnya melayang membekap mulutku, aku mulai mundur dan dia malah melangkah,


apa yang mau dia lakukan disini?


Mataku kembali melotot mendapati dia yang menutup pintu kamar, aku syok, takut, perlahan tubuhku mulai gemetar.


Mmbbb mmkkk


Aku mulai susah bernafas karena bekapannya, bagaimana tidak telapak tangan kekar itu seutuhnya menutup mulut dan hidungku.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2