Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Pesan dari Willy


__ADS_3

HAPPY READING YA


JANGAN LUPA TINGGALKAN SEBUAH JEJAK


Sesaat kemudian aku telah selesai, perlahan membuka pintu, aku mengintip berharap orang itu sudah menghilang dari ruangan ini tapi naas ternyata dia masih duduk dikursi yang tadi dengan santainya bermain game.


"Ahhh sial!! "pikirku


Perlahan aku menghampirinya, kutekan rasa maluku berusaha untuk bersikap biasa saja


"Khemmm, kenapa elo masih disini? "


"Ohhh, kamu sudah selesai? "Ucapnya dengan mendonggakkan wajahnya menatapku


"Gue udah selesai jadi lo bisa pergi sekarang! Gue muak liat lo disini!" aku memalingkan wajah menghindari tatapan matanya.


"Lahhh terserah aku dong! Kamu lupa rumah sakit ini milik siapa? "


"Terserah!! " kembali kesal aku melangkahkan kaki menuju kekasur, menutup diri hingga tubuhku tak terlihat, gerahnya berada dalam selimut membuatku sedikit berkeringat.


"Pergi dari sini! Gue mau tidur! " teriakku lagi sembari merasa dia masih ada ditempat yang tadi.


Tap tap tap

__ADS_1


Suara langkah itu membuatku tersenyum lebar, Akhirnya dia pergi, aku merasa tenang sekarang perlahan kubuka kembali selimut! Berharap dia benar-benar tak muncul lagi dihadapanku.


"Hy.... " tutur dia dengan melambaikan tangan tepat didepan mukaku


Aku syok! Ternyata dia masih ada disini, suara itu sepertinya hanya gurauannya saja.


"Ahhh sial!! Aku tertipu"


"Ngapain lo masih disini!"


"Aku mau.... "


Dert.. Dertt


5 menit kemudian


Ruangan rasanya sedikit sunyi setelah Kevin pergi tak ada lagi dia yang menggodaku membuatku kembali merasakan kesepian,


Wangi parfumnya masih tercium membuatku selalu mengingatnya. Tanpa kusadari aku tersenyum mengingat dia menggodaku.


Aku mulai merasa bosan sangat amat bosan, kuraih telfonku, membuka via chat tak ada yang menarik hanya berisi ajakan sahabat yang sekedar hahah hihih dicafe karena aku tak memberi tahu mereka tentang keadaanku, Aku takut membuat mereka panik.


Tingkk

__ADS_1


Sebuah pesan baru seketika membuat mataku melebar, aku syok ternyata itu Pesan dari Willy, sepertinya dia sudah tidak memblokirku, Rasa gugup menjalar tatkala aku mulai membukanya


"Sal! gue rindu!!"


Pesan itu membuatku bahagia ketika membacanya namun kevin tiba-tiba muncul dalam fikiranku, Kutarik nafas dalam-dalam, kuputuskan untuk mengabaikan pesannya meskipun ingin sekali mengatakan "juga" kepadanya.


"Sal! Lo ngak boleh kasi harapan lagi ke Willy! Lo udah lakuin hal yang bener! " gumamku berkata pada diri sendiri.


Tingkkk


Pesan kedua lagi-lagi masuk darinya


"Kenapa cuman di Read sih Sal?,lo lagi sibuk ya! Gue ngak papa kok lo sibuk aja dulu, nanti kalau udah ngak sibuk tolong di balas ya! "


Aku kembali mencoba untuk bersikap biasa saja ketika membacanya namun tanpa kusadari air mata mengalir tanpa seizinku,


"Maafin gue Will! Gue sangat menyayangi lo, mencintai lo dari yang lo bayangin, gue ngak pernah mau putus, gue selalu merindukan lo, gue percaya bahu lo adalah tempat sandaran terbaik yang gue punya ,namun sepertinya semua hanya akan menjadi cerita singkat kita berdua". Gumamku sambil menangis.


Arghhhh huhuh


Kuacak rambutku, marah pada diri sendiri, sekuat inikah perasaanku pada Willy hingga sakitnya bagaikan sebuah pedang menghunus jantungku berkali-kali, lantas dengan apa aku harus mengobatinya, sudahlah biar aku sendiri yang menderita dengan perasaan ini! karena tak ada orang yang mau mengerti diriku.


Next??? jangan lupa kasi semangat kepada author agar bisa up tiap hari๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2