
Aku hanya bisa kaget dan panik, jantung rasanya hampir keluar dari tempatnya, melihat Dita sahabatku yang mulai curiga dengan tingkahku dan Willy
"Ehhh apa hubungannya sama gue! " Tanyaku pura-pura, dengan memutar bola mata
"Udahh lahhh Sal, gue tau kok kalian berdua pasti udah bertengkar! Iya kan?" Tanya Dita.
"Enggak kok! "
"Sal, lo itu nganggap gue sahabat lo kan?, jadi lo jujur aja sama gue" tanyanya penuh harap
Krinkkkkkk krinnkkk
"Ehhhh, Dita kita udah mau upacaraaa" ucapku membuat kami syok mendengar dering dari bell sekolah, yang membuat kami berlari menuju lapangan upacara dengan tergesa-gesa.
"Huffff akhirnya sebuah bel menolongku, aku hampir pingsan karena pertanyaan konyol itu Ditaaa.. .." batinku.
"Ini semua gara-gara Willy kita hampir dihukum gara-gara terlambat!" ucapnya ketika kami sudah memasuki barisan.
"Sudahlahh Ditaaa, ehhh Lena sama David belum nongol-nongol juga?" acapku berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Lihat tuhh sana..."
"Astagaaa Mereka di barisan orang-orang terlambat? "ujarku melihat kedua sahabatku berbaris di barisan yang terpisah dengan peserta upacara.
__ADS_1
"Bener kan kata gue!, Mereka pastinya terlambat! " tutur Dita membuat ku tertawa.
Selama berlangsungnya upacara aku sesekali melirik kearah barisan kelas Willy, ku coba mencari sosoknya, tapi sepertinya dia tak mengikuti upacara ini, lantas kemana dia pergi?
"heyy..., lo cari siapa sihh? " Tanya dita menyadari tingkahku
"Enggak-enggak kok gue ngak nyari siapa-siapa!, hihihi" jawabku cengingisan.
"Hari ini lo aneh banget lohh Sal! "
"Anehh?, gue aneh gimana?" Tanyaku heran.
"Gini, pertama lo ngak banyak bacod, kedua lo kayak orang linglung gitu.., lo lagi punya masalah kan?,cerita dong sama gue, gue siap jadi pendengar yang baik" tanya Dita membuatku terharu karena aku tau, aku orangnya sedikit tertutup kalau masalah keluarga, namun dia mengetahui diriku punya masalah, Mungkin dialah yang namanya sahabat terbaik.
"Ngak Dita gue baik-baik aja kok, mungkin karena gue sering begadang jadi lo lihatnya kayak gitu, makasih lo udah siap jadi pendengar yang baik buat gue, jadi lo ngak usah khawatirin gue" tuturku
"Maaf Dita! gue harus bohong sama lo, gue sebenarnya bener-bener banyak masalah gue mau curhat sama lo, tapi gue ngak sanggup ngeluarinnya" batinku.
Beberapa menit kemudian upacara selesai dan pemberitahuan upacara kali ini berisi tentang persiapan ujian yang akan di laksanakan minggu depan.
"Salsa, Ditaaa" teriak Lena melangkah mendekati kami bersama David, mereka baru saja di hukum membersihkan akibat keterlambatannya.
"Lena, ngapain lo semalam?, kenapa tiap hari senin lo terlambat terus? " Tanya Dita
__ADS_1
"Biasalahhh gue baca komik sampai jam 02:00 pagi gaes, Wahh gue kepantol sama cowok-cowok komiknyaa, mereka semua ganteng-ganteng bener!! " ujar Lena
"Dasar lo terLena, gambar 3D aja lo udah jatuh cinta!" gerutu Dita
"Yahh terserah gue dong, namanya juga kan hobi, dan hobi itu adalah gemeran ngerti! " jawab Lena
"Siapa yang lo ajarin? Lo kira gue anak TK yang ngak tau arti hobi?" Dita mulai kesal.
"Sudahlahh, kalian ngak usah bertengkar lagi!, lebih baik kita ke kelas aja ya kepala gue pusing! " ujarku dengan nada lemas.
"Ehhh lo kok pucat sihh Sal?, lo ngak kenapa-napa kan? " Tanya David.
"Gue baik-baik aj... " ucapanku terhenti
Tubuhku rasanya tak bertenaga seakan-akan tulang-tulang semuanya tak berfungsi, penglihatan mulai buram hingga pada akhirnya aku tak melihat sedikit pun.
.
.
.
.
__ADS_1
Buat Readers jangan lupa Like dan komentnya yaa...
sampai jumpa di capter selanjutnyanya.. 🙏