Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Menelfon Willy


__ADS_3

HAPPY READING YA...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


dan jika berkenan silhkan berikan dukungan dengan vote (seikhlasnya saja) karena dengan begitu maka akan membuat author tambah semangat lagi 😉😁


.


.


Dengan terpaksa, aku menoleh kedepan, meskipun rasa sakit yang mulai muncul dileherku ini, aku mencoba menahannya dan tetap sesekali memandangi Willy hingga sosoknya benar-benar menghilang dari pandanganku.


"Ternyata lo baik-baik aja Will... Gue seneng lo nggakpapa! Tapi entah kenapa hati gue masih sakit karena kecewa sama lo Will, sumpah gue sangat kecewa! " batinku.


5 menit kemudian


"Sal... Udah sampai, turun sayang!, jengk nggak masuk dulu, Ini kan masih hujan? " ajak mama kepada tante Mira.


"Lain kali aja deh Jengk, lagian besok kan kita masih ketemu heheh."


"Ahk iya yahh besok kan resepsinya Kevin sama Salsa yah, kok aku lupa yah jengk hahah" balas mama


Obrolan mereka malah membuatku muak, hingga aku memilih untuk turun dari mobil meninggalkan mereka yang masih berada didalam, aku tidak mengucapkan terimakasih kepada tante Mira setelah mendengarnya mengatakan itu.


Mama sesekali memanggilku, namun aku tak menoleh sedikitpun, derasnya air hujan perlahan membasahi tubuhku, akan tetapi aku kembali mengabaikannya, aku hanya berjalan malas serasa terus membawa kantong cemilanku.


Mama berlari dan menarik lenganku dengan keras.


"Sal... Cepat... Kamu udah basah nihh!" lirih mama dengan menggunakan tas untuk menutupi kepalanya agar tidak basah.


Aku menurut saja, seraya menoleh kebelakang melihat mobil tante Mira sudah menghilang.


Ceklekk


Mama membuka pintunya, dan aku langsung berjalan masuk kearah kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun sama mama.

__ADS_1


Didalam kamar, aku terus memandangi kantong plastik cemilanku, sambil duduk dilantai dengan memeluk kaki sendiri.


Cemilan yang tadinya ingin sekali ku serbu kini tak lagi ku inginkan, aku merasa sudah malas membukanya sekarang.


Ini semua terjadi karena aku melamunkan Willy, yang sejak tadi hinggap difikiranku.


Aku tak habis fikir dengan mama yang tak mau menolongnya dan ini juga membuatku sangat penasaran kenapa mama sangat membenci Willy sampai segitunya.


Lagi-lagi fikiran untuk menelfonnya kembali muncul, namun apalah dayaku yang tak bisa menelfonnya lagi.


"Ehh, kayaknya gue ada hape bekas yang dulu dehh! " gumamku setelah mengingat sesuatu.


Aku coba membuka satu persatu laci yang ada dikamarku, lemari pakaian yang awalnya tertata rapi kini isinya kukeluarkan semua, hingga pada akhirnya aku mendapatkan ponsel bekas yang kupake dulu dibawah lipatan pakaianku.


Aku mencoba mengaktifkannya, namun sepertinya percuma karena tak ada perubahan dari layar hitamnya.


Meskipun seperti itu, semangatku belum terputus, aku meraih charger lalu memasangnya diponsel itu, beberapa menit kemudian akhirnya ponsel tersebut menyala.


Aku kegirangan, seraya melompat-lompat diatas kasur.


Aku mulai menekan nomor ponsel Willy yang sejak dulu sudah kuhafal mati, dan akhirnya tersambung.


"Ayo Will... Angkat dong! Angkat.... " geramku ketika menunggunya yang tak kunjung merespon panggilanku.


📞"Halo... Ini nomornya Salsa kan?" Tanya Willy yang akhirnya mengangkat panggilanku itu.


Aku tak menjawab pertanyaannya melainkan hanya mendengar suara yang kurindukan itu sambil menggigit jari, bagaimana tidak aku merasa sangat bahagia ketika mendengar suaranya, yang seakan mendamaikan semua rasa gelisahku.


📞"Salsa, ini elo kan? Halo... Ada orang nggak sih, kayaknya cuman mirip nomornya Salsa deh, woe kalau lo lagi kosong nggak usah nelfon orang bikin jengkel aja, nggak tau apa gue lagi stres! " celoteh Willy yang geram tak mendengar suara balasanku.


Aku terkekeh mendengar celotehnya itu, hingga dia mengatakan ingin segera mengakhiri panggilan kami, aku malah kaget.


📞"Ehh Willy jangan di matiin ini gue Salsa... "


Setelah mengatakannya ternyata kini giliranku yang tak mendapat respon.

__ADS_1


📞"Halo Will, kok diam sih? Tadi aja masih marah-marah!"


📞"Salsa... Jadi ini beneran elo kan? Lo udah baik-baik aja, maaf ya gue nggak bisa lama-lama nemenin elo dirumah sakit, maaf banget Sal... Tapi elo udah nggakpapa kan? " ucapnya membuatku tercengang.


"Kata mama Willy nggak pernah jenguk gue terus kenapa dia bisa tau semuanya? Apa mama bohong?"tanyaku dalam hati.


📞"Lo tau dari mana kalau gue udah masuk rumah sakit?"


Willy terdiam dalam panggilannya, dia tak percaya ternyata diriku tak tau kehadirannya dirumah sakit.


📞"Emangnya mama lo nggak ngasih tau ke elo ya? ", Aku mengatakan tidak pada Willy yang membuatnya kembali terdiam.


Kini fikiranku mulai berantakan, disisi lain mama berbohong, dan karena kebohongannya aku memutuskan untuk menikah dengan si muka datar itu.


📞"Sal... Gue beneran datang di rumah sakit buat jenguk lo, kalau lo nggak percaya tanya aja sama Dita, Lena dan David kami semua datang jenguk lo Sal, tapi mama lo ngusir kami, jadi dengan terpaksa kami harus pulang! " tutur Willy dengan nada merendah.


Aku kembali kaget, mama ternyata adalah pembohong besar, dia bahkan tak memberitahuku soal kedatangan Dita, Lena dan David, aku sungguh kecewa dengan sikap mama sekarang!, hingga fikiran membatalkan pernikahan kini mulai bermunculan diotakku.


"Ahhk gue bisa minta tolong sama Willy... kita bisa kawin lari, gue mau sekarang yang penting pernikahan ini dibatalkan! " gumamku dalam hati setelah mendapakan ide.


📞"Will sebenarnya besok gue mau menik.... "


Tut tut tut


Ucapanku terpotong ketika mendengar suara dari ponsel itu, aku tidak tau apa yang terjadi, pulsaku masih banyak, namun seketika terputus, aku mencoba menghubunginya lagi akan tetapi nomornya sudah tidak aktif.


Akh... Sial padahal aku mau mengatakan ide yang baru saja ku dapatkan itu, aku sudah siap menanggung resikonya, namun Willy seketika mengakhiri panggilan kami dengan cepat.


Aku geram seraya menggenggam ponselku itu, lalu menjatuhkan diri diatas kasur sambil memeluk guling dengan sangat erat.


Aku ingin menangis, tapi sepertinya percuma saja, kini rasa kesalku kulampiaskan dengan guling yang ada didalam dekapanku sekarang ini memukul, menggigit dan melemparnya hanya itu yang bisa kulakukan hingga guling tersebut tak tampak seperti semula lagi.


.


Next... jangan lupa tambahkan cerita ini difavorit kalian ya ..............❤👇

__ADS_1


__ADS_2