Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Janji


__ADS_3

Aku terdiam sembari terus memandangi botol yang tak kunjung ku terima itu dihadapanku


,mengingat bagaimana aku memutuskannya membuatku malu menerima bantuannya.


"Enggak gue ngak mau!" ujarku menolak


"Sal lo ngak usah keras kepala lagi dehh, lo itu lagi sakit! ,jadi lo minum dulu!" Dia terus menyedorkan botol itu, meraih tanganku lalu menyuruhku memengangnya, membuatku meneteskan air mata.


"Jangan nangis Sal! gue kan pernah bilang sama lo, gue ngak bakal buat lo nangis! "


Aku terpaku dia masih saja perduli denganku tanpa mengingat pernyataan yang pernah ku sampaikan padanya, hatiku kembali merasakan perih, tatkala tiba-tiba dia berjongkok tepat didepan dengan membelakangiku.


"Naik Sal!, gue tau lo ngak bisa jalan lagi!, jadi lebih baik gue gendong lo pulang!" ujarnya dengan wajah memohon


"Ngak Will gue ngak mau!" jawabku dengan memalingkan wajah.


"Sekali ini aja Sal, lo mau nurutin permintaan gue! ",Karena merasa tak tega aku terpaksa naik kepunggungnya.


Kudekapkan wajahku dalam-dalam kepunggungnya, "punggungnya begitu hangat membuatku sangat nyaman", pikirku. tapi apa daya dia tak mungkin menjadi milikku lagi karena perjodohan konyol itu.


ingin sekali rasanya memelukmu lebih erat will....

__ADS_1


Aku merasa tenang sekarang, dia masih perduli denganku, dia datang bagaikan seorang malaikat yang menolongku dari keterpurukan, menjadi secerca harapan untukku tersenyum kembali


"Sal, lo kenapa bisa jadi kayak gini?",ujarnya dengan sesekali melirikku dipunggungnya.


"Sal...??" teriaknya tak mendapat respon


"Sal.., lo tidur ya?" teriaknya lagi


"Enggak gue ngak tidur, Will... gue mau minta maaf sama lo huhuh!" tanpa ku sadari air mata yang sedari tadi ku tahan ketika berada di atas punggungnya kembali mengalir tanpa seizinku


.


"Ehhh lo kenapa nangis lagi?, Enggak Sal, lo ngak salah yang salah itu gue, gue ngak denger penjelasan lo dulu, gue minta maaf!"


"Iya gue janji sama lo!"


"Maaf Sal, gue janji walaupun lo nikah, lo ngak boleh cinta sama suami lo, gue ngak bakal biarin itu terjadi karena hati lo cuman milik gue seorang!" batin Willy


"Makasih Will lo udah ada, tadi gue masih stres tapi setelah lo datang gue jadi sedikit merasa lebih baik" batinku


Sesaat kemudian akhirnya aku sudah berada di depan rumahku, Willy menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Will, gue turun disini aja, makasih ya udah nganterin gue!"


"Iya lo minum obat ya, jangan sampai sakit lagi, kita kan minggu depan udah mau ujian! " ucapannya langsung saja ku anggukan


Dia melangkah menjauh, mataku tak hentinya terus menatap punggungnya yang membelakangiku, kami saling mencintai tetapi tak bisa memiliki mungkin kami hanya bisa sebatas sebuah persahabatan, yang sabenarnya diriku ingin lebih tetapi takdir yang tak mungkin kami ubah lagi.


Kupandangi rumahku, kemudian berjalan masuk dengan lesu, tas yang awalnya ada dipunggung, kini ku seret masuk begitu saja.


"Salsa pulang!!" teriakku lemas, namun tak ada yang meresponku, entah kemana ayah dan mama, aku terhenti sejenak hingga tubuhku tak kuat lagi ingin segera berbaring.


Sejenak aku terdiam lalu melanjutkan langkahku, memegang gagang pintu dengan tak bertenaga membukanya, ku rembahkah diriku diatas kasur terkulai lemas


"Akhhhhh nyamannya"


Aku memejamkan mata hingga tak sadar menyatu dalam mimpi,


"Sal..., Salsa..., bangun sayang!"


aku merasa mama memanggil-manggil terus namaku dengan sangat panik


Kenapa mama memanggilku bukankah ini mimpi? Batinku

__ADS_1


Next??? mohon komentnya ya agar author bisa semangat terus supaya bisa up tiap hari๐Ÿ™


__ADS_2