Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Mata Panda


__ADS_3

HAPPY READING YA GAES


JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK BUAT PART INI YA 😘


Keesokan paginya, aku yang masih dirundung rasa takut karena merasa kesepian dan kesunyian karena sendiri, juga tak pernah tidur semalaman.


Mataku sangat berat sekarang, tadi malam ada beberapa perawat yang masuk mengecek kondisiku, akan tetapi aku hanya pura-pura tertidur, sungguh aku sangat malas berbicara dengan para penghuni rumah sakit ini.


Mereka hanya bisa membuatku kesal, karena ku anggap mereka adalah bawahan dari si gunung es, muka datar itu.


Ceklek


Pintu terbuka lebar ternyata mama datang bersama dengan tante Mira, mamanya Kevin. Aku menatap keduanya dengan malas


"Oh ternyata putri kesayangan mama udah bangun! " ujar mama seraya berjalan mendekatiku.


"Iya dong jengk, sebagai seorang calon istri itu sudah semestinya harus bangun pagi ya kan? " sambung tante Mira.


Mereka berdua tampak tertawa, namun lain halnya dengan aku yang hanya diam membisu.


Akhhhh


Tiba-tiba mama berteriak memecah kebisuanku.


"Apa sih mah! Berisik banget" lirihku kesal


"Salsa... Apa yang terjadi sama mata kamu sayang? Kenapa mata kamu seperti mata panda? " tanya mama dengan menarik wajahku memperhatikan setiap sudut mata mataku yang tampak menghitam.


"Salsa nggakpapa mah!"


"Terus mata kamu kenapa menghitam? Kamu nggak tidur semalaman ya? Ya ampun Salsa... Kamu itu sebentar lagi mau jadi ratu sehari kalau mata kamu begini, bisa-bisa mata panda lebih cantik dari kamu." celoteh mama.


"Ini semua karena Kevin mah!"


"Lohhh anak Tante kenapa sayang? " tanya tante Mira.


"Dia ngambil belahan jiwa Salsa tan! hhuhu."


Gerutuku dengan manja.


"Belahan jiwa?" tanya mama dan tante Mira bersamaan.

__ADS_1


"Ehh Maksudnya ponsel aku mah, diambil sama si gun... Ehh bukan maksud aku diambil sama Kevin!"


Mama dan tante Mira bertukar pandang, mereka tampak heran dengan ucapanku.


"Tante nggak ngerti Sal... Kenapa Kevin langsung menyita ponsel kamu? " Tanya tante Mira lagi.


"Nggak tau tante, Salsa sendiri juga bingung."


"Sudahlah Sal... Nanti pasti dibalikin ponsel kamu ya kan? Kalau gitu mama panggil dokter Charles dehh biar bisa lepasin selang infusnya kamu" lanjut Mama.


Mama akhirnya keluar dan kini hanya ada aku dan tante Mira disampingku, suasana canggung mulai menghampiri, aku sama sekali tidak mood untuk bicara, bukan karena apa! Aku hanya tidak tau pembahasan apa yang bagus untuk dibicarakan dengan tante Mira.


Aku sesekali meliriknya dari ekor mataku, begitu pula dengan tante Mira.


"Khem, Sal... " suara Tante Mira mencoba memulai percakapan kami.


"Iya ada apa Tan? " tanyaku dengan lembut.


"Maaf ya! Kami melakukan ini semua sama kamu, kami tau ini terlalu cepat buat kamu, tapi entahlah sejak kapan Kevin kebelet buat Nikah, dulu dia tidak pernah ngajak pacar atau teman kerumah kami, tapi sekarang pertama lihat kamu dia langsung siap nikah, hadeh anak muda Jaman Now yah?" ungkap Tante Mira.


"Ya ampun Tante, seorang Kevin dibilang anak Muda? Hello... anak tante udah tua kali." gerutuku dalam hati.


"Heheh iya tante, Salsa juga bingung! " aku tertawa kikuk agar bisa dianggap baik-baik saja oleh tante Mira, dan beliau tampaknya juga ikut tersenyum.


"Jangan-jangan si Kevin jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu Sal...."


Ucapan tante Mira itu membuatku termangu seraya mengangkat sebelah alis, aku tida habis fikir, bagaimana bisa mama dan tante Mira berfikiran yang sama?


Padahal Kevin tidak pernah memperlihatkan senyum kebahagiaan didepanku.


Aku terdiam, karena tidak tau harus menjawab apalagi pada tante Mira.


Hingga pada akhirnya Dokter Charles dan mama datang, mereka berjalan mendekat,


Sampai pada akhirnya Dokter Charles dengan senyum ramahnya mengeluarkan tetoskop untuk memeriksakan kondisiku.


"Wahh selamat ya Salsa... Kamu sudah bisa keluar hari ini!" ujar Dokter Charles yang kemudian cemberut dan aku menyadarinya.


"Ehh kenapa Dokter kek gitu? " tanyaku heran.


"Saya tidak apa-apa hanya saja, rumah sakit udah sunyi dong karena sudah tidak ada lagi pasien cantik kayak kamu hhehe" goda Dokter Charles dengan cengingisan yang malah membuatku jijik.

__ADS_1


Aku menyunggingkan bibir lalu menatapnya dengan memutar bola mata


"Weww ternyata ada juga ya dokter selebay orang ini! " cibiran batinku.


"Ahh hhaha dokter nih bisa aja!" jawab Mama.


"Ehh saya serius Loh... Salsa emang cantik! Baru kali ini saya merawat seorang pasien secantik dia! Oh ya Sal... Boleh minta nomor whatsapp kamu nggak? "


Dokter Charles dengan penuh semangat mengambil ponselnya dari balik saku jas dokter yang dipakainya tersebut. Dia sudah bersiap menekan dan meminta nomor ponselku.


"Maaf Dok! Aku lupa nomor Whatsappku, kayaknya sih 12 angka tapi angka-angkanya susah diingat maaf ya! " tolakku.


Aku meliriknya lagi, Dokter Charles tampak kecewa, namun aku sama sekali tidak perduli soal itu.


"Ahh kalau mau Dokter bisa ambil nomor hapenya mama! " ucapku setelah mendapat ide.


"Ahk maaf ya hape saya ternyata mati! Heheh jadi saya mintanya lain kali aja" ucap dokter Charles seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mama dan tante Mira hanya bisa tersenyum menyaksikan kami, mereka tak tau harus apa untuk menengahi percakapan gila yang dilontarkan oleh Dokter Charles.


"Sudah... Dok kami mau pergi ke suatu tempat, apa tidak sebaiknya jarum infusnya


Sudah bisa dicabut?" tanya Mama.


"Akh iya saya lupa..., aduh kalau bercanda sama orang cantik mahh jadinya lupa waktu heheh" lirih dokter Charles lagi.


Beberapa saat kemudian akhirnya dokter Charles melepaskan jarum infusnya, dia juga sudah mengganti perban luka sayatanku.


Dokter Charles hanya berpesan agar tetap menjaga kesahatan dia berkata:


"Salsa... Nggak baik lohh orang yang cantik terus sakit dan menjadi penghuni rumah sakit, jadi jangan terlalu begadang, kamu juga jangan terlalu merasa tertekan, dunia ini hanya sementara jadi nikmatilah sebelum kau tak bisa menikmatinya."


Begitulah kata-kata mutiara yang dilontarkan oleh Dokter Charles sebelum pergi.


.


.


.


NEXT...?

__ADS_1


__ADS_2