
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALAKAN JEJAK KALIAN
"Ya-ya gue ngak enak aja gitu lo terus aja ada disini, apa lo ngak ada kerjaan lain?" tanyaku terbata dengan sedikit berbisik.
"Hahahh jadi sekarang kamu khawatir?"
"Ishhhh udahlah percuma juga bicara sama orang sinting! " cibirku memutar bola mata
Tiba-tiba kurasakan kantong kemihku rasanya sakit sekali seperti ingin meledak,
"auwwww ahkkkkkk sakitttt! " Desahku kembali meremas perut.
"Cihhhh kamu ngak usah pura-pura kesakitan!, kata dokternya kamu udah bisa pulang besok kok karena cuman anemia doang! "
"Ini beneran sakit nji*r!" teriakku
"Akkkkkhhh Sa-sakit"
"Ehhhh beneran ya? " Tanyanya bangkit dan langsung menghampiriku.
Dia ingin memeriksa perutku, ketika dia tiba-tiba membuka kancing baju bagian bawahku dengan tangannya, aku syok! jantungku rasanya ingin melompat keluar dari tempatnya.
"Ap-apa yang lo mau lakuin? " tanyaku terbata dengan menepis tangannya
"Aku ingin memeriksamu, kau kira aku mau melakukan sesuatu?"
"Jangan menyentuhku" Gertakku melihat tangannya mulai meraba dasar kulit perutku.
Aku merasakan geli, sumpah! Aku mencoba untuk bersikap biasa tapi kurasakan dia menghentikan tangannya.
__ADS_1
"Kau gila ya? Apa kau tidak tau menahan kencing bisa mengakibatkan penyakit?" matanya melotot ,urat lehernya muncul tatkala memarahiku.
"A-apa? " ujarku pura-pura polos
"Ahh dia adalah seorang dokter dia bisa saja dengan mudah menebak segala penyakit" batinku.
Aku syok ketika dia tiba-tiba mengangkat tubuhku.
"Apa yang mau kau lakukan? Turunkan aku!!" rontahkanku tak dia perdulikan dia hanya bisa diam seribu bahasa
"Ada apa dengan orang ini? Apa jangan-jangan dia mau membawaku ke wc? " batinku.
Ternyata benar, Kevin mau membawaku ke kamar mandi, aku panik detak jantung yang semula biasa saja kini berdebar seirama dengan langkahnya
Deg
Aku hanya bisa diam terpaku, Pandanganku tak luput dari wajahnya, Dagu yang sedikit runcing itu menghiasi wajah tampannya, Ahhh sepertinya aku terpana, kurasakan wajahku Memanas.
Tanpa kusadari aku tertegun melihatnya
Dia Memegang gagang pintu lalu membukanya, dia perlahan menurunkanku,
Sontak aku kembali memandangnya,
"Makasih!" ucapku ketus
Kembali kupandangi dia yang kini berdiri tepat didepanku sambil mengerutkan dahi
Kenapa pria ini masih disini?, apa dia mau melihatku pipis? " batinku
Aku mulai risih dia tak kunjung pergi, malahan sorot matanya terus tertuju kearahku.
__ADS_1
"Khemmmm "
Aku berdehem agar dia peka untuk segera pergi namun dia sama sekali tak mengerti, dia malah mendekatkan wajahnya kewajahku sembari tersenyum.
"Ada apa? " ujarnya tersenyum penuh makna membuatku tambah gelisah.
Aku menarik nafas dalam-dalam, Apa aku harus mengatakannya?
"Gue mau pipis! kenapa lo masih disini? " tanyaku dengan nada sedikit tinggi
"terus... " ucapnya singkat
Aku kaget seketika dia kembali mendekatkan wajahnya, deru nafasnya menghembus kekulit wajahku, aku gugup, entah kenapa aku merasa salah tingkah.
"Kenapa orang ini tak tau malu sekali! " batinku
"Anu.... Itu.... Gue mau lo keluar! " bentakku dengan wajah memerah
"Cihhh jadi sekarang kamu malu~, sebentar lagi kan kita udah SAH lohhh jadi nggak usah malu lah~" ucapnya tersenyum nakal.
"Apaan sihh gue bilang lo keluar.....!!! "
Aku mendorongnya keluar sekuat tenaga lalu menutupnya kembali, aku terdiam sejenak dengan menarik nafas dalam-dalam.
"Dasar pria bren*sek, dia kira gue nihh cewek apaan!"
"Kamu yakin nggak butuh bantuan aku? ~" pintanya dari luar
"Diam!!! " seketika aku mengedor pintu dengan sangat keras karena terlalu jengkel dengannya.
.
__ADS_1
.
.