
Aku hanya bisa pasrah dengan semua lika-liku kehidupanku, walau aku ingin menolak tetapi mau tak mau aku tetap harus menjalaninya.
"Iya Om!, lagian Salsa juga mau fokus belajar dulu, untuk persiapan ujian! " ujarku
"Semangat ya sayang!, kamu ngak usah dulu fikirin perjodohan ini, kamu hanya harus fokus dulu supaya bisa sukses kayak anak tante!" Sambung Tante Mira dengan menepuk bahu Kevin yang membuatnya sedikit tersenyum.
"Mmk iya Tante makasih dukungannya"
"Nahh kalau begitu soal acara pertunangannya kita harus undang keluarga dekat saja, bagaimana?" tutur ayah.
"itu semua terserah kamu saja, tapi pada saat resepsi kita harus mengundang keluarga jauh juga " lanjut Om Bram. Aku hanya bisa menyimak pembicaraan mereka begitu pula dengan Dia.
"Oke kalau soal gaunnya tante bakal telfon kamu nanti setelah kamu selesai ujian gimana?" ucap Tante Mira menyadarkanku.
"Ii-iya tante! "jawabku singkat.
"kamu tenang saja jengk, saya kan ada, jadi semua masalah itu bisa kita atur!" ujar mama.
"Aduhhh ngak sabar banget aku lohh jenk, bentar lagi kita udah jadi besan!" tutur tante Mira kepada mama.
"Iyaa jenkk hehehe" mereka berdua tertawa diatas penderitaanku.
__ADS_1
Andai saja aku bisa mengatakan "Tidakkkk" pada semua, namun itu hanyalah angan-anganku saja, kata itu sangat sulit untuk ku ucapkan dengan bibirku ini.
"Oke jadi fix ya!, semoga acaranya nanti berjalan dengan lancar, Aminn! " lanjut Mama.
Setelah pembahasan itu akhirnya mereka pulang
"Ohh iya jengk, ngak kerasa ya kami sudah beberapa jam disini, bahas pertunangannya ternyata lama banget, lagian kalau bicara sama keluarga kalian kami nyaman sihh jadi lupa waktu" canda Tante Mira membuat ayah dan mama tertawa.
"Hahah iya jengkk ngak apa apa kok kalau misal kalian mau bermalam juga ngak masalah bagi kami, iya ngak yahh? " tutur mama bertanya kepada ayah dan langsung dianggukannya.
"Ehhh enggak-enggak jengk saya cuman bercanda doang jangan di masukin kehati ya!, ohhh iya ini udah sore, kami mau pamit pulang dulu ya" lanjutnya.
"Lohh kok buru-buru sihh jeng"
"Hehe lain kali kami bakalan datang kesini lagi kok! "jawab Tante Mira.
Mama hanya bisa membalasnya dengan senyuman, akhirnya om Bram dan Tante Mira berjalan keluar di ikuti oleh Kevin.
"Saya pamit dulu ya om, tante" ucao kevin yang langsung di anggukan oleh orangtuaku, namun lain halnya denganku dia memandangiku dengan tatapan dingin yang membuatku kesal.
"Apa lo lihat-lihat, ngajak berantem lo? Pake tatapan ngak jelas banget lagi, kesal banget gue "batinku menantang.
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya meninggalkan rumahku sepenuhnya.
"Ada apa denganmu Sal? " tanya mama menyadari kekesalanku.
"Jadi itu cowok yang mama maksud bakal jadi orang yang akan ngejagain Salsa di masa depan?, jadi dia ma?, dia sepertinya orang sombong mah, dan juga mama lihat kan tadi bagaimana cara dia menatap Salsa..., kalian lihat kan? " ucapku dengan kesal.
"Dia cowok baik-baik Sal, tadi dia sepertinya Ramah kok, banyak senyum sama ayah! " jawab ayah.
"Dia itu tersenyum hanya kepada ayah dan mama tapi lain halnya dengan Salsaaa mah, yah," ujarku tambah kesal.
"Tidak sayang!, kamu mungkin hanya salah lihat! " ucap mama berusaha menenangkanku.
"Kapan kalian mau Mengerti perasaan Salsa! " ucapku dan langsung berlari menuju kamar meninggalkan mereka, menangis disela-sela langkahku, sambil berulang kali ku pukul dadaku berharap sakitnya berkurang.
.
.
.
.
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya
jangn lupa like dan koment🙏