
Aku hanya bisa panik melihat kondisi mamaku
"Makasih sayang" diminumnya obat tersebut.
"Maafkan Salsa ma! " ucapku lalu kemudian menunduk
"Ini bukan sepenuhnya salah kamu sayang!, ini salah mama yang terlalu lemah, maaf!" Mama neneteskan air mata membuatku tambah merasa bersalah.
"Ngak ma ini salah Salsaa!" kupeluk erat tubuh mama, tanpa kusadari air mata mengalir di pipiku, mama membalas pelukanku.
"Udah sayang! Kamu jangan nangis dong, nanti anak kesayangan mama ini cantiknya berkurang". Hibur mama membuatku memekik.
Beberapa saat kemudian mama menghapus air mataku dengan jemarinya.
"Sal, mama kesini karena mau membahas hal yang tadi!" mendegar itu aku terdiam.
"Maksud ayah kamu, itu ngak seperti yang kamu fikirkan sayang!" lanjut Mama
"Terus apa ma?,kalau bukan seperti itu terus apa?? " tanyaku dengan sedikit emosi.
"Mama dan ayahmu bermaksud menjodohkan kalian karena kami fikir dia mampu menjaga kamu kedepannya sayang!" jawab Mama membuatku tambah heran.
"Menjaga Salsa kedepannya?, Mama fikir dong! Salsa masih SMA mah, lagian Salsa juga belum pernah bertemu dengan Dia"
__ADS_1
"Justru itu, besok dia bakalan Datang kerumah kita, dia mau bertemu denganmu Sayang!"
"Tapi Salsa belum siap berkeluarga Mah!, dan juga Salsaaa udah punya pacar sekarang!"
"Apa? Sejak kapan kamu berhubungan dengan cowok ha" gertak mama.
"Salsa sangat menyukai dia ma, dan dia juga menyayangi Salsa dengan tulus".
"Siapa dia?" Tanya mama yang mulai emosi.
"Dia Willy mah, yang sering kesini jemput Salsa kalau mau kesekolah! " jawabku.
"Enggak, mama tidak merestui hubungan kalian jadi, mama mohon akhiri segera hubunganmu dengannya".
"Salsa sejak kapan kamu mulai ngelawan mama?"
"Maaf Ma!" ku jawab singkat
"Ohhh, jangan-jangan kamu udah dipelet sama dia ha!"
"Itu ngak mungkin ma, dan aku sudah menyukai dia selama 3 tahun jadi kami ngak mungkin putus"
"Salsaaaaa! " gertak mama yang kemudian kembali merasa sakit di bagian jantungnya.
__ADS_1
"Akhhhhh"
"Mama jangan banyak emosi dong!, kan jadi gini jadinyaaa"
"Sal, mama mohon kamu mau melakukan perjodohan ini ya, mungkin ini permintaan terakhir mama Nak!".
"Mama jangan ngomong kayak gitu dong!, dan walaupun mama bilang begitu keputusan Salsa ngak bisa di ganggu gugat!"
"Akhhhhh, Sal, mama mohon" ucap mama dengan wajah memelas.
"I-iya ma, tapi mama harus sehat yahh"
Dengan terpaksa aku menyetujui permintaan mama, namun aku takut menyampaikan hal ini kepada Willy, aku takut membuat dia marah ataupun kecewa, lalu kulihat mama sudah mulai tersenyum mendengar pengakuanku.
"Makasih sayang! " tersenyum semringah
"Yaudah, mama istirahat dikamaraja ya? "
Mama mengangguk pertanda bahwa dia setuju, ku bopong tubuh mama menuju kekamarnya, kurebahkan tubuhnya lalu ku ambilkan selimut, kulihat mama mulai menutup mata, lalu kemudian aku beranjak dari kamar tersebut.
Aku melangkah menuju kamarku dengan gelisah, kuraih telfon yang ada diatas kasur, ku buka via whats appku, kulihat panggilan tak terjawab Willy sebanyak 37 kali, aku panik bercampur gelisah, entah apa yang harus aku katakan padanya. Hingga akhirnya dia kembali menelfon, aku takut menjawabnya, namun ku ingat janjiku kepada mama, lalu aku menjawabnya.
"Halo Sal!, Lo tadi kemana sihh, gue telfon terus dari tadi tapi kok ngak di jawab? Lo ngak kenapa-napa kan? " tanya Wlly terdengar panik
__ADS_1
"Will Maaf, gue mau minta Putus! "ucapku