Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Malas Gerak


__ADS_3

Aku termenung memandangi rumahku menatapnya malas tak ingin sekali rasanya masuk kerumah! Hanya ada rasa bosan yang senantiasa menghampiriku.


"Ayo masuk sayang! Kamu mau makan dulu atau mau langsung istirahat? " tanya menyadarkanku dari lamunan.


Berjalan lesu dengan wajah pucat pasi membuatku tak ada nafsu makan dan lebih memilih untuk segera bergulat dengan selimut


Aku mengambil ponselku membuka via whats aap ada banyak pesan masuk dari Dita, Lena Willy dan David mereka menanyakan perihal yang sama " kenapa nggak masuk sekolah? "


Namun aku enggan membalasnya mengetik saja membuatku malas menggerakkan jari.


Aku hanya lelah, ingin segera tidur menyerahkan semua fikiran kepada sang mimpi berharap ada sebuah mimpi indah yang menyambutku.


***


Matahari kini menampakkan wujudku, terangnya memasuki dan menyinari celah-celah jendela namun aku masih bergulung malas dibalik selimut.


Sebenarnya aku sudah terbangun beberapa menit yang lalu hanya saja hari ini aku masih malas untuk beranjak Dan meninggalkan selimut hangatku.


Tetapi mengingat besok adalah hari ujian aku bergegas, berjalan memasuki kamar mandi dan bersiap untuk kesekolah hari ini, karena ini adalah detik-detik berharga dengan sahabat.

__ADS_1


15 menit kemudian aku telah selesai namun aku kembali menatap sosokku dibalik cermin, wajah yang masih pucat, pipi tambah tirus, aku takut membuat sabahatku terkejut, aku meraih tas kecil berisi make up ku olesi wajahku sedikit bedak serta liptint dibibirku untuk menutupi pucatnya.


Setelah memastikannya aku telah siap, dab telah rapi, aku berjalan keluar


"Makan dulu Sal!! " teriak mama disela langkahku


"Salsa makan dikantin aja ma! "


Aku melanjutkan langkahku berlari keluar aku terdiam sembari melihat Willy yang sudah ada didepan rumah menungguku.


"Willy!!! kok ngak ngak nelfon gue dulu sihh"


"Chat gue aja lo read apalagi ditelfon takutnya langsung dimatiin" jawabnya dengan memutar bola mata membuatku tersenyum .


"Kemarin lo kemana kok ngak masuk sekolah?, gue kemarin nunggu lo disini berjam-jam tapi kata satpam lo ngak ada! "


"Gu-gue dari liburan biasalahh sentar lagikan ujian jadi refresin otak dulu" ucapku dengan berbohong dan langsung dianggukannya.


Obrolan itu berlanjut disepanjang jalan menuju kesekolah.

__ADS_1


WILLY POV


aku teramat sangat menyayanginya, sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam seringkali mendorongku untuk segera menjadikannya milikku selamanya.


Namun selalu dipatahkan dengan fikiran takut dan ragu, apakah aku seorang pengecut? Mungkin iya, aku hanya bisa melampiaskan perasaanku dengan semua cewek yang berusaha mendekatiku, tetapi disaat aku melakukannya batinku malah tersiksa dan fikiranku dipenuhi oleh Salsa.


Terkadang tenggorokanku rasanya sangat gatal untuk sekedar bilang suka dengannya, bibir ini terasa kaku saat ingin sekali mengucapkan kata itu.


Melihatnya tersenyum membuatku merasakan kehangatan, rasanya aku juga ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan.


Terkadang dia juga hadir dalam mimpiku.


Yang ku tau, dulu aku masih belum punya keberanian untuk melakukan hal itu, namun kini sekarang aku sudah siap tetapi apakah aku sudah terlambat? Kini keberanian itu seketika menjadi sirna bagiku tatkala mendengar dia akan dijodohkan, tidak!! Aku tidak bakal membiarkannya.


Bagaimana bisa aku membiarkannya bersama dengan orang lain, jika itu terjadi bagaimana denganku, bagaimana aku melewati hari tanpa melihat senyumnya lagi, jelas-jelas dia juga menyanyangiku tetapi siapa yang berhak untuk disalahkan, takdir?? mungkin iya!


.


.

__ADS_1


.


Next...??? Jangan lupa beri semangat pada author buat bisa up lagi🤗


__ADS_2