
Kevin keluar dari ruang Cctv, wajahnya pucat pasih, sambil menggengam ponsel yang di dalamnya terdapat salinan rekaman kejadian tadi.
Ia bahkan seringkali bengong menelusuri lorong rumah sakit, langkah kakinya begitu tak teratur, seolah seperti langkah orang mabuk.
Namun ia tak perduli, bahkan terkadang ia sedikit berlari menuju kamar tempat Clara di rawat.
Brak...
Kevin membuka pintunya dengan kasar, dilihatnya Clara yang sudah agak baikan, bahkan sudah bisa terduduk di atas ranjang pasien.
"Kevin... Ternyata kamu datang kesini untuk menjengukku ya? Makasih...." ucap Clara genit tersenyum lebar menyambut, sedangkan Kevin berjalan cepat ke arahnya dengan penuh emosi yang meluap-luap.
Seketika Kevin memegang kerah baju pasien yang di pakai oleh Clara, "Kenapa! Kenapa kamu melakukannya Clara!!!" raung Kevin semakin mencengkram.
"Ahk uhhuk uhhuk... Apa maksudmu Vin... Aku melakukan apa? Ahh tolong lepaskan Tanganmu aku tercekik!" balasnya.
Bukannya menuruti permintaan Clara, Kevin malah menambah cengkramannya sehingga nafas Clara tersenggal-senggal.
"Lepaskan Vin... Lepaskan uhhuk uhhuk, kamu bisa membunuhku jika seperti ini!" pinta Clara memelas.
"Aku memang berniat membunuhmu sekarang! Karena kamu sudah sangat keterlaluan, kamu sudah membuatku menyakiti Salsa... Kamu membuat rumah tanggaku retak Clara...." Marah Kevin.
"Apa maksudmu Vin... Aku tidak mengerti!!!" serkah Clara berbohong
"Kevin apa yang kamu lakukan! Lepaskan istriku!" Sahut Kak Syam yang baru datang dan melihat Kevin berbuat kasar kepada istrinya.
Kevin malah tidak perduli ia bahkan tak melepaskan tangannya dari kerah baju Clara tatapan tajam bak menusuknya sontak membuat Clara gemetar takut.
Bug...
Tiba-tiba saja Kak Syam melayangkan tinjunya ke wajah Kevin dengan sangat keras, membuat Kevin terhempas dan terlempar ke arah tembok, kepalanya sampai terbentur karena pukulan kak Syam.
Wajah Kevin memerah bekas pukulan itu, Clara yang melihatnya seketika terkejut lalu bangkit sembari memegang perutnya.
Clara turun dari ranjang menghampiri Kevin, "Kak Syam apa yang kau lakukan! Jangan menyakiti Kevin!" protes Clara menghalagi kak Syam yang hendak memukuli Kevin lagi.
"Jangan hentikan aku Clara, dia mau menyakitimu tadi, tapi kenapa kamu membelanya hah?" Kak Syam terheran-heran dengan Clara yang tidak berpihak padanya.
"A-aku... Hanya tidak ingin ada yang terluka diantara kalian karena aku!" jawab Clara setelah mendapat ide.
"Sudah cukup Clara!!! Hentikan semua sandiwara konyolmu ini!" gertak Kevin sontak membuat Kak Syam mengerutkan dahi.
"Sandiwara? Apa maksudmu Vin... Aku sungguh tidak paham!" ujar Kak Syam.
"A-anu kak itu cuman kesalahpahaman kecil doang hahah iya kan Vin.... " balas cepat Clara menatap sekilas suaminya lalu berpindah melirik Kevin seraya mengedipkan mata berkali-kali memberi isyarat.
Kevin membalas tatapannya, "Aku muak! Aku sudah muak Clara, dan aku tidak mau lagi jadi korban kegilaanmu!!!" tegas Kevin yang kemudian berdiri di ikuti oleh Clara.
__ADS_1
"Ahhah jangan marah-marah Vin... Ini rumah sakit, kamu tidak boleh berteriak-teriak nanti ada pasien yang terganggu!" ucap Clara mengalihkan pembicaraan.
"Ohh iya aku mau bicara serius sama kamu! Aku dan kak Syam memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum! Aku bisa mengerti dia adalah adik sepupu iparku tapi aku tidak bisa terima dengan perlakuannya ini padaku! Apalagi dia ingin membunuhku Vin... Apa kamu masih bisa mempertahankannya sebagai istrimu?" hasut Clara yang di anggukan oleh suaminya.
Namun sayang sekali Kevin yang sudah mengetahui fakta di balik kejadian itu malah terkekeh dengan keras, bahkan suara tawanya menggema mengisi kamar tempat tersebut yang tidak terlalu agak besar.
"Ahhah kalian mau membawa masalah ini ke jalur hukum ya? Baik aku akan melakukan semua permintaan kamu!" balas Kevin tertawa kencang menatap Sinis ke arah Clara.
"Kevin! Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu tertawa, apa yang lucu? Bukankah seharusnya kamu menghalagi kami agar masalah ini tidak panjang seperti yang kamu katakan kepadaku tadi?" ucap Kak Syam bingung.
"Hahah kenapa aku harus menghalangi kalian kalau aku sudah mengetahui fakta yang sebenarnya?" imbuh Kevin lagi tanpa menjelaskan soal rekaman yang ia miliki.
"Yah kamu benar sekali Kevin... Awalnya aku juga tidak mau melaporkan masalah ini tapi orang jahat memang harus mencekam di penjara agar dia bisa merenungkan kesalahannya, bukankah begitu?" tutur Clara masih belum mengerti maksud yang sebenarnya dari pernyataan Kevin.
"Kamu memang luar biasa Clara! Ohh iya kamu bilang orang jahat harus mencekam di penjara? Kalau begitu ayo cepat kita laporkan masalah ini, aku tidak sabar melihat penjahatnya berada di balik jeruji besi!" ungkap Kevin tersenyum penuh makna.
"Tunggu dulu Vin... Kenapa aku merasa kamu sangat senang melakukan ini? Salsa kan istrimu! Lalu apa kamu sebahagia ini melihat dia akan segera di penjara?" ucap Kak Syam.
"Hahah kalau saja aku belum mengetahui kebenarannya! Mungkin aku tidak akan sebahagia ini, bahkan aku sudah tidak tahan lagi ingin segera melihat orang bodoh yang membodohiku hingga menyakiti orang yang baru saja membuatku jatuh cinta, membuat pernikahanku yang baru seumur jagung menjadi retak, apalagi penjahat yang tidak tau malu itu rela merangkak naik di ranjang orang yang sudah beristri jadi untuk apa lagi kita membiarkannya menghirup udara segar kalau tempat yang seharusnya ia tempati adalah di dalam penjara, yang semua orang disana hampir serupa dengannya!, ahk aku sungguh tidak sabar melihat orang bodoh yang melukai dirinya sendiri itu mendapatkan hukuman" cibir Kevin menyindir pedas Clara.
"Berhentilah berbelit-belit Vin... Aku sudah paham sekarang! Orang yang kamu maksud bukanlah Salsa tapi aku masih tidak tau siapa yang kamu maksud dengan penjahat itu? Kalau kamu berbicara terus terang saja tidak usah membuat orang pusing karena omonganmu itu!" Seka kak Syam kesal.
"Apa jangan-jangan.... " kak Syam mulai curiga, hingga dia mengarahkan pandangannya ke sang istri, ia menduga Kevin sedang menyindir Clara, dugaannya itu semakin kuat apalagi melihat Clara yang terlihat sangat gugup mengenggam tangannya sendiri.
"Silahkan tanyakan pada istrimu!" ujar Kevin mengalihkan pandangan dari mereka berdua.
"Jelaskan semua kekacauan ini Clara! Aku masih tidak paham!" kata Kak Syam memelas menanti jawaban dari Clara.
Plok plok plok...
Kevin bertepuk tangan di depan Clara dan kak Syam, terkadang ia terkekeh mendengar bagaimana Clara masih membela dirinya.
"Hahah Cih cih... sampai kapan kamu akan terus bermuka tembok Clara... apa kamu tidak capek dengan semua kegilaanmu ini?" ucap Kevin kembali mencibir.
"Apa? kegilaan apa Vin... a-aku tidak sedang melakukan hal gila! " pekik Clara menyipitkan kedua matanya
"Sudahlah... aku ingin istirahat, aku mohon silahkan kalian berdua berhenti sekarang dan keluar dari kamar ini." sambungnya hendak berbalik badan menuju ranjang.
Akan tetapi sebelum ia sepenuhnya merangkak naik ke atas ranjang, tiba-tiba Kevin memegang lengannya yang sontak membuat Clara kembali berdiri seperti semula, yang membuat selang infusnya memerah mungkin karena Clara atau karena tarikan Kevin hingga darahnya tersumbat, dan mengalir di selang infus tersebut.
"Ahk Kevin apa yang kamu lakukan! " lenguh Clara kesakitan.
"Kevin!!!" jerit kak Syam ingin menghadang Kevin.
"Tidak usah bersikeras membela istri murahanmu ini kak Syam! apa kamu tidak tau apa yang selama ini ia lakukan di belakangmu! heh sepertinya kamu juga ikut menjadi korban!" kata Kevin kepada kak Syam.
"Aku bilang berhentilah mengatakan sesuatu yang tidak jelas Vin... jika kamu ingin mengatakan sesuatu katakan sekarang juga!" kesal Kak Syam.
__ADS_1
"Baiklah...."
"Tidak Vin... tidak... kamu mau mengatakan apa? aku mohon jangan mengatakan hal aneh tentangku di depan kak Syam... kalau kamu sampai melakukannya aku akan benar-benar membuat rumah tangga kamu hancur sehancur-hancurnya. " Ancam Clara berbisik sambil mendekatkan mulutnya di telingaku.
"Ternyata kamu masih punya nyali untuk mengancamku ya? Ehhem kak Syam sepertinya istrimu ini baru saja berbisik sesuatu padaku! dia bilang dia ingin menghancurkan rumah tanggaku jika aku ingin mengatakan yang sebenarnya!" jawab Kevin setelah membalas bisikan Clara.
"Sudah cukup bermain-main Kevin... katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi! apa hanya aku yang tidak tau kejadian di balik ini semua?" lirih kak Syam.
"Tidak kak Syam... Kevin hanya bercanda, tidak usah bertanya lag...."
"Diam!!! siapa yang menyuruhmu untuk bicara?" bentak Kak Syam memotong ucapannya, Clara seketika diam terpaku.
Kevin tersenyum tipis menyaksikan hal itu, ada kepuasan tersendiri melihat Clara yang di bentak oleh suaminya.
"Sekarang jelaskan semuanya sama aku Vin...." pinta Kak Syam.
"Oke...."
Kevin mengeluarkan ponselnya di dalam saku jas kedokteran yang ia pakai, lalu menekan layarnya dua kali otomatis langsung menyala, tanpa melepaskan tangan kirinya yang memegang Clara, kini tangan kanannya aktif menggeser layar ponsel.
Kevin akhirnya mendapatkan file rekaman yang tadi di salinnya, kemudian melirik sekilas Ke arah Clara sambil tersenyum sinis, lalu mulai memutar video tersebut.
"Kamu mau berkata apalagi Clara? setelah aku melihat kenyataan ini, bagaimana lagi kamu melanjutkan sandiwaramu?" ucap Kevin sembari mempertontonkan Video tersebut tepat di depan wajah Clara.
"Ti-tidak Vin... a-aku tidak melakukannya, apa kau fikir aku orang bodoh yang menusuk diriku sendiri? mungkin video itu sudah di edit segala macam aku sungguh tidak melakukan hal bodoh itu!" serkahnya masih dengan teguh membela diri.
Kak Syam yang sudah sangat penasaran segera mengambil ponsel tersebut dari tangan Kevin, ia terbelalak menyaksikan setiap detik putaran dari video itu.
Matanya berbinar menatap Clara, Kevin juga mulai melepaskan cekalannya. "Clara apa ini? apa yang sebenarnya sudah kamu perbuat?" lirih Kak Syam.
Clara menggeleng kuat, "Tidak kak, yang ada di video itu adalah settingan aku tidak mungkin melakukannya, tolong percayalah!"
Kak Syam meremas rambutnya! " kenapa? kenapa kamu terus membodohiku? kenapa kamu membuatku menjadi orang jahat! apa kau tau, gara-gara kelakuanmu ini aku sudah menyakiti hati Salsa... kenapa Clara?" pungkas kak Syam bertekuk lutut masih tak percaya dengan semua ini.
"Aku bilang percaya sama aku!!! di Video itu palsu! aku tidak pernah melakukan kesalahan!" tegas Clara menjerit.
Plak...
Kevin menampar Wajah Clara, "Sadarlah Clara! berapa banyak lagi orang yang akan menjadi korbanmu! jadi sekarang hentikan semuanya!" tegur Kevin.
"Ahh iya... bukankah tadi kamu ingin membawa masalah ini ke jalur hukum? baiklah aku akan melaksanakannya agar aku bisa melihatmu berada di antara orang-orang yang sama sepertimu!" lanjut Kevin mencibir setelah mengingat perihal yang tadi Clara ucapkan.
"Ja-jangan Lakukan Vin... aku mohon maafkan Clara sekali ini saja!" pinta Kak Syam masih berlutut.
"Apa kak Syam masih belum sadar? dia adalah wanita kejam kak! kenapa kakak rela mau mewakilinya meminta maaf?" ujar Kevin tak menyangka.
"Bagaimana pun dia tetap Istriku Vin... dan dia adalah sepupumu juga!"
__ADS_1
"Tidak aku akan tetap mengambil jalur hukum!"
"Kevin! aku mohon jangan! aku melakukan ini semua karena kamu! aku ingin kembali sama kamu Vin... dan satu-satunya cara yaitu menyingkirkan Salsa, bukankah begitu?" Clara semakin gila mengatakannya, apalagi di depan suaminya sendiri.