
**Maaf ya telat UP, ini karena author terlalu sibuk dengan dunia nyata, dan jaringan juga terkadang tidak bersahabat!🙏
HAPPY READING**
Kak Syam memberi tatapan tajam ke arah Clara, ia terlihat kaget mendengar pernyataan yang keluar dari mulut istrinya.
Ia berdiri, lalu memegang kedua lengan Clara dengan kencang, "Apa maksudmu? Jelaskan padaku apa maksud dari ucapan kamu barusan!" tanya Kak Syam emosi.
"Ishh... Lepaskan, kamu menyakitiku kak!" lenguh Clara.
"Aku bilang jelaskan!!!" tegas kak Syam mengguncang tubuh Clara.
"Kevin... Beri tahu aku apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian berdua!!" raungnya lagi mengalihkan pandangan ke arah Kevin.
Kak Syam menatap keduanya secara bergilir, emosi ditambah rasa penasaran kini terus membuatnya ingin segera murka.
"Jangan bertanya sama aku! Karena aku juga korbannya, jadi silahkan bertanya pada penjahat yang sebentar lagi akan berada di balik jeruji besi." jawab Kevin tenang sambil tersenyum licik.
"Kevin kenapa kau melakukan ini padaku?" lirih Clara.
Plak...
Tiba-tiba saja Wajah Clara di tampar oleh Kak Syam, "Aku bicara sama kamu! Kenapa kamu bertanya sama Kevin!" kesalnya.
"Kenapa kakak menamparku! Bukankah telinga kakak sehat? Yah semua yang barusan kakak dengar adalah kenyataannya aku melakukan semua ini karena ingin kembali ke pelukan Kevin! Puas!!!" jelas Clara sontak membuat suaminya itu tercengang melepaskan cekelannya.
Perlahan ia melangkah mundur, tak percaya dengan apa yang didengarnya, bahkan Clara sendiri dengan santainya mengatakan itu tanpa tau bagaimana perasaan sang suami.
"Apa? Apa yang terjadi? Aku belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua sebelumnya!" imbuh kak Syam masih bertanya.
"Oke... Biar aku yang jelaskan, Memang benar aku dan Kevin adalah sepasang kekasih di masa lalu, tapi orangtuanya tidak merestui! Suatu hari mamanya menemuiku, ia memberiku sejumlah uang yang banyak awalnya aku menolak tapi yah... Siapa yang mau menolak rezeki! Jadi aku menerimanya, namun aku masih melanjutkan hubunganku secara diam-diam di belakang orangtuanya, dan tanpa sepengetahuan Kevin tentang uang itu, lalu aku bertemu denganmu kak Syam, jujur! aku tidak tau hubungan kalian tapi dulu aku tak sengaja mendengar kau menelfon Kevin, tapi aku tidak perduli dan kita akhirnya melakukan hal itu sehingga aku hamil lalu putus dengan Kevin... Dan sekarang aku mau kembali ke dia!" papar Clara dengan penuh percaya diri mengatakan fakta di balik putusnya dia dengan Kevin.
Sementara itu, Kak Syam dan Kevin melongo mereka berdua mengepalkan tangan masing-masing.
Plak...plak....
Tanpa Clara duga, kedua lelaki di hadapannya itu menampar keras wajahnya secara bergantian.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau semurahan ini Clara... Kau bahkan tidak memberitahuku masalah uang itu, di lain sisi aku juga bersyukur karena mulai sekarang aku tidak akan pernah percaya denganmu lagi!" ucap Kevin.
"Ja-jadi...kau menerima lamaranku karena apa? Karena uang atau karena cinta? Ahh sepertinya aku salah besar kau tidak tulus mencintaiku, mungkin kau sengaja mencari lelaki lain karena sudah tau kalau hubungan kalian tak akan berjalan mulus, kau perempuan menjijikan Clara... Kau hanya menginginkan uang! Betapa kejinya perbuatanmu itu, kau menggodaku dengan sengaja memberiku obat perangsang lalu membawaku ke hotel apa kau masih biasa di anggap manusia?" ungkap Kak Syam.
"Ohh berarti dugaanku memang benar, kau hamil karena.... Ciih...untung saja hubungan kita sudah berakhir! Kalau tidak mungkin kau akan terus memanfaatkan orang tak bersalah, dasar wanita gila harta!" cibir Kevin menggeleng kepala.
"Hahah! Ya aku memang wanita gila harta! Lalu kenapa? Kak Syam ingin menceraikanku? Atau kau Kevin, ingin memasukkan ke dalam penjara? Hahah silahkan yang penting aku sudah puas karena kalian telah membuat Salsa sakit hati!" Clara terkekeh bahagia atas pencapaian yang ia telah lakukan.
"Kau.... " raung Kevin kesal.
"Baik kalau itu maumu! Aku akan segera menelfon polisi!" lanjutnya.
Kevin mengeluarkan ponselnya lalu menekan nomor kontak polisi yang sudah tertera di layar tersebut.
Namun seketika Ponsel itu melayang dan kini berpindah di tangan kak Syam, dengan gesitnya ia mematikan panggilan tersebut.
"Kak Syam... Apa yang kau lakukan? Berikan itu padaku! Aku ingin menelfon polisi agar orang ini masuk ke dalam penjara!" bentak Kevin menyodorkan tangan ingin mengambil kembali ponselnya itu.
Kak Syam menggeleng kuat, lalu kembali bertekuk lutut " Tidak Vin... Aku mohon jangan lakukan itu!" pintanya memohon.
"Kenapa? Kenapa kakak masih ingin memohon mewakilinya? Apa kakak sudah tuli karena tidak mendengar semua penjelasan yang tadi ia katakan? Kakak sudah mendengarnya sendiri bukan! Jadi berikan ponsel itu padaku sekarang juga!" perinta Kevin penuh kekesalan.
"Clara ayo berlutut! Apa kau memang ingin mencekam di penjara?" sambungnya mengajak sang Istri.
Awalnya Clara ragu untuk melakukan itu semua! Namun melihat bagaimana kak Syam memohon dengan keras ia akhirnya ikut berlutut di hadapan Kevin.
"A-aku minta maaf Vin... Aku tau aku salah! Tapi kak Syam benar! Aku takut Juna akan membenciku, aku takut dia tak bisa menghadapi dunia luar kalau tau aku dipenjara! Apalagi dia masih kecil, aku mohon jangan lakukan itu... Huhuh" ujar Clara menangis tersedu-sedu.
"Hahah jangan menipuku lagi dengan air mata palsumu itu Clara, apa kau fikir aku akan berbelas kasihan sama kamu! Atas semua yang kamu lakukan apa bisa segampang itu aku melupakan dan memaafkan mu? Tidak! Aku sungguh tidak bisa melakukannya! " cibir Kevin menolak.
"Ahhk Kevin aku bisa mengerti, jika kamu tak mau menerima permohonan Clara, bagaimana denganku! Aku juga memohon Vin... Fikirkan Juna sekali lagi, dia keponakanmu, dia darah dagingku Vin... Aku dan juna juga ikut menjadi korban! Jadi kamu tidak usah memaafkannya perbuatan Clara cukup kamu tidak memasukkannya di dalam penjara itu saja! Aku janji aku akan mengubah sikapnya Vin... " tutur kak Syam
"Apa kakak masih ingin terus berumah tangga dengannya? Heh! Sebenarnya hati kakak terbuat dari apa sampai rela memaafkan dia! Semua yang tadi ia katakan sudah menggambarkan bagaimana sikapnya yang sebenarnya kak!" lenguh Kevin sangat tidak menyangka.
"Aku tau Vin... aku memang bodoh, aku juga sangat marah, tapi aku masih memikirkan perasaan juna! dia anak semata wayangku, dia masih sangat kecil yang membutuhkan kasih sayang orang tua!." ujar Kak Syam memelas.
Kevin melongos, menghela nafa panjang seolah mengeluarkan beban berat yang baru saja menimpanya.
__ADS_1
Sedangkan Clara hanya tertunduk diam, seraya mendengarkan perdebatan kedua lelaki yang ada di hadapannya itu.
"Jadi alasan kakak melakukan ini semua hanya karena Juna yang masih kecil? ayolah kak, kan kakak sendiri masih bisa mengurusnya! kakak masih muda masih bisa mencari perempuan sekaligus ibu yang lebih baik dari wanita murahan ini!" Sindirnya pedas sontak membuat Clara mendonggakkan wajahnya.
"Kevin berhenti menghinaku!!!" jerit Clara.
"Diam!!! siapa yang menyuruhmu angkat bicara?" gertak Kevin seketika membuat suasana dalam kamar itu semakin mencekam dengan aura dingin penuh emosi yang tak bisa di tahan lagi.
"Kau fikir mendapatkan perempuan yang lebih baik itu semudah membalikkan telapak tangan? tidak kau salah, aku tau di dalam rumah tanggaku mungkin cuman aku yang mencintainya, lalu apakah cinta itu hilang dalam sekejap dan langsung berpindah ke orang lain? kau salah lagi Vin... aku tidak bisa langsung melakukannya, tanpa sadar aku sudah sangat mencintai dia bahkan melebihi hidupku, apalagi dia yang mengandung, melahirkan anakku Vin... jadi sepertinya saranmu tidak bisa ku terima!" terang kak Syam.
Clara yang tadinya kembali diam, kini menatap suaminya penuh rasa terharu, kemudian matanya berkaca-kaca lalu meraih dan memeluk erat kak Syam sambil menangis kencang.
"Maafkan aku kak Syam! maafkan semua perbuatanku, aku sadar sekarang! sepertinya aku telah melewatkan kasih sayang yang kakak berikan! aku akan berubah, aku akan membalas cinta kakak!" lirih Ckala menangis sesegukan.
"Iya Clara! aku akan mencoba memaafkanmu asal kau berubah dan meminta maaf kepada Kevin dan Salsa!"
"Baik kak! aku akan melakulannya!" jawab Clara.
Mereka berdua melakukannya tepat di hadapan Kevin, namun ternyata Kevin malah kembali tertawa membuat Kak Syam serta Clara tampak bingung melihatnya.
"Apa yang terjadi denganmu Vin... apa kau sudah gila?" tanya Kak Syam.
"Hahah! hanya karena Clara menangis sambil mengatakan itu kakak sudah mau memaafkannya? sadarlah Kak dia itu mau menipu kita lagi! percaya sama aku, dia tidak tulus mengatakannya! bahkan aku sendiri ragu kalau dia akan meminta maaf sama Salsa!" pungkas Kevin.
Kak Syam kini melirik kesamping lagi, " Apa benar begitu Clara! apa kau tidak akn berubah meski aku memintanya?"
"Tidak kak! aku janji akan berubah! aku janji akan bertekuk lutut di hadapan Salsa... " tegas Clara.
"Nah... kau dengar sendiri kan Vin... Clara tidak berbohong! jadi ku mohon maafkan dia juga!" ucap Kak Syam.
Clara menatap Kevin, dia tersenyum licik tanpa sepengetahuan suaminya.
"Hah! memaafkannya? sepertinya aku tidak bisa!"
"Lalu apakah kau akan benar-benar memasukkannya ke dalam penjara? apa kau gila Vi... dia masih ibunya juna, keponakanmu satu-satunya! jika kau melakukannya aku benar-benar akan memutuskan hubungan keluarga denganmu! " ancam kak Syam.
"Apa! tidak jangan lakukan itu kak Syam... aku tidak ingin hubungan keluarga besar kita hancur karena aku! biarlah aku di penjara saja!" pekik Clara.
__ADS_1
"Vin... apa kau tidak punya hati! Clara sudah mau meminta maaf tapi kau malah tak percaya, dia bahkan mencegahku memutuskan hubungan kekeluargaan kita!" tegas Kak Syam masih membujuk sekaligus membela istrinya.
"Kau benar-benar bodoh kak Syam... setelah semua yang kau dengar, kau saksikan sendiri, dan sekarang kau masih membelanya? wahwah aku sangat salut dengan sikapmu sebagai suaminya!" jawab Kevin