
HAPPY READING YA...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
Aku mengerutkan dahi berfikir apa yang orang itu lakukan disini!, seketika mama melambaikan tangannya padaku, aku melangkah mendekat, kini aku berniat ingin duduk diantara ayah dan mama namun tiba-tiba mama berdehem
"Kamu duduk disamping Kevin! "
Ucapan mama membuatku melotot, aku tak habis fikir kata itu keluar dari mulut mama seolah-olah dia berikan barang ke orang lain.
"Mama....!!! " teriakku kesal
"Shuutt diamlahh dimana sopan santunmu!" gertak mama membuatku diam menunduk, dengan berat hati aku bangkit dan pindah kesamping Kevin, kulihat mama dan ayah saling menatap tersenyum geli melihatku.
Aku sangat kesal, cemberut hanya itu yang kulakukan, aku syok! tiba-tiba tangan Kevin meraih jemariku, dia kini meremasnya pelan.
"Tante, Om, Kevin kesini mau ngajak Salsa keluar jalan-jalan!" ujar Kevin membuatku menganga heran
"Tante tenang aja Oliv akan akan kalau sama saya! "Lanjutnya
"Ngak.. Gue ngak mau... "
Aku berusaha menolak namun ibu menatapku dengan sangat tajam membuat nyaliku kini menciut, aku kembali tertunduk
__ADS_1
"Iyaa, kalau mau ngajak ya silahkan, kami sangat setuju kok! " jawab mama dengan tersenyum.
"Cihh pantesan aja mama sama ayah setuju, kata-katanya udah kayak buaya darat" batinku
Setelah pamit kini aku dan Kevin bersiap untuk jalan-jalan.
Biiipp
Dia membukakan pintu mobilnya untukku tapi aku tak perduli , menghentakkan kaki menaiki mobilnya dengan kesal namun di malah tersenyum, itu membuatku heran.
Kini kami sudah berada didalam mobil, Kevin menyetir mobilnya dan aku berada disampingnya, kecanggungang terjadi, aku meraih handphoneku agar aku tak merasa aneh, dan dalam sekejap aku bercengkrama dengan dunia maya.
Tanpa kusadari aku tersenyum melihat comment Sahabatku yang mengunggah foto kami bertiga yang saat itu aku Dita dan Lena dihukum karena tak mengerjakan tugas dan hukumannya saling tarik telinga ,aku tertawa kecil melihat isi comment yang benar-benar membuatku geli.
"Tarik aja terus bu! Sampai telinga mereka putus hahah" comment Willy
Dilangkahi oleh comment-comment Teman yang lain yang tak kalah gokil, sesekali aku juga membalasnya.
Tiba-tiba Ponselku melayang, dan kini berada digenggaman Kevin yang sedang menyetir, dia mengerutkan dahi memandangi layar ponselku, ia mematikan dan mengantonginya, membuatku sangat marah.
"Apa maksud lo? Kembaliin ponsel gue! " teriakku dengan menarik-narik bajunya.
"Diam!!!, aku tidak suka di abaikan! " ucapnya terdengar dingin
__ADS_1
"Ada apa dengan orang ini, kenapa dia bersikap dingin padaku, dimana sikap lemah lembutnya tadi didepan ayah dan mama?" batinku.
"Gue bilang Kembaliin hape gue... " teriakku dengan lantang membuatnya seketika menginja pegal rem, lalu meminggirkan mobilnya.
"Kenapa kamu berteriak!, kau mau kita mati? " gertaknya membuatku sedikit takut.
Ini pertama kalinya aku dibentak oleh seorang laki-laki selain ayahku.
"Kenapa lo bentak gue? Kita juga ngak mati! Belum juga nikah tapi lo udah bentak-bentak gue! , gue ngak mau jalan sama lo, anterin gue pulang sekarang! " aku semakin kesal saja
Namun tiba-tiba Ekspresinya seketika bertambah dingin, mengertakkan giginya, mendekatiku, mengurungku dengan kedua lengannya.
Aku berusaha menjauh darinya tetapi tubuhnya makin condong kearahku
"Lo-lo... Mau apa" tanyaku galak, aku tidak suka dia terus mengintimidasiku.
"Kamu pikir kita bakal lakuin apa? " tanyanya balik dengan tersenyum nakal.
.
.
.
__ADS_1
.
NEXT???????