Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Mama Muda


__ADS_3

Malam semakin larut, baby kaisar sudah tertidur pulas diatas ranjang bayi setelah tadi aku menyusuinya.


"Sayang! Kamu tidur duluan saja! Biar aku yang menjaga kaisar!" imbuh Kevin.


"Ehh Tapi kan kaisar sudah tidur sayang! Jadi lebih baik kamu juga tidur!" Sekaku.


Kevin menggeleng pelan, "Kamu duluan saja, Aku takut Kaisar terbangun dan menangis! Lagian kamu masih butuh banyak istirahat, jadi tidurlah!"


"Tapi.... "


"Tidak usah menghiraukan aku sayang! Tidurlah!" potongnya.


Aku menghela nafas dan beringsut dari tempat tidur, berjalan pelan menuju Kevin, "Makasih sayang! Kalau begitu aku tidur duluan!" Lirihku mengecup pipinya lalu memutar badan berjalan kembali ketempat tidur.


Rasa nyeri yang belum juga hilang membuatku susah untuk berjalan, bahkan ketika buang air kecilpun sangat sulit bagiku, namun aku tak mau terlihat lemah dihadapan Kevin dan baby kaisar.


Aku melakukan itu semata-mata agar aku tak membuat Kevin menghawatirkanku, aku menarik selimut, memalingkan wajah menatap punggung Kevin dipinggir ranjang milik Kaisar.


Secara perlahan tatapanku mulai redup hingga akhirnya menyatu dalan mimpi.


Esok paginya, cahaya terang yang masuk dari celah jendela kamar menyadarkanku, aku menyadari ada yang aneh saat kedua bola mataku tertuju pada sosok Kevin yang kini duduk dipinggir ranjang sembari menggedong Kaisar.


"Sayang! Sejak kapan kamu bangun!" tanyaku heran.


"Apa dia tidak tidur semalaman? Atau dia baru saja bangun?" batinku bertanya-tanya.


"Ehh hoah.. Baru saja sayang! Selamat pagi mamanya Kaisar" jawabnya menyambutku sambil menguap.


"Terus kenapa matamu memerah?"


"Sebenarnya aku tidak bisa tidur semalaman karena tidak bisa melepaskan pandanganku dari wajah Kaisar!" tukas Kevin membuatku kaget.


"Apa! Kamu ini cari penyakit ya? Kan Kaisar tidak menangis sayang! Kenapa kamu tidak tidur saja!" Aku terus mengoceh lantaran kesal dengannya.


Meskipun ku tau dia melakukan itu mungkin karena terlalu bahagia, tapi begadang juga tidak akan membuat semuanya lebih baik.


"Sini, Biar aku yang menggendong Kaisar, kamu bisa tidur lagi!"


"Tidak usah sayang, aku tidak mengantuk kok!" balasnya.


Oek... Oek... Oek...


"Ahh Sepertinya baby Kaisar lapar, aku akan menyusuinya jadi kamu tidurlah!" Aku menghampiri Kevin lalu mengambil Kaisar dari gendongannya.


"Aku tidak mengantuk sayang!" tolaknya lagi.


"Vin! Ayolah dengarkan aku kali ini, aku takut kamu sakit, dan jika itu terjadi lalu siapa yang mau membantuku menjaga Kaisar?" Kesalku lagi membujuknya.

__ADS_1


"Humph...baiklah-baiklah aku akan tidur!" ucapnya setuju.


Saat Kevin tertidur, aku mulai fokus menyusui Kaisar, hisapan demi hisapan bercampur rasa geli yang kemarin timbul tak lagi menjadi masalah bagiku.


Kali ini giliranku yang merawat Kaisar mulai dari memandikannya, memasangkan baju dan mengganti popok kainnya ku lakukan dengan semaksimal mungkin hingga Kaisar tertidur kembali.


Ting tong....


Suara bel masuk berbunyi, aku membaringkan Kaisar ketempat tidurnya dan berjalan keluar untuk membuka pintu.


Dan ternyata yang datang adalah mama dan mama mertuaku, "Wah sayang! Selamat yah akhirnya sekarang kamu sudah jadi seorang ibu! Terus mana cucu mama! Mana?" tanya mama begitu antusias.


"Ehh dia ada didalam mah! Lagi tidur!" jawabku.


"Terus Kevin kemana Sal?" Timpal mama mertua.


"Kevinnya juga tidur mah!"


"Apa! Bagaimana bisa anak itu belum bangun padahal udah jam segini! Awas yah, udah punya anak kok kelakuannya tidak berubah!" omel mamanya Kevin membuatku seketika merasa bersalah.


"Ehh mah! Dengarin aku dulu! Sebenarnya semalam Kevin begadang jagain Kaisar sampai pagi dan dia baru aja tidur mah!" jelasku menatap kedua mamaku bergantian.


"Ohh mama Kira dia belum bangun! Jadi cucu mama namanya Kaisar ya? Wah namanya bagus, mama jadi pengen lihat deh!" tutur mama Mertua.


"Ahh sama, mama juga tidak sabar melihat cucu mama Sal!" sambung mama.


"Wah... cucu mama tampan sekali! Mirip sama ayahnya yah!" puji mama.


Mereka berdua begitu gemas mencolek pipi Kaisar, bahkan tak segan membangunkan Kaisar dari tidur lelapnya.


Kevin juga sampai terbangun karena suara ribut mereka, "Mm... Ternyata mama yang datang!" Ucap Kevin mengusap kedua matanya yang memerah.


"Iya, Kamu jangan tidur terus Vin, Bantuin Salsa jagain Kaisar!" marah mama mertua.


"Dia masih mengantuk mah, aku tidak apa-apa menjaga Kaisar sendirian, lagian Kaisarnya nggak rewel kok! " sekaku.


"Iya Mah, maaf lain kali aku tidak akan seperti itu lagi, tapi kali ini aku benar-benar mengantuk!" lenguhnya.


"Kamu bisa melanjutkan tidurmu Vin! Sepertinya cucu mama ini bukan tipe bayi yang cengeng seperti saat Salsa bayi!" lanjut mama mengungkap masa kecilku.


"Makasih mah kalau begitu aku tidur lagi!" dengan cepat Kevin kembali berbaring dan memeluk guling hingga suaranya tak terdengar lagi.


***


Waktu berjalan begitu cepat, Mamaku serta mama mertuaku pamit untuk pulang, sementara Kevin masih belum bangun sejak tadi.


Namun saat aku ingin membangunkan Kevin, tiba-tiba bel berbunyi lagi dan itu adalah para sahabatku yang tak lain Lena, Dita dengan anaknya didampingi David.

__ADS_1


Mereka datang hanya untuk memberiku selamat, sekaligus melihat baby Kaisar, tak banyak pembahasan hingga mereka juga pamit untuk pulang.


Aku mengantar mereka hingga kedepan teras sampai meninggalkan halaman rumah mengendarai mobil milik David.


"Sayang! Kamu dimana?" Sahut Kevin dari dalam memanggilku membuatku memalingkan wajah, berbalik badan dan berjalan cepat kearah sumber suara.


"Iya! Ada apa? Kaisar nangis?" jawabku namun dia tiba-tiba menyodorkan ponselku, seraya memasang wajah tak suka.


Aku menatapnya heran, "Ini maksudnya apa?"


Dengan ketus Kevin menjawab, "Mantan kamu menelfon! Nih!" katanya.


"Mantan? Maksud kamu Willy?"


"Siapa lagi kalau bukan dia!" ketusnya lagi


Aku mengambil ponselku dari tangannya lalu melihat layar ponselku yang ternyata Itu panggilan masuk dari Willy.


"Halo Will...."


"Ehh Salsa, ini gue Willy, katanya elo udah lahiran ya? Selamat yah! Maaf gue nggak sempat kerumah lo! Karena sekarang gue udah di bandara!"


"Iya makasih! Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa ada dibandara?" tanyaku.


"Gue mau kembali ke New York Sal... Karena gue mau lanjutin pendidikan gue! Ehh anak lo cowok apa cewek?" Imbuh Willy.


"Owh ya udah, semoga sukses ya Will! Semoga kamu dapat pacar dan langsung di halalin! Hahah, kalau soal jenis kelamin anakku Alhamdulillah cowok!" kataku.


"Cowok? Wah... Pasti cakep kayak gue! Hahah" tukas Willy tertawa.


"Kenapa anakku harus cakep kayak kamu!" Tiba-tiba Kevin mengambil ponselku dari genggaman tanganku dan dia membalas ucapan Willy.


"Hahah ups... Ternyata pak dokter dari tadi nyimak yah? Hahah maaf pak dokter, saya cuman bercanda kok!" balas Willy.


"Kamu nih!" Aku mengambil kembali ponselku dan memukul pelan lengannya.


"Tidak usah panjang kali lebar telfonannya!" teriak Kevin lagi dan langsung pergi ke arah Ranjang Kaisar.


"Hahah siap-siap pak dokter! Ohh iya Sal... Kayaknya suami lo barusan cemburu deh! Gimana kalau lo nyusul kesini? Kita bareng-bareng lanjutin pendidikan kayak dulu!" candanya.


"Udah deh Will... Kamu fokus dulu aja sama pendidikan kamu tidak usah banyak bercanda, dan ingat kalau sudah punya 1 cewek tidak usah cari yang lain! Usahakan fokus sama 1 aja!" saranku.


"Waduh kayaknya mama muda lagi ngoceh yah hahah".


"Aku serius Will.... " tegasku


"Hm... Gue paham kok! Ohh iya, udah dulu yah... Soalnya waktu keberangkatan gue udah hampir tiba! Lo sehat-sehat terus, Intinya salam sama dek bayi!" Aku mengiyakan ucapannya lalu mengakhiri telfonan kami.

__ADS_1


__ADS_2