
Masih (warning(21+))๐คญ
Esok paginya.
Perlahan aku membuka mata, menyesuaikan cahaya yang ada didalam kamar ini, aku menoleh kesamping, mendapati Kevin yang masih tertidur lelap.
Mengingat bagaimana adegan panas semalam, aku merasa agak ada perasaan bahagia sebab pada akhirnya semua sudah kuserahkan kepadaku suamiku.
Yah... Kebahagiaan ini tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata, lalu aku ingin bergerak namun rasa sakit yang ada di selangkanganku malah menjadi penghambat.
Shh.... Aku berdesis meringis sakit, hingga membuat Kevin tersadar dan langsung terduduk diatas kasur disampingku.
"Salsa! Ada apa?" tanyanya panik.
Seperti dugaan, kami masihlah bertelanjang bulat, dengan kata lain tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh kami.
"Milikku sakit Vin! Ahh" jawabku meringis.
"Hahah ohh kirain kenapa, Sayang! Ini memang wajar karena kita baru pertama kali melakukannya, tapi kalau sudah seringkali pasti kesannya tidak akan sakit lagi!" imbuhnya menggoda.
"Dan semalam kan kita baru beberapa ronde, padahal aku masih ingin melakukannya pagi ini!" lenguhnya manja.
"Apa!!! Kamu ingin membunuhku karena kelelahan ya? Bisa-bisa aku masuk berita 'wanita meninggal karena kelelahan melayani nafsu suaminya' kamu mau?" ujarku menolak keras.
"Hahah kamu nih bisa aja sih Sal... Mana bisa aku tega membunuh istriku yang sudah mengambil keperjakaanku, Dan aku juga tidak mau menyia-nyiakan wanita yang benar-benar kucintai." ungkapnya memelas.
"Ahh... Tapi sekarang aku tidak bisa bergerak Vin! Badanku sakit semua, kamu sih tidak pernah berhenti padahal aku sudah sangat lelah!"
"Maaf Sal... Aku hanya ingin segera mempunyai banyak anak darimu! Dan kamu kan tau umurku sudah berkepala tiga masa diumur setua ini aku sama sekali belum punya keturunan?" ucapnya.
"Ba-banyak? Emangnya kamu mau punya anak berapa?" tanyaku heran.
"Selusin heheh!" jawabnya singkat terkekeh geli.
"Hah! Kamu kira aku ini mesin pembuat anak? Enggak, aku nggak mau lagian merawat anak begitu banyak kamu kira tidak melelahkan?" Aku menolak tegas menggeleng kuat dihadapannya.
Hahahah.... Kevin kembali tertawa keras, "Aku hanya bercanda Sal... 2 anak lebih baik tapi kalau nambah lagi sangat baik heheh!"
"Terserah kamu aja, terus aku harus bagaimana sekarang?" ketusku mengeluh menatap diriku yang masih kaku terbaring diatas ranjang.
"Memangnya kamu mau kemana?" Kevin mengerutkan dahi menatapku.
"Aku mau kekamar mandi, mau buang air!" kataku malu memalingkan wajah menghindari tatapannya.
__ADS_1
"Ohh... Ya udah aku bisa menggendongmu masuk ke kamar mandi!" tukas Kevin dengan cepat hendak menarik selimut.
Dengan lincahnya aku menahan tangannya "Eitshhh kamu mau ngapain?" Aku kaget bukan kepayang, pasalnya di balik selimut ini ada tubuh kaku nan polosku.
"Yah aku mau menggendongmu ke kamar mandi!" balasnya lagi.
"Ti-tidak usah! Aku sudah tidak mau kekamar mandi!" tolakku berbohong padahal kantung kemihku rasanya sudah akan pecah.
"Tunggu! Jangan-jangan kamu melakukan ini karena kamu tidak mau aku melihat tubuhmu? Ayolah Sal... Tidak usah menutupinya lagi, bukankah aku sudah melihat dan mencoba semua hal yang ada pada dirimu semalam?" rayunya.
"Kevin!!! berhentilah membahas adegan semalam!" aku geram menggertakkan gigi
"Emangnya kita melakukan apa semalam?"
"Arghhh hentikan!" Aku merona Kevin setiap kali menggodaku dengan apa yang semalam terjadi.
Srek....
Tiba-tiba disaat aku menahan malu sambil menutup wajahku, Seketika Kevin menarik selimut dan mehempaskan selimut ini hingga jatuh ke lantai samping ranjang.
Ahh... aku berteriak.... Kini tubuh kami yang bung*l kembali terekspos, dengan kagetnya aku menutupi dadaku dengan kedua tangan
"Kevin apa yang kamu lakukan?" jeritku.
Kutatap Kevin yang melongo menatap tubuhku dari atas hingga ke bawah.
Ternyata Kevin malah tertegun, "Sal... ayo melakukannya sekali lagi! sepertinya melakukan itu dipagi hari agaknya akan menyenangkan" ujarnya menepis pelan tanganku lalu menatapku dengan tatapan yang mampu menggoyahkan hatiku.
"Aku tidak mau Vin! aku kan sudah bilang, aku sangat capek!" tolakku.
"Hm... baiklah kalau begitu aku akan membawami ke kamar mandi."
Tanpa basa-basi lagi Kevin mengangkat tubuhku ke kamar mandi, aku sempat menjerit lagi pasalnya Tubuh tanpa busananya kini lengket di pinggulku.
Dan yang lebih membuat jantungku rasanya ingin copot adalah junior miliknya yang sangat dekat dengan bokongku.
"Ke-kevin turunkan aku! aku bisa jalan sendiri!" aku terbata karena gugup dan menahan gejolak nafsu yang perlahan muncul dalam otakku.
Dia mengabaikanku, ia hanya terus menggendong masuk kedalam kamar mandi,
matanya pun tak bisa lepas dari tubuhku.
"Kevin! keluar dulu! bagaimana bisa aku BAB kalau kamu menatapku terus menerus!"
__ADS_1
Jujur aku berbohong lagi, aku bukannya ingin BAB tapi hanya ingin pipis, aku melakukan itu agar Kevin tak menatapku lagi dan keluar dari sini, batinku risih.
"BAB saja, aku akan menunggumu disini! aku hanya takut kamu malah terjatuh disaat aku tidak di sampingmu!" serkahnya.
"Jangan aneh-aneh deh... aku kan tidak lumpuh, bagaimana bisa aku bakalan terjatuh begitu saja!" elakku.
"Ya ampun, aku tau dia khawatir! tapi memanjakanku seperti ini malah membuatku risih, aku hanya ingin buang air dan matanya terus mengawasiku! hiks" batinku
"Keluar dulu Vin! aku akan memanggilmu kalau sudah selesai!"
"Tidak!!!" tegasnya.
Aku pasrah, meskipun aku terus mengusirnya dia pasti tidak akan mendengarku, dan sekarang aku juga tak perduli bagaimana dia menatapku lagian aku hanya pipis meskipun suaranya mungkin akan membuatku malu-malu.
***
Setelah selesai, aku memberi kode kepada Kevin dan dia mengerti itu, dia dengan cepat mengangkat kembali tubuhku keluar daru kamar mandi.
Tanpa ada kata yang keluar dari mulutnya, tiba-tiba ia membaringkanku di tengah ranjang, merangkak naik diatas tubuhku.
"Ahh... Kamu mau apa lagi?"
"Aku mau melakukannya lagi Sal... ayolah satu ronde saja! aku janji tidak akan lama, yah!... " bujuknya.
"Aku... mmbk.... " dia memotong ucapanku dengan menciumku penuh nafsu, tanganya meraup kedua gunung kembarku.
Lidahnya menelusup masuk mengajak lidahku untuk berperang lanas didalam sana, "Mmm... mmmk... " bibirku terus meracau tak jelas.
Lagi-lagi Kevin tak membiarkanku untuj mengatur nafas, dan dengan sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya ,"Hahh... Aku...."
"Aku mau langsung masuk Sayang!" lagi-lagi ucapanku di potongku disela aku masih terengah-engah.
Dalam sekali hentakan penyatuan kami kembali terjadi, aku mendesah panjang ketika miliknya sudah berada didalam milikku sepenuhnya.
"Ahh aku menyukainya Sal... makasih sayang!!!" imbunya mendesah.
Aku tak bisa berkutik, hanya bisa menggigit bibir bawahku menahan rasa sakit yang timbul karena semalam dan lagi Kevin kembali menggarapku sekarang.
Tapi bagaimana lagi, aku tak bisa menolaknya, lagian sepertinya aku juga mulai terhanyut dengan kejadian sekarang.
.
.
__ADS_1
.
Maaf telat UP! jangan lupa tinggalkn komentar keratif kalian yah biar Authornya nggk sering down selagi menulis hhewh๐๐