Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Extra BAB 22


__ADS_3

Apa kabarnya keluarga Jenderal yang saat ini sudah menetap dan tinggal di Bali. Tentu saja tak selalu mulus seperti cerita di negeri dongeng. kadang ada konflik dengan rumah tangga karena jadwal pekerjaan dan repot mengurus orang anaknya. Atau kadang juga sikap si sulung Flora yang cukup merepotkan Papa dan Mamanya. Apalagi kalau bukan Flora yang selalu ingin liburan ke Bandung karena tak mau jauh dari kakek dan nenek, juga tante Joy yang sekarang sudah menikah dan dikaruniai seorang bayi perempuan.


Sore itu Jenderal pulang dari kantor yang langsung disambut oleh istri dan dua anak kembarnya yang masih belum mandi, Nadia si artis ibukota yang kini semakin cantik dan tentu saja menawan dengan aura keibuan yang dimilikinya. Chandra langsung mendekap istrinya sekilas, tak lupa menjatuhkan kecupan di dahi seperti kebiasaannya dari awal menikah sampai hari ini terhadap Nadia.


Masih ingat kan? Dulu di saat hari pertama mereka menjadi suami istri, Jenderal pernah minta izin kepada Nadia untuk cium kening sebelum pergi dari rumah?


"Langit sama Bintang belum mandi nih?"


"Belum, nunggu dimandiin, Papa!" jawab Bintang si bungsu yang segala bentuk wajah sampai perawakan mirip dengan Papanya, dan Langit langsung saja naik ke atas pangkuan Papanya. Chandra bahkan belum sempat menikmati teh manis hangat yang sudah Nadia siapkan.


Istrinya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan manja Langit dan Bintang kepada Papanya.


Oh iya, Langit dan Bintang adalah anak kembar identik yang tidak bisa dibedakan sama sekali. Chandra sekarang jadi punya pasukan banyak untuk mengisengi Nadia di rumah.


"Yaudah deh, nanti papa mandiin ya. Habis mandi kita ke mesjid, sholat berjamaah."


"Iya Papa... Papa tadi habis dali kelja? kok sebental?"


"Heem. Papa tadi meeting aja, Papa juga kangen sama kalian. Jadinya Papa pulang cepet"


"Papa.. tadi kakak Ola nya galak. Masa Bintang nggak boleh main mobilan di telas!"

__ADS_1


"Iya Pah... kakak juga gamau main sama kita!"


Dua anak itu saling mengadu pada Papanya, Chandra hanya terkekeh pelan dan bersyukur sangat banyak karena sudah dikaruniai dua anak laki-laki sekaligus. Walau pun pada akhirnya setelah melahirkan Langit dan Bintang, Nadia sudah tidak bisa hamil lagi.


"Eh, jangan gitu, harus minta maaf sama kakak Flora ya."


Chandra beralih pada Nadia yang duduk di sampingnya, "Oh iya, Sayang, Flora ke mana?"


"Di kamarnya, tadi sih lagi teleponan sama kakek nenek."


Chandra tersenyum. "Kamu udah mandi belum?" tanyanya pada Nadia.


"Udah dari tadi, pas si kembar tidur."


"Apaan sih suamiku... udah sana, mending kamu aja mandi sekalian sama anak-anak. Ntar keburu adzan maghrib loh. Aku siapin baju nya."


"Iya Komandan, siap laksanakan!" jawab Chandra dan dua anak kembarnya serentak.


***


"Flo...."

__ADS_1


"Iya?" Flora sudah berusia 7 tahun, duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Flora bersekolah di sekolah internasional terbaik yang ada di Bali. Anak itu tumbuh tinggi, mungkin gen Papa sangat kuat mengalir pada Flora, dan wajahnya sangat cantik persis seperti Nadia meskipun kedua mata Flora bulat seperti sang Papa.


Flora masih cuek memilah satu halaman novel karya JK Rowling di atas tempat tidurnya, tanpa mempedulikan Chandra yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Flora... kalau Papa bicara, Flora nya liat ke Papa dong."


Flora cemberut, ia melepas buku dari tangannya dan menatap Papanya dengan sendu. Sepasang mata cantiknya tampak berkaca-kaca.


Chandra tersenyum pahit.


"Maafkan Papa, ya."


"Papa jangan pergi! Kalau Papa sayang sama Flora dan Mama! Jangan pergi lagi! Hikss."


Chandra mengelus punggung putri sulungnya itu, Flora masih terisak dan tak mau melihat sosok Papanya yang sedang memohon.


"Iya... Papanya jahat ya. Papa udah sering tinggalin Flora dan adik-adik pergi. Tapi... ini yang terakhir. Papa janji, kalau sudah pulang dari tugas ini. Papa akan tetap bersama Flora dan Mama juga adik-adik."


"Dulu juga... papa bilang begitu... hiks."


"Waktu adik masih bayi... waktu adik sakit... Papa tetep pergi.. hiks... waktu flora ulangtahun yang ke 5. Papa juga ga ada di sini."

__ADS_1


"Papa ga akan bohong. Ini janji Papa. Serius deh," ujar Chandra sambil menyerahkan kelingking kanannya ke hadapan Flora yang masih terlihat tak mau berdamai dengannya.


Bersambung ....


__ADS_2