
Flora yang baru saja sampai di asramanya sangat terkejut ketika ia melihat isi kamarnya kosong tidak ada sedikit pun barang-barang miliknya. Dia sempat berpikir jika dia salah jelas-jelas kamarnya.
Tetapi ruangan ini kosong, hanya terdapat benda-benda milik asrama. Sedangkan barangnya tidak ada sama sekali.
"Oh shitt! Ada apa ini?" Flora frustrasi dan panik saat melihat isi lemarinya kosong tidak terdapat baju-baju miliknya.
"Kau tidak akan tinggal lagi di sini, Flora."
Flora spontan membalikkan tubuhnya, dan ia mendapati Charles sedang bersandar pada pintu kamar dengan wajah dinginnya.
"Charles, apa maksudmu?"
"Ini hukuman untukmu karena telah mengabaikanku, setelah ini kau tidak akan pernah bisa mengabaikanku lagi,” ucap Charles melangkahkan kakinya menghampiri Flora yang membuat wanita itu melangkah mundur sehingga punggungnya membentur tembok.
Charles mengurung Flora dengan menempatkan kedua tangannya di sisi tubuh wanita itu.
"Tempatmu bukan di sini lagi!" sambung Charles dengan suara berat.
"Charles, apa maksudmu? Ke mana barang-barangku?" tanya Flora dengan sedikit gugup.
Tangan kanan Charles mengelus lengan kiri Flora dengan begitu lembut, lalu tangannya berpindah ke arah punggung.
"Barang-barangmu sudah aku pindahkan ke tempat yang seharusnya," kata Charles.
"Arrrgghh ...." Flora meringis ketika tangan pria itu menampar sisi bokongnya dengan sangat keras.
"Sialan kau, Charles!" teriak Flora.
Entah apa yang ada di dalam otak pria itu, Flora merasa bingung kenapa takdir mempertemukannya dengan Charles.
Tiba-tiba Charles menggendong Raline ala bridal style.
"Charles, apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!" teriak Flora, tetapi Charles tidak mempedulikannya.
Pria itu membawa Flora keluar dari asrama, mengabaikan tatapan kagum dan terkejut dari orang-orang yang tinggal di sana. Flora merasa malu, maka ia memilih untuk menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Charles.
Charles hanya terkekeh kecil saat melihat tingkah wanita itu. Ia terus saja berjalan, dengan tampang dinginnya. Ketika mereka sampai di depan mobil, Ken secara cekatan membuka pintu mobil untuk tuannya itu.
***
Flora mengerjapkan matanya, ia membuka secara perlahan matanya dan melihat sekeliling. Di mana ini? Ini bukan kamar asramanya. Flora mengedarkan penglihatannya, ia menatap kagum desain kamar ini yang sederhana, tetapi terlihat elegan. Terlebih dengan terdapatnya jendela kaca yang besar, sehingga ia bisa melihat pemandangan yang berada di luar sana.
Perhatian Flora pun teralihkan kepada pintu kamar yang ia tahu ada seseorang yang akan masuk ke kamar ini. Dan benar, Flora melihat Charles yang masuk di balik pintu itu dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuknya.
__ADS_1
"Charles, aku ada di mana?" tanya Flora yang saat ini sedang terduduk bersandar pada kepala ranjang.
"Penthouse-ku," jawab Charles datar, yang saat ini duduk di tepi ranjang menatap wanita yang ada di hadapannya.
"Kenapa kau membawa ku ke sini?"
"Mulai saat ini kau tinggal di sini bersamaku. Aku sudah memindahkan barang-barangmu ke kamar ini," ucap Charles santai.
"Apa?! Kau gila Charles! Aku tidak mau tinggal denganmu. Aku ingin kembali ke asrama!" tolak Flora.
"Kau tidak bisa tinggal lagi di sana, karena kau bukan lagi mahasiswi yang memenuhi kriteria untuk tinggal di asrama itu." Charles menatap Flora dengan seringaian di wajahnya.
"Maksudmu?" tanya Flora penasaran.
"Coba cek ponselmu.“
Flora pun mengikuti perintah Charles dan ia mengaktifkan ponselnya, terdapat puluhan panggilan dan pesan dari Charles, yang membuat Flora melirik ke arah Pria itu. Charles hanya mengangkat kedua alisnya, lalu Flora kembali fokus melihat ponselnya, ia mengernyit ketika terdapat email dari Universitas. Saat Flora membaca pesan itu, ia dibuat semakin penasaran karena pihak Universitas menyuruhnya untuk menemui pihak administrasi esok hari.
"Besok kau akan tahu jawabannya. Jadi untuk saat ini kau tinggal di sini bersamaku!" ucap Charles.
"Tap-"
"Makanlah, setelah itu bersihkan dirimu. Pakaianmu sudah tertata rapi di walk in closet," ujar Charles sebelum keluar dari kamar.
***
Flora dibuat kagum oleh dekorasi di dalam yang ditata secara rapi. Selain itu ia dibuat bingung karena di dalam lemari terdapat pakaian asing, yang sudah dipastikan itu bukan miliknya. Dan ia tebak itu pakaian-pakaian baru karena masih dibungkus dengan rapi dengan plastik.
Selain itu ia melihal terdapat tas-tas mewah brand terkenal yang tersimpan rapi disalah satu lemari. Ini seperti surganya wanita karena terdapat banyaknya barang-barang mewah seperti baju, gaun, tas, dan sepatu maupun high heels yang sudah tertata dengan rapi.
"Ini milik siapa, ya? Apa ini milik Renatta?" tanya Flora pelan pada dirinya sendiri.
Ia juga melihat satu lemari dengan ukuran lebih kecil dari lemari yang dipenuhi oleh baju wanita. Karena merasa penasaran, Flora pun membuka lemari itu dan ia mengangkat kedua alisnya.
Di dalam lemari itu terdapat baju dan jas yang ia yakini itu milik Charles, Flora berpikir apakah ini kamar Charles dan Renatta? Lalu bagaimana jika Renatta tahu kalau ia tinggal di kamarnya? Pikiran Flora berkecamuk menebak-nebak apa yang akan terjadi nanti sebelum ia tersadar terdapat tangan kekar yang merengkuh tubuhnya dari belakang.
Flora sudah tahu jika orang tersebut adalah Charles, karena aroma tubuhnya yang entah kenapa bisa langsung ia kenali. Aroma khas tubuh pria itu.
"Charles, lepas!" kata Flora yang mencoba melepaskan pelukan Charles, tetapi lagi-lagi ia gagal.
"Kau sangat wangi dan seksi, Flo," desah Charles yang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu, seraya menghirup secara dalam aroma tubuh Flora.
"A-apa ini kamarmu dengan Renatta?" tanya Flora.
__ADS_1
"Ini kamarku denganmu," jawab Charles yang tidak henti-hentinya mengecup leher Flora.
Charles membuat kissmark di leher Flora yang membuat wanita itu mengerang.
"Kau milikku Flora, hanya milikku." Charles menggigit pelan bahu wanita itu.
"Charles, bagaimana jika Renatta tahu aku tinggal di kamarnya?" tanya Flora cemas.
"Aku sudah bilang jika ini kamarku denganmu Flora, bukan kamar Renatta!" ujar Charles tegas.
"Tapi di sini terdapat banyak pakaian dan barang-barang wanita."
"Itu semua milikmu, aku sengaja membeli itu semua untukmu."
"Apa?!" Flora membalikkan tubuhnya secara paksa menatap Charles yang sudah diselimuti gairah yang tertahan.
"Ya, ini semua milikmu, Flo. kau bebas memakai yang manapun, tapi aku tidak mengizinkan jika kau memakai pakaian yang mengekspos tubuh indahmu disaat kau akan bepergian keluar. Hanya aku yang boleh melihat tubuh indahmu, kau mengerti?" tekan Charles.
"Tap-" Ucapan Flora terpotong ketika Charles menarik tangannya keluar dari walk in closet. la mendudukkan Flora di kursi meja rias, dan lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari paper bag.
"Hair dryer?" Flora mengerutkan keningnya.
"Bagaimana cara memakai ini?” tanya Charles yang sedang meneliti benda itu.
"Kau sengaja membelinya, Charles?" tanya Flora yang diangguki oleh Charles.
Sungguh, Flora dibuat gila oleh pria ini, bagaimana mungkin pria itu dengan sengaja membeli barang-barang kebutuhan wanita untuknya.
Flora memberi tahu Charles cara menggunakan alat itu dan Charles pun mengangguk mengerti. Lalu pria itu mengeringkan rambut Flora yang basah, karena memang Flora baru saja keramas. Flora hanya tersenyum melihat tingkah Charles yang sedang serius mengeringkan rambutnya.
Tidak ada yang berbicara di antara mereka, mereka berdua sibuk dengan urusannya masing-masing. Charles yang sibuk dengan rambut Flora, sedangkan Flora sibuk menatap wajah serius Charles di pantulan cermin.
Beberapa menit kemudian Charles sudah selesai mengeringkan rambut Flora, ditatapnya wanita itu secara lekat yang membuat Flora canggung.
"Charles!" jerit Flora ketika Charles mengangkat tubuhnya dan membawanya ke arah tempat tidur.
Kini posisi Charles berada di atas Flora, menatap gadis itu dengan penuh gairah.
"Sekarang aku minta imbalanku."
Bersambung ....
Apa yang akan terjadi ya kalau Renatta sampai tahu kelakuan Charles selama ini?
__ADS_1
Yang nanyain Pak Jenderal dan Bu Nadia, nanti mereka ke New York juga kok. Iya, nanti.