Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 47


__ADS_3

Flora bangun dari tidurnya ketika ia merasakan sedikit goncangan pada tempat tidurnya.


Ketika ia membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah suatu ruangan yang sangat tidak ia kenali. Flora pun meneliti setiap sudut ruangan tersebut. Betapa terkejutnya ketika melihat ke arah jendela, dan ternyata dirinya sedang berada di atas awan. Benar. Saat ini dirinya sedang berada di dalam sebuah pesawat


Flora seketika duduk di atas tempat tidur, ia meneliti tubuhnya yang kini sudah memakai pakaian. Mengingat semalam ia dan Charles telah melakukan suatu hal yang panas di mansion milik keluarga Alamo. Namun, setelah bangun, dirinya sudah berada di dalam pesawat. Ia menebak jika Charles yang sudah mempersiapkan ini semua. Namun, di manakah pria itu berada? Flora tidak menemukan Charles di ruangan tersebut.


la pun turun dari tempat tidurnya, dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut untuk mencari suaminya.


Flora benar-benar dibuat kagum oleh interior pesawat ini. Ia yakin jika ini adalah jet pribadi milik Charles. Terbukti hanya terdapat Charles yang sedang duduk santai dengan laptop yang berada di meja.


"Charles," panggil Flora. Sangat lembut.


Charles pun menoleh ke arah Flora. Pria itu tersenyum lebar menyambut kedatangan istrinya.


"Kamu sudah bangun, Flo? Come here!'


Flora pun melangkahkan kakinya untuk menghampiri Charles, ketika wanita itu akan duduk di samping Charles, pria itu segera menarik pinggang Flora agar duduk di pangkuannya.


"Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Charles. Setelah ia ******* bibir Flora secara singkat.


Flora hanya bergumam dan menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Charles. Wanita itu masih meneliti setiap sudut jet mewah itu. Dia benar-benar tidak menyangka jika dirinya menikah dengan pria yang sangat kaya raya.


"Kita akan ke mana, Charles?" tanya Flora. Seraya mengelus rahang pria itu.


"Maldives, kita akan honeymoon, Sayang."


Flora terlonjak kaget. Sehingga membuat dirinya turun dari pangkuan Charles. Saking terkejutnya.


"K-kamu serius?" tanya Flora tidak percaya.


"I'm so serious." Charles menarik tangan Flora agar wanita itu duduk kembali di pangkuannya. Namun, Flora enggan untuk duduk. Dia memilih untuk tetap berdiri. Dan hal itu membuat Charles bingung.


Namun, tiba-tiba Flora berjingkrak kegirangan. Wanita itu terlihat seperti anak kecil yang sudah diberi hadiah oleh seseorang. Flora melompat-lompat kecil dan berteriak histeris. Membuat Charles semakin gemas kepada istrinya itu.


"Sayang, hati-hati. Nanti kamu jatuh!" Charles menarik pinggang Flora dan membawa wanita itu kembali dalam pangkuannya.


"Senang?" tanya Charles tersenyum.


"Seriously, i'm so happy!" Flora memeluk leher Charles dengan begitu erat.


Charles merasa sangat bahagia melihat Flora seperti ini. Ini pertama kalinya Charles melihat Flora teramat bahagia seperti itu.


"Kamu tahu, Maldives adalah salah satu tempat yang ingin sekali aku kunjungi. Dulu aku berharap ketika aku sudah menikah, aku ingin berbulan madu ke Maldives. Dan kamu mengabulkan itu, Charles!" ungkap Flora ketika ia melepaskan pelukannya.


"Sehingga kamu mengcapture semua pemandangan Maldives di ponselmu, right?" Charles menaikkan satu alisnya.


"Kamu melihatnya?" tanya Flora.


Charles menganggukkan kepalanya. "Aku selalu memperiksa ponselmu, Flo. Dan di galerimu terdapat puluhan capture pemandangan Maldives. Dan aku pikir jika kamu sangat menginginkan untuk pergi ke sana. Oleh karena itu, aku membawamu untuk berbulan madu ke tempat yang kamu impikan itu."


"Charles, i love you sooooo much!" ucap Flora sebelum mengecup secara singkat bibir Charles.


"I know, and i love you too." Charles memeluk tubuh mungil Flora. Ia tidak henti-hentinya mengecup puncak kepala wanita itu.

__ADS_1


***


Ini benar-benar sangat indah. Sangat indah. Lebih indah dari hasil jepretan di foto. Air yang sangat jernih membuat mata akan selalu segar jika melihat pemandangan berwarna biru itu.


Charles memesan resort yang paling mewah. Resort yang luas dengan interior yang sangat cantik dan lengkap, yang membuat kepuasan tersendiri bagi mereka berdua.


Resort tersebut biasa disebut dengan water villa, yang menyuguhkan lagunanya sendiri. Serta memiliki kolam renang pribadi dan atap yang dapat dibuka untuk melihat bintang-bintang dari kamar tidur utama. Serta memiliki seluncuran air dari lantai atas yang langsung ke laguna di bawahnya.


Villa ini menampilkan interior yang indah dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, serta memiliki kamar tidur utama yang luas. Selain itu, vila ini memiliki kamar mandi terbuka dengan bathtub, shower dan akses ke laguna. Terdapat juga minibar dengan mesin kopi dan berbagai pilihan anggur pribadi.


Fasilitas utama dari resort ini, menyediakan berbagai macam tempat makan utama dan juga observatory, spa, toko suvenir, pusat olahraga air, dan pusat menyelam. Terdapat juga bioskop hening di atas air, lapangan tenis, taman labirin, eco-centro, dan children's den di pulau utama.


Flora tidak henti-hentinya menatap kagum pemandangan yang ada di hadapannya. Ia tidak menyangka jika dirinya bisa menginjakkan kakinya di tempat ini.


Charles memeluk tubuh Flora dari belakang. Ia menopangkan kepalanya di bahu Flora.


"Charles, terima kasih untuk segalanya. Aku benar-benar sangat bahagia saat ini.“ Flora mengelus tangan kekar milik Charles yang berada di perutnya.


"Aku akan melakukan apa pun untuk membuatmu bahagia, Flo, kebahagiaanmu itu paling utama bagiku!" Charles mengecup bahu Flora.


Flora memutar tubuhnya agar berhadapan dengan pria itu. Ia mengalungkan lengannya pada leher Charles.


"Dulu, kamu itu bagaikan sebuah dosa besar bagiku, kamu adalah hal yang paling ingin aku hindari dan takutkan. Tapi saat ini, aku menyadari jika kamu adalah dosa terindah bagiku. Sebelum kamu hadir dalam hidupku, aku merasa jika hidupku itu sangat membosankan. Tapi setelah hadirnya kamu dalam hidupku, aku benar-benar merasakan sesuatu yang memang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Entah itu suatu hal yang positif maupun negatif. Tapi sungguh, aku sangat menikmati itu semua. Dan aku tidak menyesal telah bertemu denganmu, Charles!" ungkap Flora yang saat ini sedang mengelus kepala Charles dengan penuh kelembutan.


Sedangkan Charles menatap wanita di hadapannya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Aku tidak menyangka, jika gadis kecil yang dulu selalu mengejar-ngejarku, saat ini telah resmi menjadi Istriku. Dulu hingga sekarang kamu masih tetap sama, kamu adalah wanita polos yang memiliki jutaan kebaikan. Dan aku selalu jatuh cinta pada dirimu, Flo. Dulu hingga saat ini. Jika dulu aku hanyalah seorang remaja yang menyukai gadis kecil yang selalu mengganggunya, tapi sekarang aku adalah seorang pria dewasa yang mencintai, menyayangi dan akan selalu menjaga seorang gadis kecil itu yang kini telah bertumbuh dewasa. Tidak hanya fisik, tapi hatimu pun sangat cantik dan lembut. Aku akan selalu mencintai dan menyayangimu, Flo." Charles mengecup kening Flora dengan penuh perasaan.


"Dulu saat aku mendekatimu, kamu selalu menghindar dariku, kamu tahu? Kamu sangat menyebalkan!" ucap Flora. Cemberut.


Flora tersenyum merekah. Wajahnya mulai memerah. Hal itu membuat Charles ingin sekali untuk menggigit pipinya.


"Awwww sakit!" jerit Flora mendorong tubuh pria itu, sebelum mengelus bekas gigitan Charles di pipinya.


Charles tertawa sangat keras melihat ekspresi wajah Flora. Dia benar-benar jatuh cinta dengan apa pun yang gadis itu lakukan.


"Flo," gumam Charles.


Flora mendongakkan wajahnya dengan raut yang masih kesal.


"Kamu ingat? Daddy menginginkan kita untuk segera memiliki anak. Oleh karena itu kita harus kerja keras Flo. Bagaimana-"


"Stop, Charles! Apa kamu gila? 2 hari kemarin kamu sudah melakukan itu. Aku tidak mau! Saat ini aku ingin berenang." Flora memotong perkataan Charles. Dia tidak mau jika terus menerus melakukan hal itu. Flora masih belum terbiasa dengan permainan Charles yang keras dan brutal. Hanya mengingatnya saja membuat Flora bergidik.


"Kita ke sini untuk honeymoon, Sayang. Bukan untuk berenang!" ucap Charles.


"Tapi aku ingin berenang, Charles!"


Charles terdiam sesaat sebelum dirinya tersenyum menyeringai.


"Aku tidak mengizinkanmu untuk berenang!" Tolak Charles secara tegas.


"kamu tid-"

__ADS_1


"Lakukan terlebih dahulu tugasmu sebagai seorang Istri terhadapku. Setelah itu aku akan mengizinkanmu untuk berenang." Charles tersenyum smirk Pria itu benar-benar licik.


"Tugasku? Apa tugasku?" tanya Flora tidak mengerti. Karena perkataan Charles terlalu ambigu baginya.


Charles semakin mengikis jaraknya dengan Flora sebelum ia membisikkan sesuatu.


"Making Love with me."


Wajah Flora kembali merona. Dia selalu merasa malu jika Charles berkata hal-hal yang vulgar terhadap dirinya.


"Tap-"


"Yes or not?" potong Charles. Mengecup leher jenjang Flora. Berusaha untuk menggodanya.


"Tidak. Aku memilih untuk tidak jadi berenang!" kata Flora sebelum ia berniat untuk pergi dari hadapan Charles. Namun, Charles langsung menggendong wanita itu.


"Kamu tidak bisa menolak. Aku sudah tidak tahan lagi, Flo!" gumam Charles seraya membawa Flora untuk masuk ke dalam resort


"Kamu benar-benar menyebalkan!" teriak Flora.


***


Akhirnya Flora bisa melakukan keinginannya untuk berenang di pantai. Dia benar-benar sangat antusias sekali. Walaupun dirinya harus melayani beruang kelaparan itu terlebih dahulu. Namun tidak masalah, karena dia teramat bahagia saat ini.


Sedangkan Charles yang dari tadi memilih untuk berenang di kolam pun tidak tahan jika harus terlalu lama berjauhan dengan Flora. Charles segera keluar dari kolam renang dan berniat untuk menghampiri Istri cantiknya itu.


"Charles aku ingin mencoba untuk bermain surfing!" pinta Flora ketika Charles menghampirinya.


"Memang kamu bisa?" tanya Charles menaikkan satu alisnya.


"Aku ingin mencobanya. Apa kamu bisa mengajariku?"


"Tentu saja. Apa pun untukmu!" Charles mengecup bibir Flora secara singkat. Sebelum ia menarik Flora ke arena surfing.


Tidak sulit bagi Charles untuk melatih Flora. Karena saat ini wanita itu sudah cukup lancar untuk bermain surfing.


Senyuman merekah tidak henti-hentinya menghiasi wajah cantik Flora. Charles tidak merasa bosan untuk melihat wajah Flora yang tersenyum bahagia seperti itu. Sampai kapanpun ia tidak akan pernah melupakan moment indah ini.


"Charles! Aku bisa melakukannya!" seru Flora berteriak.


Charles hanya terkekeh melihat kelakuan wanitanya itu. "Tetaplah untuk berhati-hati, Flo!"


"I love you, My Husband! Charles Alamo!" teriak Flora kembali.


"Kamu selalu bisa membuatku untuk terus menerus mencintaimu, hanya karena tingkahmu Flo," gumam Charles tersenyum.


Sedangkan Flora disibukkan dengan kegiatannya itu. Ia terlihat sangat bebas saat ini, seperti tidak ada sedikit pun beban di hidupnya. Dan Charles sangat menyukai itu.


"Flo, kembalilah. Kamu sudah lama sekali bermain air. Aku takut kamu sakit!" ucap Charles saat menghampiri Flora.


"Wait a minute!' tawar Flora.


"No, Flora. Jika kamu tidak menurut, aku tidak akan mengizinkanmu untuk bermain surfing lagi!" ancam Charles. Hal itu berhasil membuat Flora cemberut.

__ADS_1


"Kamu selalu mengancamku!"


"Itu semua demi kebaikkanmu, Flo." Charles menarik tubuh Flora ke dalam pelukannya.


__ADS_2