Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Episode 53


__ADS_3

"Apa kau tahu, di mana posisi Renatta saat ini?" tanya Flora setelah terdiam beberapa menit. "Saat ini Renatta berada di apartemen Rogan, Nona."


Flora mengernyitkan keningnya. "Rogan?"


Thomas menganggukan kepalanya. "Iya. Belakangan ini, Renatta tinggal di apartemen Rogan. Rogan baru saja keluar dari rumah sakit."


"Rumah sakit? Ada apa dengannya?" tanya Flora. Penasaran.


"Dia tertembak, Nona. Tuan berniat ingin menembak Renatta, tapi Rogan menghalanginya. Dan tembakan itupun akhirnya mengenai perut pria itu."


Flora sedikit terkejut mendengar hal itu. la tidak menyangka jika Charles akan berbuat hal seperti itu.


"Anda harus lebih berhati-hati. Saya khawatir jika mereka masih mencoba untuk menghancurkan rumah tangga Nona dan Tuan." Thomas menatap Flora melalui kaca spionnya.


Sedangkan Flora hanya terdiam tidak menyahut perkataan Thomas.


Flora baru saja sampai di apartemen Rogan. Saat ini, ia berada tepat di depan pintu apartemen. Flora menunggu seseorang membukakan pintu untuknya setelah ia menekan bel.


Tidak lama kemudian pintu tersebut terbuka. Dan seseorang muncul di balik pintu tersebut. Orang itu terlihat sangat terkejut melihat kedatangan Flora. Namun, Flora hanya menatapnya dengan senyuman tipis, lalu masuk begitu saja ke dalam apartemen Rogan.


Flora meneliti setiap sudut ruangan itu, hingga ia mendengar suara Rogan.


"Siapa yang datang, Re?" teriak Rogan. Suara itu bersumber dari ruang tengah.


Benar. Seseorang yang tadi membukakan pintu untuk Flora adalah Renatta. Wanita itu diam membisu saat melihat Flora.


Flora melangkahkan kakinya ke arah ruang tengah. Di sana ia melihat Rogan sedang terduduk di kursi roda.


"Hai," sapa Flora.


Rogan tersentak saat melihat Flora. Ia tidak menyangka jika Flora akan datang ke apartemennya.


"F-flora, kau baik-baik saja?" tanya Rogan.


Flora mengikis jaraknya dengan Rogan. Hingga saat ini ia tepat berada di hadapan Rogan.


"Seperti yang kau lihat." Flora mengangkat kedua bahunya.


Rogan bersyukur saat ia melihat Flora berada di hadapannya. Itu membuktikan jika wanita itu baik-baik saja. Rogan bernapas lega akan hal itu


Flora mengedarkan pandangannya. Lalu ia menoleh ke arah belakangnya. Ia mendapati Renatta sedang berdiri menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.


Flora hanya tersenyum tipis sebelum ia mengalihkan kembali tatapannya. Hal itu membuat Renatta merasa bingung, karena Flora bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Bahkan wanita itu tidak marah kepadanya.


"Duduklah, Flo!" pinta Rogan. Flora pun duduk di sofa yang berada di samping Rogan.


"Aku dengar, kau terluka? Itu pasti sangat menyakitkan bagimu!" ucap Flora. Hal itu membuat Rogan mengerutkan keningnya. la merasa aneh dengan sikap Flora yang tiba-tiba hangat seperti itu.


"Ini bukan luka yang parah. Aku baik-baik saja." Rogan tersenyum manis kepada Flora. la bahagia.


Flora menganggukkan kepalanya. "Mungkin Charles keliru waktu itu, sehingga tembakan itu harus mengenaimu!”


Renatta menelan salivanya secara kasar. Ia masih setia berdiri di tempatnya.


Lagi-lagi Flora menoleh ke arah Renatta. "Kau. Kau Renatta, kan?" Tunjuk Flora ke arah Renatta.

__ADS_1


Hal itu membuat Renatta dan Rogan membulatkan kedua matanya. Ia semakin tidak mengerti dengan sikap Flora.


"Dia benar Renatta, kan?" tanya Flora kepada Rogan.


"Ada apa denganmu, Flo?" tanya Rogan. Tidak mengerti.


Flora beranjak dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya untuk melihat ornamen mewah yang berada di apartemen Rogan.


"Aku hanya mengetes diriku sendiri. Aku takut menjadi orang yang tidak dapat mengenali seseorang setelah aku sadar dari koma." Flora mengelus sebuah patung berukuran kecil berbentuk singa yang berada di samping televisi. Ia berkata seraya membelakangi Rogan dan Renatta.


"K-kau koma?" tanya Rogan.


Flora memutar tubuhnya untuk menatap Rogan. Sebelum ia menganggukan kepalanya.


"Apa kau, benar Renatta? Kenapa kau diam saja? Apakah mulutmu tidak gatal untuk menghinaku lagi? Bukankah kau selalu menghinaku saat kita bertemu?" tanya Flora beruntun. Dengan nada yang santai.


Tangan Renatta mengepal. "Kau-"


"Ya! Aku. Kenapa dengan aku? Aku adalah teman dekatmu yang mengkhianatimu. Aku adalah teman yang merebut tunanganmu. Dan akupun teman yang pernah di khianati olehmu!" potong Flora dengan nada yang sedikit meninggi. Ia menatap Renatta dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.


"Sebenarnya apa yang membawamu kemari, hah? Apa maksud de-"


Ucapan Renatta terpotong, karena secara tiba-tiba Flora tertawa dengan lantang.


Lagi-lagi sikap Flora membuat Renatta dan Rogan merasa bingung.


"Apa yang membawaku kemari? Pikirmu, apa yang membawaku kemari?" tanya balik Flora. Dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah menjadi serius.


"Bisakah kau berbicara langsung pada intinya saj—"


"Arrrgghhh ...," jerit Renatta.


"Upss... Maafkan aku Rogan. Aku sengaja memecahkan patung singa itu!" ucap Flora, tersenyum miring.


Flora melempar patung singa itu tepat ke arah samping kiri Renatta. Sehingga membuat Renatta menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"APA KAU GILA, HAH?! APA MAKSUDMU FLORA?!" teriak Renatta.


Rogan hanya bisa terbengong melihat kedua wanita di hadapannya itu.


"Kenapa kau tidak mengasyikkan sekali?! Aku pikir kau akan mengalami serangan jantung saat aku melempar patung itu ke arahmu!" kata Flora. Masih dengan sikapnya yang tenang.


Flora menatap tangan kanannya. "Sepertinya aku tidak handal untuk menyakiti seseorang, buktinya aku melempar patung itu tidak tepat sasaran. Padahal aku menginginkan patung itu mengenai kepalamu!" decak Flora. Merasa kesal.


Renatta terkejut dengan ucapan Flora. la semakin terkejut saat Flora mengeluarkan sesuatu di balik pakaiannya.


"Apa kau ingin menjadi bahan percobaanku? Untuk membuktikan jika ternyata aku bisa menyakiti orang lain?!" tanya Flora seraya memainkan benda ditangannya.


"Flora, apa yang akan kau lakukan?" tanya Rogan, cemas.


"Suuthhh... kau tenang saja. Aku tidak akan menyakitimu, karena Charles sudah mewakiliku!" ucap Flora seraya menatap Rogan.


Flora menegakkan tubuhnya. Lalu ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Renatta.


"Apa kau akan menembakku?" tanya Renatta sinis.

__ADS_1


"Apa kau mengizinkan aku untuk melakukannya?" Flora tersenyum bahagia.


Renatta terkekeh geli. "Lakukan saja jika kau mau, aku yakin kau tidak bisa melakukai—"


"AAARRGGHH...," jerit Renatta.


"FLORA!" teriak Rogan.


Tidak lama kemudian, Thomas berlari masuk ke arah ruang tengah.


"Non-" ucapan Thomas tergantung saat ia melihat Renatta terduduk di lantai dengan darah yang mengalir dari lengan kirinya.


"Lagi-lagi aku gagal. Padahal aku ingin peluru ini menembus dadamu!" desah Flora. Seraya memainkan pistol di tangannya.


Pistol itu ia dapatkan dari Thomas. Awalnya Thomas tidak mengizinkan Flora, tetapi Flora memaksa. Dan berkata jika itu hanya untuk berjaga-jaga. Thomas menghampiri Flora. “Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya Thomas khawatir.


"Aku baik-baik saja, Thom. Kau keluar saja. Aku belum selesai!"


Thomas pun menuruti perkataan Flora dan keluar dari apartemen itu.


"KAU GILA, FLORA! GILA!" teriak Renatta seraya meringis akibat luka di lengannya.


"Kau yang membuatku gila, Renatta." Flora semakin mengikis jaraknya dengan Renatta. Ia mensejajarkan tubuhnya dengan Renatta. Lalu tersenyum miring.


PLAKKKKK!


Flora melayangkan tamparan keras pada pipi kiri Renatta. Lalu ia mencengkram pipi wanita itu.


"Kau benar-benar berhasil membangkitkan jiwa iblisku, Renatta. Kau jangan berpikir, jika aku adalah wanita lemah. Aku bisa saja membunuhmu saat ini, tanpa harus berpikir!" gumam Flora tepat di hadapan wajah Renatta. Sebelum ia menghempaskan wajah wanita itu secara kasar.


"AARRRRGHHHHH...," jerit Renatta kesakitan akibat Flora mencengkram lengan Renatta yang terluka.


"Apa kau merasakan sakit, huh? Itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan selama ini!" Flora semakin mencengkeram lengan Renatta yang membuat wanita itu kembali menjerit


"Jauhkan tangan kotormu itu, ******!" bentak Renatta. Mendorong tubuh Flora agar menjauh.


Plaakk!


Lagi-lagi Flora menampar Renatta. Rogan yang melihat itupun dibuat terkejut dengan sikap Flora. Wanita itu seperti bukan dirinya.


"Jika aku ja**ng, lalu apa sebutan yang pantas untukmu? Apakah Ratu Ja**ng?" tanya Flora.


Tubuh Renatta bergetar akibat menahan rasa sakit akibat tembakan.


"Aarrghhh ...." Renatta meringis saat Flora menjambak rambutnya. Hingga membuat kepala wanita itu mendongak.


"Kau sangat jahat sekali, Re. Kau sangat jahat! Kau telah membunuh anakku. Dia adalah bayi yang tidak berdosa, tapi kenapa kau membunuhnya? KENAPA, HAH?!" bentak Flora.


Rogan membulatkan matanya mendengar hal itu. Sedangkan Renatta tersenyum.


"Baguslah, itu yang aku inginkan!" ucap Renatta menyeringai.


DORR!


Bersambung ....

__ADS_1


Aku maunya mulai hari ini, akan aktif up cerita ini, tetapi kita lihat aja kedepannya, apakah aku bisa konsisten atau tidak.


__ADS_2