Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 49


__ADS_3

New York University


Flora merasa sedikit aneh ketika sepanjang jalan banyak orang yang menatapnya. Hal itu tentu membuat Flora tidak nyaman, oleh karena itu ia memilih untuk menundukkan kepalanya.


Flora berhenti melangkahkan kakinya ketika di hadapannya terdapat seseorang yang menghalangi jalannya. Ia pun mendongakkan wajahnya, terdapat beberapa orang yang tersenyum sinis kepadanya. Dan Flora sungguh tidak mengenal orang-orang tersebut.


"Maaf kalian menghalangi jalanku." Flora mencoba untuk tersenyum ramah kepada wanita-wanita itu.


Sedangkan orang-orang itu tertawa tidak jelas yang membuat Flora semakin tidak mengerti.


"Kamu. Ternyata kamu tidak memiliki rasa malu setelah apa yang sudah kamu perbuat kepada temanmu itu. Aku tidak menyangka kampus ini memiliki mahasiswa rendahan seperti dirimu, wahai Flora Ruby," sarkas wanita bertubuh ramping. Wanita itu berjalan mengelilingi Flora.


Flora terkejut dengan apa yang dia dengar, kenapa mereka bisa mengatakan hal itu kepadanya.


"Charles Alamo. Tentu saja tidak ada wanita yang bisa menolak pesonanya. Tapi kamu, kamu seberani itu untuk merebut milik sahabatmu sendiri! Apakah kamu pantas disebut sahabat? Kamu benar-benar wanita memalukan!"


Tubuh Flora menegang, tangannya mengepal. Rasanya ingin sekali ia membungkam mulut busuk itu. Namun Flora tidak bisa berbuat apa-apa karena memang faktanya Flora merebut Charles dari Renatta.


Flora pun memilih untuk berbalik arah untuk menuju kelasnya. Ia pergi tanpa mengucapkan satu kata pun. Telinga Flora terasa sangat panas, ia tidak tahan dengan cacian yang orang-orang lontarkan kepadanya.


Ia tidak tahu harus menyalahkan siapa saat ini, tetapi salah satu alasan orang-orang kampus mengetahui pernikahannya karena berita tentangnya yang terpampang di mana-mana. Walaupun Charles tidak mengizinkan media mana pun untuk meliput acara pernikahannya. Namun ia tidak tahu dari mana berita itu tersebar.


Ia pun segera mempercepat langkahnya untuk menuju kelas. Ternyata dirinya telat beberapa menit, terbukti di dalam kelas sana sudah terdapat Mr.Hoston yang sedang memberikan materi.


Flora pun masuk ke dalam kelas itu, dan semua orang memperhatikannya dengan tatapan jijik. Terkecuali Anin dan Mr.Hoston yang menatapnya dengan senyuman.


Flora pun segera duduk di samping Anin setelah Mr.Hoston mempersilakan dirinya untuk mengikuti kelasnya.


"Kamu terlihat sangat berbeda, Flo. Aura pengantinmu masih menempel di wajahmu. Padahal kamu sudah menikah 2 minggu yang lalu," bisik Anin menggoda. Sedangkan Flora hanya tersenyum manis. Ia benar-benar tidak nyaman dengan suasana yang seperti ini.


***


Flora dan Anin sedang berjalan di koridor berniat untuk pergi ke taman kampus. Flora mendengar dari Anin jika Renatta jarang masuk kelas belakangan ini. Dan Flora yakin jika itu semua karenanya.


"Bagaimana? Ceritakan bulan madumu dengan Charles," goda Anin. Berusaha untuk mencairkan suasana.


Flora hanya menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang terhias di wajahnya.


Bruk!


"Flora!" teriak Anin, mencoba untuk menolong Flora yang terjatuh. Namun, tubuhnya ditahan oleh beberapa orang yang tidak ia kenal.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?! Lepas!" teriak Anin.


Flora meringis kesakitan karena bo**ngnya mencium lantai dengan sangat keras.


"Hay, *****!" sapa seseorang yang tiba-tiba mencengkram kedua pipi Flora.


Flora membulatkan matanya ketika melihat wanita itu yang tiba-tiba ada di hadapannya. la sadar jika orang itu sengaja menabrak tubuhnya.


"Bagaimana kabarmu setelah merampas kekasihku? Apa kau sangat bahagia, hah?” tanya Renatta.


“Re, kita bisa bicarakan ini dengan baik-bai-”


Plak!


"Renatta!" jerit Anin yang berusaha memberontak agar tubuhnya terlepas dari jeratan kedua wanita di sampingnya.


Flora memegang pipi kirinya yang panas akibat tamparan keras dari Renatta.


"Arrghh ...." Lagi-lagi Flora meringis ketika Renatta menjambak rambutnya dengan sangat kencang, sehingga membuat dirinya harus mendongakkan wajahnya.


"Kau harus dengar ini, Flo. Aku bersumpah akan merebut Charles kembali ke dalam pelukanku! Akan kubuat dia membuangmu seperti layaknya sampah! Hanya sampah! Kau pengkhianat! Kau menyembunyikan sifat burukmu di balik sikap polosmu yang menjijikkan itu!"


Renatta menatap temannya itu. "Dan kau, Anin. Aku tidak percaya jika kau lebih membela wanita sampah ini, dibandingkan aku, kau tahu? Dia merebut tunanganku! Dia merebut Charles dari hidupku! Dan kau memilih untuk membelanya? Hatimu terbuat dari apa, Nin? Kau tega melihatku terluka karenanya?" teriak Renatta. Sontak membuat mereka bertiga dikerubungi oleh banyak mahasiswa. Mereka menjadi tontonan satu fakultas.


"Aku seperti orang paling bodoh di antara kalian! Kalian menyakitiku! Kalian menghancurkan semua harapanku! Aku benci padamu, Flo. Aku sangat membencimu! SIALAN!“


PLAK!


Lagi-lagi Renatta melayangkan tamparan kerasnya pada Flora. Tidak puas dengan itu, Renatta menjambak kembali rambut Flora.


"Aku ingin membunuhmu, Flo. Aku ingin menghancurkanmu!" bentak Renatta menghempaskan kepala Flora secara kasar hingga membuat kepala Flora terpentok pada tembok.


"Kau gila Renatta! Kau gila!" geram Anin tidak tega melihat Flora diperlakukan seperti itu.


Kepala Flora terasa sangat pusing, berkali-kali ia menggelengkan kepalanya. Sebelum dirinya menegakkan kembali tubuhnya.


Kedua tangan Flora terulur memegang kaki Renatta, ia bersimpuh di hadapan wanita itu.


"Tidak, Flo. Aku mohon jangan lakukan itu! FLORA DENGARKAN AKU!" teriak Anin yang semakin memberontak agar terlepas dari kukungan.


"Aku tahu, aku salah. Maafkan aku, Re. A-aku bukanlah teman yang baik untukmu," lirih Flora menahan tangisannya.

__ADS_1


Renatta tiba-tiba tertawa dengan sangat keras.


"Maaf katamu? Aku tidak sudi menerima maaf darimu! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu, kecuali-" ucapan Renatta menggantung. Membuat Flora mendongakkan wajahnya karena penasaran.


"Kau pergi dari kehidupan Charles. Dan kembalikan Charles padaku!" sambungnya.


Flora membulatkan kedua matanya. Ia benar-benar terkejut dengan permintaan Renatta.


"Tidak Flora. Jangan, aku mohon berdirilah! kamu jangan bertingkah seperti itu Flora!" oceh Anin.


"Baiklah," ucap Flora. Hal itu membuat Anin membulatkan kedua bola matanya.


"Jika itu keinginanmu, baiklah. Aku akan melakukannya!" ucap Flora.


Renatta sedikit terkejut dengan balasan Flora sebelum ia kembali tersenyum sinis dan menatap rendah Flora.


"Tapi-" ucapan Flora menggantung.


Bruk!


"ARRRGHHHH... OH ****, FLORA!" umpat Renatta berteriak meringis. Ketika secara tiba-tiba Flora menarik dengan sangat keras kedua kaki Renatta hingga membuat wanita itu terjatuh.


Anin yang melihat itupun hanya tersenyum senang dan lega.


Kali ini Flora yang berdiri dan Renatta bersimpuh di hadapannya, ketika Renatta akan berdiri, Flora segera menginjak ujung dress milik wanita itu. Hingga membuat Renatta sulit untuk berdiri.


"Jauhkan kaki kotormu!" teriak Renatta.


"Bagaimana rasanya ketika kau berada di posisiku, Re?" tanya Flora tersenyum miring.


Sedangkan Renatta mengerutkan keningnya. Bingung.


"Sungguh, sebenarnya aku tidak berniat untuk melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan. Tapi takdir menuntunku untuk melakukan hal itu. Jadi bagaimana perasaanmu melihat tunanganmu bersanding denganku? Sebenarnya itu belum seberapa, seharusnya kau melihatku saat sedang bercinta dengannya. Agar perasaanmu sama hancurnya seperti yang aku rasakan waktu itu." Flora menatap wajah Renatta yang tercengang mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya.


Sama halnya dengan Anin dan orang-orang sekitarnya yang terkejut mendengar perkataan Flora. Mereka tidak menyangka jika orang seperti Flora bisa berbicara dengan seberani itu.


"Jadi kau ingin balas dendam?" tanya Renatta menyeringai.


"No... No, aku tidak ingin balas dendam. karena aku bukan kau! Jika aku berniat untuk balas dendam kepadamu, mungkin aku sudah melakukannya dari sejak dulu. Namun ini murni karena cinta. Aku mencintai Charles, dan aku mencintainya dari 16 tahun yang lalu, sebelum kau kenal bahkan bertemu dengannya. Dia adalah pasangan yang dijanjikan Tuhan untukku, setelah aku kehilangan orang yang aku sayangi waktu itu. Maafkan aku Re, aku harus mengatakan hal ini. Aku hanya ingin membuatmu sadar jika kita berdua sama-sama salah, kita sama-sama tersakiti. Dan untuk melepas Charles?"


"Itu tidak akan pernah terjadi! Aku tidak akan melepaskan dia seperti aku melepaskan Morgan untukmu!" sambung Flora sebelum ia pergi dari hadapan Renatta. Tidak lupa ia pun menarik Anin agar pergi bersamanya. Sedangkan suasana di sana menjadi hening. Benar-benar hening. Sebelum Renatta berteriak frustrasi.

__ADS_1


__ADS_2