Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 41


__ADS_3

Srekkk!


Baju yang dipakai oleh Flora pun kini sudah tidak berbentuk, pria berengsek itu sudah menyobeknya. Dan kini ia sudah tidak menggunakan sehelai kain pun.


"Tidakkkkkk! Aku mohon jangan lakukan ini! Aku mohon!" mohon Flora berteriak. Dengan air matanya yang semakin deras membasahi pipinya. Dia tidak mau. Dia tidak sudi. Dia tidak ikhlas memberikan mahkotanya kepada pria berengsek seperti Rogan.


Sungguh ini mimpi buruk baginya. Flora terus saja memberontak dibawah kukungan Rogan.


"Bersiaplah Sayang, kamu akan menjadi milikku seutuhnya!" ucap Rogan menyeringai. Sebelum mengecup lembut pipi Flora.


"Kamu gila Rogan! Kamu bajingan! Pria laknat!" umpat Flora berteriak dengan sisa tenaga yang ia punya. Namun, Rogan tidak menghiraukan semua itu. Dia masih berusaha untuk menyatukan dirinya dengan Flora. Hingga pada akhirnya ....


"ARGHHHHH ...."


"Tidakkkk!" teriak Flora.


"Sayang, kamu kenapa? Bangun Flo. Flora?"


Flora langsung membuka matanya, ketika ia merasa ada seseorang yang menepuk pipinya. Hal pertama yang ia lihat adalah sosok pria yang terlihat sangat cemas, yang sedang menggenggam tangannya dengan erat.


"C-charles." Flora segera bangun dari tidurnya dan menghambur pada pria itu untuk segera memeluk tubuhnya. Dengan tubuh Flora yang masih bergetar hebat.


"Aku takut Charles, a-aku takutt!" isak Flora dengan suara bergetar menangis di pelukan Charles.


Charles mengumpat di dalam hatinya. Ini semua gara-gara pria brengsek itu. Andai saja Chandra tidak mencegahnya, mungkin Rogan sudah mati di tangan Charles.


"Kamu tenang, Flo. Kamu hanya mimpi buruk. Aku akan selalu ada bersamamu. Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi kembali. Kamu aman bersamaku, Flo. Aman bersamaku!" Charles mengelus punggung Flora dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia sangat mengerti dengan apa yang gadis ini rasakan. Charles bersumpah jika dirinya akan selalu ada bersama Flora. Dia tidak akan pernah meninggalkan gadis ini.


Sungguh ia merasa panik ketika saat ia sedang melihat wajah Flora yang sedang terlelap tiba-tiba gadis itu berteriak kencang, menandakan sebetapa takutnya gadis itu hingga terbawa mimpi. Walaupun ia tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Rogan. Namun, sudah dipastikan jika pria itu telah mencoba untuk menyentuh gadisnya.


Terbukti saat tadi Charles membawa Flora pulang, dia harus sekuat tenaga mengontrol dirinya akibat perbuatan laknat Rogan.


***


"Kamu berengsek! Bajingan! GO TO HELL, ROGAN!" teriak Flora, ketika Rogan melepaskan cumbuannya.


Flora sungguh merasa jijik pada dirinya, ia lemah sekali tidak bisa berbuat apa-apa. karena tubuhnya memang terkunci oleh pria itu.


Flora lebih memilih Charles yang melakukan hal ini kepadanya, walaupun pria itu berengsek. Namun, Flora lebih rela jika Charles yang menyentuhnya. Bukan pria ini.


Ya Tuhan... Charles. Kamu ada di mana? Flora tidak henti-hentinya mengeluarkan air matanya.


Lagi-lagi Rogan harus menghentikan cumbuannya, ketika terdengar suara ketukan pintu. Itu pasti anak buahnya. Dia merasa kesal karena telah diganggu.


Flora bernapas lega, ketika Rogan turun dari tubuhnya dan pergi ke arah pintu, untuk membuka pintu tersebut.


"Ada ap-"


Bughhh!


Flora tersontak ketika mendengar suara pukulan yang sangat keras. Ia membelalakkan matanya. Charles?! Benar. Orang yang sedang menghajar Rogan habis-habisan itu adalah Charles. Prianya.


"P-papa!" teriak Flora semakin deras mengeluarkan air matanya. Melihat sosok Chandra yang baru saja memasuki kamar tersebut.


Chandra segera menghampiri Flora dan melepaskan tali pada tangan putrinya.


"Sayang." Chandra menarik tubuh Flora agar duduk, dan segera memeluk tubuh putrinya dengan sangat erat la benar-benar sangat khawatir karena telah kehilangan putrinya selama beberapa hari ini.


"Papa, aku takut, Pa!" isak Flora dengan tidak kalah erat memeluk papanya.


"Maafkan papa, yang baru bisa menemukanmu saat ini. Maafkan papa, Sayang!" ucap Chandra yang diangguki oleh Flora.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, sekarang kamu sudah aman!" Chandra mengelus punggung putrinya.


Flora tidak sengaja melihat Charles yang secara membabi buta menghajar dan menendang Rogan yang sudah penuh dengan luka di wajahnya. Tidak tertinggal, sumpah serapah yang Charles berikan kepada pria yang telah menculik gadisnya itu.


Flora semakin menangis di pelukan Chandra. la masih shock dengan perbuatan Rogan kepadanya.


"Charles, Stop!" teriak Chandra saat menengok ke arah pria itu yang masih saja menghajar Rogan. Namun, Charles mengabaikannya, dia terus saja memukul dan menendang Rogan yang sudah dipenuhi dengan darah segar di tubuhnya.


Chandra melepaskan pelukan pada tubuh putrinya. Dan ia segera menghampiri Charles.


"Cukup Charles!" Chandra menahan tubuh Charles yang memang sedang teramat murka.


"Dengarkan aku! Aku tidak mau calon suami anakku itu seorang pembunuh! Lebih baik kamu tenangkan Flora yang sedang ketakutan di sana!" kata Chandra. Menatap wajah Charles dengan serius.


Charles pun mengalihkan tatapannya pada Flora, akhirnya dia bisa melihat gadis yang sangat dicintainya itu. Dengan langkah pasti, Charles segera menghampiri Flora dan segera mengangkat tubuh gadis itu untuk didudukkan di pangkuannya. Charles memeluk tubuh Flora dengan sangat erat, begitupun dengan Flora. Mereka saling melepas kerinduan yang beberapa hari ini hadir dalam dirinya.


"Charles," lirih Flora, dalam pelukannya. Charles tidak henti-hentinya mengecup bahu dan pelipis Flora. Ia sangat merindukan gadisnya ini.


"Kamu sudah aman Sayang, aku berjanji akan menjagamu! Aku janji, kejadian ini tidak akan terulang lagi!" janji Charles, yang diangguki oleh Flora.


"Sekarang kita pulang!" Charles beranjak dari tempat tidur dengan posisi Flora yang masih ada dalam gendongannya.


Saat keluar dari kamar, Flora meringis melihat darah yang berceceran di lantai. Rasanya mual sekali melihat hal itu. Ia melihat anak buah Rogan yang sudah babak belur oleh anak buah Charles.


"Tutup matamu, Flo!" pinta Charles. Flora pun segera menutup matanya. Charles tahu jika Flora sedang merasa ketakutan saat ini, bisa ditebak dari tubuhnya yang bergetar.


Charles segera membuka pintu mobilnya, dan menurunkan Flora secara perlahan. la mendudukkan gadis itu dengan penuh kehati-hatian. Ia pun segera menyalakan mesin mobilnya, dan meninggalkan tempat itu.


Sepanjang jalan, Charles terus saja menggenggam tangan Flora dengan begitu erat, tidak lupa dengan kecupan-kecupan yang dia berikan pada punggung tangan gadis itu.


"Ahhh-" desah Flora.


Charles mengalihkan perhatiannya pada gadis yang berada di sampingnya. Terlihat Flora bergerak gelisah, dengan matanya yang tertutup.


"Badanku, badanku terasa sangat panas!" desis Flora.


Charles semakin tidak mengerti, padahal dia menyalakan AC mobilnya. Tapi kenapa Flora masih saja merasa kepanasan.


"Aku tidak kuat Charles, panas!" lirih Flora.


Charles semakin merasa ada yang janggal dari Flora. Ia mencoba untuk mengelus pipi Flora, dan ternyata dugaannya benar. Flora mendesah.


"****! Apakah pria berengsek itu memberimu obat perangsang?" tanya Charles.


"Ak-aku tidak tahu. Charles, aku mohon tolong aku. Aku tidak kuat, Charles! Tolong, lakukan sesuatu!" isak Flora. Memohon.


Charles frustrasi. Dia memang menginginkan Flora, tetapi tidak mungkin jika dia melakukan hal tersebut di saat Flora sedang dalam pengaruh obat.


"Bersabarlah Flo, kamu pasti bisa menahannya!" ucap Charles yang berusaha fokus terhadap jalannya.


Namun, pria itu semakin frustrasi ketika saat ia melihat ke arah Flora, gadis itu ternyata sudah membuka kancing bajunya.


"Flora, aku mohon sadarlah! Kamu sedang dalam pengaruh obat!"


"Sumpah, aku tidak kuat Charles. Lakukan sesuatu padaku, aku mohon!" Flora menarik-narik kemeja Charles. Hal itu membuat Charles tidak fokus dalam mengendarai mobilnya.


"****! Kamu sangat menggangguku, Flo!" Charles segera meminggirkan mobilnya. Ia melepas seatbelt pada tubuhya.


Charles pun hilang kendali.


Namun, beberapa menit kemudian Charles memberhentikan cumbuannya pada tubuh Flora.

__ADS_1


"Charles, kenapa kau berhenti?" erang Flora. Tidak terima.


"Tidak, Flo. Kamu sedang dalam pengaruh obat. Aku tidak bisa melakukan hal itu."


"Aku mohon, Charles. Lakukan sesuatu padaku. Ini rasanya sangat aneh. Aku tidak tahan. tubuhku menginginkan sesuatu yang lebih, Charles!" rengek Flora.


Charles segera mendudukkan Flora pada tempat asalnya. Flora merasa kesal oleh tingkah Charles. Dia butuh pelepasan saat ini, tetapi Charles tidak membantunya.


"Setelah kita menikah, aku berjanji padamu. Aku akan memuaskanmu! Tapi tidak untuk saat ini! Tahanlah. Aku yakin kamu pasti bisa!" kata Charles, sebelum mengecup kening Flora.


Charles sangat menyukai Flora yang liar dan agresif seperti ini. Namun tetap saja, dia tidak akan mungkin bercinta dengan gadis itu sekarang. Dia harus menikahi Flora terlebih dahulu, setelah itu ia akan bebas bercinta dengannya.


***


"Flora!" teriak Nadia yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Charles menoleh ke arahnya, dan beranjak dari duduknya.


Nadia bergegas mendekat ke arah tempat tidur, ia segera memeluk tubuh putrinya yang selama ini dia rindukan.


"Mama," sapa Flora.


Nadia menjauhkan tubuhnya dari Flora. "Sayang, kamu baik-baik saja kan? Maafkan mama, Flo!" Nadia mengelus pipi Flora dengan penuh kelembutan.


"Aku baik-baik saja, Ma. Mama tidak perlu meminta maaf, Mama tidak melakukan kesalahan apa pun!" ucap Flora. Nadia pun segera memeluk kembali tubuh Flora dengan sangat erat. Begitupun Flora yang tidak kalah erat memeluk tubuh mamanya. Orang yang sangat dia cintai.


"Aku sangat senang kau kembali dengan selamat, Sayang. Aku sangat khawatir saat mendengarmu hilang!" ucap Marline yang berdiri di belakang Nadia.


Flora tersenyum melihat wanita paruh baya itu. Nadia segera melepaskan pelukannya dan memberi ruang untuk Marline. Marline pun segera duduk di tepi ranjang dan memeluk erat gadis itu.


"Mommy," sapa Flora lirih.


"Sekarang kau akan baik-baik saja, Flo. Charles akan lebih ketat untuk menjagamu!" ucap Marline. Yang dijawab oleh anggukan Flora.


Tiba-tiba Flora teringat akan sesuatu. Masih dalam pelukan Marline, ia menatap Charles yang sedang berdiri di samping ranjang.


"Charles! A-apa kamu sudah menikah dengan Renatta?" tanya Flora. Sontak membuat Charles, Marline dan Nadia terlihat terkejut.


Marline melepaskan pelukannya, dan wanita itu segera menoleh ke arah Charles.


"A-apa maksudmu?" tanya Charles bingung.


"Jadi benar, kamu sudah menikah dengan Renatta?" Mata Flora berkaca-kaca. Hal itu membuat Charles risih. Ia segera mendekati Flora dan duduk di tepi ranjang.


"Aku tidak menikah dengannya. Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" Charles menangkup wajah Flora. Dan menatap wajah cantik itu secara intens.


"Apa kamu tidak berbohong padaku?" Flora merasa sangat takut jika Charles benar-benar menikah dengan Renatta.


Charles tidak menjawab pertanyaan Flora, ia hanya memberi kecupan pada bibir Flora. Namun, tubuh Charles segera didorong oleh gadis itu


"Kamu untukku saja, Charles!" isak Flora.


"Aku tidak mau kamu bersama wanita lain! Terutama Renatta!" lanjutnya. Entah ada apa dengan dirinya. Flora begitu takut jika Charles akan meninggalkannya.


Charles menaikkan satu alisnya, ia bingung dengan sikap Flora yang seperti ini. Namun jujur, dia sangat menyukainya.


"Aku memang untukmu, Flo. Tidak ada wanita lain di hatiku selain kamu, kau satu-satunya wanita yang aku cintai setelah Mommy ku!" Charles menatap manik Flora penuh dengan cinta.


Marline dan Nadia hanya terkekeh melihat pasangan itu. Sebelum mereka memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.


"La-lalu, bagaimana dengan pernikahan kita?“

__ADS_1


"Kita akan menikah besok lusa. Dan aku peringatkan, kamu jangan keluar dari mansion ini!" jawab Charles tegas.


__ADS_2