
Setelah mencari alamat kantor pusat D'Alamo Company melalui internet, Flora bergegas untuk pergi ke kantor tersebut untuk menemui Charles. Sangat mudah sekali untuk mendapatkan informasi mengenai pria tersebut.
Charles sangat terkenal di golongan kalangan atas terutama kalangan pebisnis. Selain itu, namanya selalu terpampang dalam berita harian. Karena dia adalah sosok pengusaha muda yang sukses.
Tangan Flora mengepal menahan amarah yang sudah memuncak hingga ubun-ubun. Rasanya ia ingin sekali cepat sampai di sana dan bisa memberi pelajaran kepada Charles.
30 menit kemudian, Flora sudah sampai di D'Alamo Company. Terlebih dahulu ia menghampiri meja receptionist untuk menanyakan ruangan Charles. Setelah mengetahui di mana ruangan Charles berada, Flora segera melangkahkan kakinya ke dalam lift.
Tring!
Pintu lift terbuka. Flora dengan langkah pasti keluar dari lift tersebut. Ia disambut oleh ornamen kantor yang sangat mewah yang bernuansa serba putih itu. Flora menyelusuri lorong yang sepi, di sana hanya terdapat ruangan-ruangan yang dibatasi oleh jendela kaca.
Flora terus saja berjalan berusaha mencari ruangan Charles. Hingga ia bisa menemukan satu pintu besar yang berbahan dari kayu, berada di paling ujung lorong tersebut, yang ia yakini itu adalah ruangan Charles.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Cathrina tersenyum ramah. Berdiri di hadapannya.
Flora menatap wanita itu sejenak. "Aku ingin bertemu dengan Charles. Apakah dia ada di ruangannya?"
"Apakah Anda sudah membuat janji dengan Mr.Alamo?"
Flora terdiam. Dan hal itu disadari oleh Cathrina.
"Maaf Nona, tapi Anda tidak bisa bertemu dengan Mr.Alamo jika tidak memiliki janji sebelumnya," ucap Cathrina.
"Katakan padanya, aku Flora Ruby Negara ingin bertemu dengannya, sekarang juga!" pinta Flora dengan nada yang meninggi.
Cathrina terkejut, dia menjadi penasaran dengan gadis yang ada di hadapannya ini.
Cathrina pun segera menuju mejanya yang berada di sisi kiri pintu besar itu. Ia pun segera menghubungi Charles melalui telepon kantor.
"Hallo, maaf Sir. Di sini ada seorang wanita bernama Flora Ruby ingin bertemu dengan Anda."
"...."
Cathrina menatap Flora sejenak. "Baiklah." Cathrina mengakhiri panggilannya.
"Maaf Ms.Flora, tapi untuk saat ini Mr.Alamo tidak bisa menemui Anda. Karena dia sedang memiliki pekerjaan," ucap Cathrina.
Flora mengerutkan keningnya. "Benarkah? Baiklah jika begitu."
__ADS_1
Bukannya pergi, Flora dengan keras kepala melangkahkan kakinya untuk mendekati pintu besar, di mana Charles berada.
"Ms.Flora, Anda mau ke mana?" cegah Cathrina, yang dengan cepat berdiri di depan pintu tersebut.
"Minggirlah! Aku ingin membunuh pria itu!" ucap Flora asal. Sedangkan Cathrina membulatkan kedua matanya tidak percaya dengan perkataan yang dilontarkan oleh gadis cantik di hadapannya.
"Anda tidak bisa masuk! Sudah saya katakan jika Mr.Alamo tidak bisa diganggu!"
Flora tidak mempedulikan perkataan Cathrina, ia terus melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan kerja Charles. Flora mendorong tanpa mengetuk terlebih dahulu pintu tersebut, dengan Cathrina yang terus berusaha untuk mencegahnya.
"Hey!" teriak Cathrina.
Sedangkan Charles yang sedang duduk di kursi kebesarannya menatap datar kedua orang yang baru saja memasuki ruangannya.
"Sir, maafkan saya. Namun wanita ini memak-"
"Kembalilah ke tempatmu," pinta Charles kepada sekretarisnya, dengan mata yang masih fokus menatap Flora yang juga sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Cathrina pun menundukkan kepalanya sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Flora melangkahkan kakinya untuk mendekati meja Charles. Dan menggebrak meja itu dengan sangat keras.
Charles bergeming, menatap gadis yang ada di hadapannya.
"Kenapa kamu diam saja?! Kamu sudah puas menghancurkan aku, Charles? Puas?!" Air mata Flora tiba-tiba menetes membasahi kedua pipinya, dan hal itu membuat Charles tidak kuasa untuk menatapnya. Sehingga pria itu memilih untuk memalingkan wajahnya.
Flora menghapus air matanya dengan punggung tangannya secara kasar.
"Pertama kamu telah mencabut beasiswaku dan sekarang kamu mengancam Glen untuk tidak mempekerjakanku lagi! Apa hanya itu yang bisa kamu perbuat Charles? Apa salahku terhadapmu Charles?!" tanya Flora yang diikuti oleh isakan.
Charles beranjak dari kursinya, dan berjalan memutari meja untuk berdiri berhadapan dengan Flora. Dengan posisi dia menyandarkan bokongnya pada meja kebesarannya.
Charles menatap lekat Flora dengan tangannya yang menyilang di dada, yang membuat dirinya terlihat sangat angkuh.
"Sudah kukatakan kepadamu untuk berhenti bekerja dari jauh-jauh hari. Dan kamu selalu saja tidak pernah mendengarkan aku. Jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat yang lebih seperti ini," balas Charles dengan datar.
"Memangnya kamu siapa? Apa hakmu mengaturku?" tanya Flora dengan sinis.
"Aku? Aku Charles Alamo. Dan aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan!" Charles tersenyum angkuh.
__ADS_1
Tok ... tok ....
Pintu terbuka, terlihat 2 security dan sekretaris Charles memasuki ruangan.
"Itu orangnya, bawa dia keluar!" seru Cathrina kepada kedua security itu.
"Stop!" cegah Charles ketika kedua security itu akan menyeret Flora keluar.
"Apa yang ingin kalian lakukan, hah?!" bentak Charles.
"Maaf Sir, tapi wanita itu sangat berbahaya. Dia mengatakan jika dirinya ingin membunuh Anda!"
Flora membulatkan kedua matanya. Sedangkan Charles menaikkan satu alisnya dan menatap Flora.
"Benarkah? Kamu ingin membunuhku?" tanya Charles mengikis jaraknya dengan Flora. Secara spontan Flora melangkah mundur.
Flora merasa sangat gugup ketika melihat kedua mata elang pria itu ketika ia berusaha untuk menghindari Charles, pria itu segera mencekal pergelangan tangan Flora dengan sangat erat.
"Kalian pergilah dari sini, aku ingin memberi pelajaran kepada orang yang sudah berani kepadaku," pinta Charles yang langsung dituruti oleh karyawannya.
Setelah ketiga karyawan Charles keluar, Flora berusaha untuk membebaskan diri dari Charles.
Namun, pria itu tidak sedikitpun melepaskan cekalannya pada Flora.
"Charles!" teriak Flora mencoba untuk mendorong tubuh Charles yang semakin menghimpitnya.
"Kamu berani padaku?" tanya Charles lalu mengecup leher jenjang Flora.
Tubuh Flora menegang. Lagi-lagi dirinya seperti ini ketika Charles berada di dekatnya.
"Pulanglah! Atau aku akan berbuat yang macam-macam kepadamu saat ini. Di tempat ini."
Charles menjauhkan dirinya dari Flora, dan melepaskan cekalannya pada tangan gadis itu. Sedangkan Flora tidak banyak berpikir, dia bergegas keluar dari ruangan Charles. Karena detak jantungnya saat ini sedang tidak terkontrol.
Bersambung ....
Makasih udah menuhin target 😁.
Tembus 300 like, aku langsung up EP 30. (Aku berani nentuin target karena emang dasarnya banyak yang baca. aku cuma minta like dari kalian kok, bukan hadiah ataupun vote jangan salah paham).
__ADS_1