Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair : Episode 19


__ADS_3

"Sialan, dasar pria mesum!" seru Flora kesal.


"Aku hanya mesum kepadamu Flora, ayolah sana kau mandi. Aku ingin melihatmu."


"Jadi kau melakukan video call hanya ingin-" Flora tidak ingin melanjutkan perkataannya.


Charles hanya terkekeh. "Ayolah Babe, sana cepat mandi!"


"Ahh sialan kau, Charles!" teriak Flora lalu segera menutup panggilannya.


Ia pun pergi ke kamar mandi mengabaikan panggilan telpon dari Charles yang terus menerus.


***


Semilir angin malam terasa menusuk ke seluruh organ tubuh pria yang saat ini sedang terdiam berdiri di balkon kamarnya.


Charles terpaksa harus pergi ke Brooklyn atas permintaan Marline yang tidak mungkin dia tolak. Charles memang sangat jarang untuk pulang ke mansion kedua orang tuanya, terlebih hal itu terjadi di saat Charles telah bertunangan dengan Renatta.


"Kau belum tidur?"


Charles tersadar dari lamunannya ketika suara lembut menyapanya. Charles membalikkan tubuhnya untuk menatap seseorang yang berada di belakangnya.


"Aku belum ingin tidur Mom," jawab Charles tersenyum manis.


Marline mendekati Charles, ia selalu merindukan putranya ini. Marline menatap lembut manik mata Charles dengan penuh kasih sayang.


"Ada apa, Charles? Apa yang sedang kau pikirkan?" Marline mengelus lengan kokoh anaknya.


Charles menghela napasnya. "Tidak Mom, aku hanya sedang menikmati udara malam di sini. Karena sudah lama aku tidak merasakan hal itu."


Marline melangkahkan kakinya melewati Charles. Kedua tangan wanita itu berpegangan kepada pagar balkon, seraya menatap lurus ke taman belakang mansion.


"Sering-seringlah pulang ke sini Charles, Mommy sering sekali merasakan kesepian setelah kau pergi," jujur Marline, sedih.


Charles merasa bersalah kepada Marline, tetapi saat ini dia sudah dewasa dan bisa untuk mengatur hidupnya sendiri. Dia ingin melakukan sesuatu hal tanpa campur tangan dari kedua orang tuanya termasuk tinggal bersama dengan orang tuanya pun Charles merasa enggan. Bukan karena dia tidak ingin tinggal bersama mereka, tetapi ada satu hal yang membuat Charles memilih untuk tinggal di Manhattan, di penthousenya.


"Cepatlah menikah Charles, Mommy ingin cepat-cepat memiliki cucu. Rasanya sangat bahagia sekali membayangkan hal itu, pasti mansion ini tidak akan terasa sepi lagi." Marline membalikkan tubuhnya menatap Charles penuh harap.

__ADS_1


Sedangkan Charles hanya terdiam membisu, ia menatap Marline dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.


"Aku belum memikirkan hal itu Mom," sahut Charles lembut.


Terlihat Marline merasa kecewa atas jawaban anaknya, apalagi sebenarnya yang ditunggu oleh Charles. Padahal dia sudah memiliki semuanya, selain itu sebentar lagi dia akan genap berusia 30 tahun.


"Apa kau yakin dengan ucapanmu?" tanya Marline. Charles hanya menaikkan kedua alisnya.


"Apa benar kau tidak mencintai Renatta?" lanjutnya.


Charles masih setia membisu, dia hanya tersenyum kecil kepada Marline.


Terlihat Marline mengembuskan napasnya secara kasar, ia sudah terbiasa dengan sikap Charles yang dingin seperti ini.


"Tidurlah Charles, ini sudah malam. Good night, Son." Marline memutuskan untuk kembali ke kamarnya, karena percuma berbicara dengan Charles yang terlalu cuek.


"Good night, Mom!" balas Charles menatap punggung Marline yang menjauh. Charles membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah taman belakang mansion yang sangat luas, ia mengingat setiap perkataan sang ibu. Namun, dia pikir tidak perlu menjawab pertanyaan yang sudah pernah ia jawab sebelumnya.


***


Saat ini dia akan berangkat kuliah yang tentunya akan diantar oleh Thomas, yang memang sudah stand by di lobi, selalu seperti itu disetiap harinya.


Flora melangkahkan kakinya menuju lobi, di sana ia mendapati Thomas yang sedang tersenyum padanya.


"Selamat pagi nona Flora," sapa Thomas.


"Selamat pagi Thom, emmm... Masalah waktu itu aku minta maaf ya, aku tidak tahu jika Charles akan semarah itu kepadamu," ucap Flora menyesal.


Thomas tersenyum. "Tidak apa-apa Nona, saya pun akan bersikap seperti itu jika berada diposisi tuan Charles."


Kening Flora mengernyit tidak mengerti, tetapi ia tidak peduli. Dia harus segera berangkat ke kampusnya.


"Baiklah Thom, kita ke kampus ya."


"Anda tidak bekerja?" tanya Thomas.


"Nanti sore, sekarang aku akan kuliah," jelas Flora yang diangguki mengerti oleh Thomas.

__ADS_1


Mereka berduapun berjalan keluar apartment, dan Thomas berlari terlebih dahulu untuk memarkirkan mobilnya setelah itu membukakan pintu mobil tersebut untuk Flora.


***


Flora mengisi waktu kosongnya untuk berdiam di dining hall kampus ditemani oleh Renatta dan Anin yang terus mengoceh membicarakan dan mengomentari setiap orang-orang yang melewatinya dengan gaya yang menurut mereka aneh.


"See, dia Anatasya kan? Aku dengar dia sudah beberapa kali gagal saat mendaftarkan diri menjadi model victoria's secret" bisik Renatta.


"Rasanya aku ingin tertawa kencang, apakah dia tidak memiliki kaca di rumahnya? Tidak heran dia gagal, lihatlah wajahnya, itu penuh kepalsuan!" sahut Anin yang dibarengi oleh tawaan Renatta yang sangat lantang.


Sedangkan Flora hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya, memang benar membicarakan orang lain itu sangat menyenangkan. Apalagi belakangan ini Flora tidak pernah berkumpul lengkap seperti ini, rasanya sangat menyenangkan.


Di tengah-tengah mereka yang sedang tertawa itu, ponsel Renatta berbunyi dan dia terlihat sangat bahagia mengetahui siapa yang menelponnya.


"Hallo Charles," sapa Renatta antusias yang membuat Anin dan Flora menghentikan tawaannya karena takut mengganggu pembicaraan temannya itu.


"Kau di mana, Sayang? Sebentar," Renatta bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Anin dan Flora untuk berbicara dengan Charles. Karena kondisi tempat yang memang sangat bising.


Flora dan Anin melanjutkan pembicaraannya kembali, beginilah wanita selalu membicarakan hal apa pun dari pada terdiam begitu saja.


Beberapa menit kemudian, Renatta kembali dengan senyumannya yang sangat indah. Hal itu pun tentu saja disadari oleh Flora dan Anin. "Lihatlah temanmu Flo, sepertinya dia sedang masa puber kembali," sarkas Anin menggelengkan kepalanya. "Ada apa Re, kau terlihat sangat bahagia sekali?" tanya Flora lalu tersenyum.


"Charles mengajakku dinner nanti malam, arrrghhh... rasanya aku bahagia sekali hari ini. Padahal dia baru saja pulang dari Dubai, tapi dia menyempatkan dirinya untuk mengajakku dinner." Renatta bersorak bahagia.


"H-aahh, Charles baru pulang ya?" ucap Anin melirik Flora sekilas.


"Baguslah, lakukan yang benar nanti malam," sahut Flora.


"Ma-maksudmu?" tanya Renatta dan Anin bersamaan.


"Bukankah kau sangat merindukannya selama dia pergi ke Dubai? Maka nanti malam adalah kesempatanmu untuk menghabiskan malam yang panas dengannya," jelas Flora dengan polos.


Anin yang sedang menegak minumannya tiba-tiba tersedak mendengar perkataan yang keluar dari mulut Flora.


"W-wh-what?!" teriak Anin membulatkan kedua bola matanya.


"Waw... ada apa ini? Flora kecilku sudah beranjak dewasa dan sudah mulai berani mengatakan hal-hal seperti itu," goda Renatta. Sedangkan Flora hanya tersenyum kecil dan memainkan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2