
Sekujur tubuh Flora bergetar, ia sangat takut dan gugup. Tangannya pun banjir oleh keringat, ia belum siap bertemu dengan ayah Charles. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di dalam sana.
"Flo, kamu jangan takut. Di sini ada aku. Aku akan selalu ada di sampingmu!" Charles mengelus pipi Flora. Sedangkan tangan kanannya terus menggenggam tangan Flora yang berkeringat. la sangat tahu apa yang dirasakan oleh Flora. Namun, ia harus melakukan ini, ia harus memperkenalkan Flora pada ayahnya.
Saat ini mereka berada di depan pintu mansion. Karena Flora yang tiba-tiba tidak ingin melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mansion tersebut.
"Flo, kita masuk ya? Kamu percaya padaku kan?" tanya Charles. Menatap manik Flora yang sangat indah. Flora pun menganggukkan kepalanya, ia menghela napas terlebih dahulu sebelum melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mansion itu.
"Aku tidak terima ini, Frans! Kamu telah mengkhianati aku!"
Flora semakin merasa tidak enak ketika terdengar suara bariton yang menggelegar di dalam mansion itu. Charles semakin mengeratkan genggamannya di tangan Flora, saat mereka berdua sudah sampai di ruang tamu.
Terlihat Marline yang sedang berdiri tidak jauh dari sana, sedang mengenggam sebuah ponsel yang ia tempelkan di telinganya. Namun, setelah Marline sadar dengan kedatangan Charles dan Flora, wanita itu membulatkan kedua bola matanya. Padahal dirinya baru saja akan menghubungi Charles, untuk melarangnya pergi ke mansion. Namun, semua itu sudah terlambat.
"Oh, kebetulan kamu datang ke sini Charles." Arland Douglash menatap Charles dengan tatapan yang mematikan.
Sedangkan Flora merasa jantungnya copot dari tubuhnya, di sana ia bisa melihat Renatta yang sedang menangis di pelukan ibunya. Renatta menatap ke arah Flora ketika ia sadar dengan kedatangannya.
Renatta segera melepaskan pelukan dari ibunya, ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan dengan tergesa ke arah Flora. Dengan air mata yang bercucuran dan tatapan yang menusuk, wanita itu melayangkan tamparan kepada Flora. Namun, Charles segera mencegahnya.
"Lepaskan tanganku, sialan!" teriak Renatta.
Tubuh Flora semakin bergetar, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Hubungannya dengan Charles ternyata harus terbongkar saat ini juga. Flora benar-benar merasa bersalah kepada Renatta.
__ADS_1
"Jangan berani-beraninya kamu menyentuh Istriku!" ucap Charles. Ia sengaja menekankan pada kata istri.
Bughhh!
"Charles!" jerit Flora, ketika Arland menendang perut Charles. Hingga pria itu sedikit oleng.
"Kau memang pria bajingan, Charles! Berani-beraninya kau melakukan hal ini pada Putriku! Dasar bajingan, sampah!" umpat Arland sebelum melayangkan pukulannya lagi kepada rahang Charles.
Flora berniat untuk menghampiri Charles, tetapi kaki Flora ditendang oleh Renatta hingga Flora terjatuh tepat di hadapan Renatta. Flora meringis kesakitan akibat tendangan itu.
Charles yang mendengar rintihan Flora pun segera menoleh ke arah istrinya, dan dia berniat untuk menghampiri Flora. Namun, lagi-lagi Arland menghajarnya.
Renatta mencengkeram pipi Flora. "Aku tidak menyangka, gadis polos sepertimu ternyata sangatlah hina! Kau ternyata berbakat sekali ya, menjadi gadis perebut, kau tahu? Kau itu ja*ang, Flo. JAL*NG!" teriak Renatta yang saat ini menjambak rambut Flora, sehingga Flora harus mendongakkan kepalanya. Air mata pun terjatuh, membasahi kedua pipi Flora.
"Kau wanita kotor! Wanita hina! Wanita menjijikkan! Kau adalah pe**cur terhina di dunia ini!" teriak Renatta kembali, yang akan melayangkan tamparan lagi kepada Flora.
Charles sangat murka melihat istrinya diperlakukan seperti itu oleh Renatta. Sehingga ketika Arland akan menyerangnya lagi, Charles sudah terlebih dahulu menendang tulang kering pria paruh baya itu. Sekali tendangan sudah membuat Arland tersungkur. Tadi ia masih menghormati Arland dengan cara tidak melawannya, tetapi ini sudah berkaitan dengan wanitanya, istrinya. Dia tidak bisa jika Flora harus direndahkan seperti itu.
Plak!
Charles melayangkan tamparan yang sangat keras pada Renatta. Yang membuat semua orang di sana terlihat sangat terkejut.
"Aku, tidak akan membiarkan kau menghina Istriku seperti itu! Kau pikir, kau siapa hah? Apa kau tidak sadar, semua hinaan yang kau lontarkan kepada Flora itu sebenarnya lebih pantas untuk dirimu sendiri?! Seharusnya kau malu, Re. Karena wanita sepertimu tidak pantas menghina wanita seperti Flora. Dia sangat jauh berbeda denganmu! SANGAT JAUH BERBEDA!" bentak Charles. Pria itu benar-benar murka.
__ADS_1
Sedangkan Flora menangis di pelukan Marline.
la benar-benar merasa jika dirinya memang seorang ja**ng. Perebut kekasih temannya sendiri. Dia memang sangat hina!
"TUTUP MULUTMU, CHARLES!" teriak Anna, menghampiri Renatta. Karena ia tidak terima putrinya direndahkan seperti itu oleh Charles.
"Kau jangan berani-beraninya menghina Putriku seperti itu! Tentu saja Putriku berbeda dengan wanita itu, karena wanita itu adalah wanita murahan yang tidak tahu malu! Perebut kebahagiaan orang lain! Aku sangat kasihan kepadanya," ucap Anna menatap Flora dengan tatapan merendahkan.
Rahang Charles mengeras, tangannya mengepal. Rasanya ingin sekali ia menampar mulut wanita itu. Namun, ia berusaha untuk menahannya.
Charles berniat untuk membuka mulutnya, tetapi Marline terlebih dahulu memotongnya.
"Mrs. Douglash. Jangan berani-beraninya kau menghina menantuku! Dia tidak salah apa pun! Tanyakan saja pada Putrimu itu, apa yang sebenarnya telah dia perbuat di masa lalunya hingga saat ini ia mendapatkan balasan dari hasil perilakunya di masa lalu!" Marline menatap Anna dengan tatapan permusuhan.
Hal itu membuat semua orang fokus kepada Marline.
"Mom, no!" lirih Flora. Menggelengkan kepalanya. Namun Marline tidak mempedulikan itu. Karena ia tidak terima jika Flora direndahkan seperti itu.
Frans yang sedari tadi hanya terdiam di sofa menjadi satu-satunya orang yang tidak ikut campur dalam masalah ini. Ia fokus menatap wanita yang sedang dipeluk oleh istrinya itu.
"Frans. Apa seperti ini kau mendidik Anak dan Istrimu, hah? Aku sangat tidak menyangka, seorang Fransisco La Alamo memiliki keluarga yang memiliki sifat sampah seperti ini!" decak Arland.
Frans beranjak dari duduknya. Ia menghampiri Arland. Menatap pria itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Maafkan aku, semua ini salahku!" Frans terlihat sangat menyesal.
"Ya! Memang benar, ini semua salahmu, Frans. Tapi aku masih memberimu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanmu. Pisahkan Charles dengan wanita itu, dan kita lanjutkan rencana kita diawal. Menikahkan Renatta dan Charles." Arland menatap serius pada Frans yang juga sedang menatapnya.