Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair : Episode 21


__ADS_3

"Apakah aku boleh memasukimu?"


Charles menatap manik mata Flora dengan penuh harap. la benar-benar menginginkan wanita itu seutuhnya.


Sedangkan Flora merasa tubuhnya kaku, terlebih saat Charles menatapnya. Flora tidak menyangka jika Charles akan meminta hal yang vulgar seperti itu.


"Kenapa kau tidak menjawabku?" tanya Charles yang tidak sedetikpun mengalihkan pandangannya dari Flora.


Jantung Flora semakin berdetak dengan kencang, ia merasa sangat panas saat ini. Padahal suasana di dalam kamar itu cukup dingin dengan adanya AC. Flora sangat gugup.


"Kau benar-benar akan memperlakukanku seperti seorang ja**ng, Charles?" ujar Flora lirih dengan napas yang terengah.


Charles spontan mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Flora, ia melebarkan matanya ketika melihat wajah Flora sudah penuh dengan air mata.


Flora tersenyum miris. "Semua lelaki memang hanya menginginkan tubuh wanita saja, bahkan di saat lelaki itu sudah memiliki pasangan pun dengan beraninya dia menginginkan tubuh wanita lain." Flora menatap wajah Charles dengan penuh kecewa.


"Satu hal yang harus kau tahu, aku membenci sosok pria sepertimu. Kau pria berengsek, Charles! Kau hanya pria yang bisa memainkan hati dan perasaan wanita. Saat ini kau menginginkan tubuhku, setelah kau mendapatkannya kau akan pergi begitu saja membuangku seperti seorang ****** yang hanya untuk memuaskan nafsumu saja, sama halnya seperti yang kau lakukan kepada Renatta. Setelah kau puas menikmati tubuhnya, kau mencampakkan dia begitu saja," sambung Flora dengan suara yang parau.


Charles menegakkan tubuhnya dan menarik tangan Flora agar terduduk berhadapan dengannya. Charles menutupi tubuh Flora dengan selimut.


"Kau bukan seorang ja**ng, aku benar-benar menginginkanmu seutuhnya karena ak-"


"Pergi dari sini! Aku tidak ingin berbicara terlebih dahulu denganmu," potong Flora membuang wajah, enggan untuk menatap wajah Charles.


"Tidak. Aku akan tetap di sini bersamamu." Charles mengelus kedua pipi Flora dengan lembut, menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi mulusnya.


Sedangkan Flora semakin mengeratkan genggamannya pada selimut yang menutupi tubuhnya yang bergelar. Dia merasa sangat hina, dan merasa menjadi orang yang sangat jahat karena telah mengkhianati temannya. Dia benar-benar menjadi wanita murahan yang tidak tahu malu.


"Aku bilang pergi dari sini, Charles! Jika kau tidak pergi, akan aku pastikan besok kau tidak akan bisa bertemu denganku lagi!" teriak Flora sambil menatap wajah Charles dengan penuh amarah.


Charles tidak bisa berkata apa pun, dia tidak ingin Flora pergi lagi seperti waktu itu. Dengan terpaksa dia harus mengikuti keinginan Flora.


Charles mencium kening Flora untuk beberapa menit, lalu ia beranjak dari tempat tidur untuk memakai kemejanya. Setelah itu Charles keluar dari kamar Flora tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


Tangis Flora pecah, ia mengacak rambutnya frustrasi.

__ADS_1


"Tidak! Tidak mungkin!" teriak Flora, melempar bantal ke sembarang arah.


"Tidak Flora, tidak mungkin kau mencintainya. Itu tidak akan pernah terjadi, tidak akan pernah!" kata Flora dengan nada yang sangat rendah, tetapi penuh dengan tekanan.


Ternyata Flora mengetahui tentang perasaan yang dari tadi mengganggunya itu, ia baru menyadari semuanya. Perasaan yang dulu pernah ia rasakan kepada Morgan ternyata ia rasakan juga kepada Charles. Bahkan perasaan itu lebih besar. Flora tidak mau jika ia harus mencintai Charles. Dia tidak bisa. Ia tidak mau menjadi sosok wanita yang ia benci selama ini.


Flora terus menangis frustrasi dengan-terus menerus memeluk tubuhnya yang setengah telanjang.


***


"Arrgghhhh ...." Charles memukul kemudi mobilnya. Dia seperti lelaki bodoh karena tidak bisa mengontrol nafsunya. Seharusnya dia tidak berperilaku seperti itu kepada Flora.


Charles terus mengingat perkataan Flora tadi kepadanya, yang terus berputar dikepalanya.


"Kau benar-benar ingin memperlakukanku seperti seorang jal**g, Charles?"


"Semua lelaki memang hanya menginginkan tubuh wanita saja."


"Satu hal yang harus kau tahu, aku membenci sosok pria sepertimu, kau pria berengsek, Charles! Kau hanya pria yang bisa memainkan hati dan perasaan wanita."


Charles mencengkeram rambut kepalanya, dia menyesal. Dia tidak ingin karena kejadian ini Flora akan meninggalkannya. Charles tidak mau!


***


Hari ini Flora tidak memiliki jadwal kuliah, oleh karena itu ia memakai waktu kosongnya untuk bekerja.


Keringat membasahi kening Flora, tetapi gadis itu tidak lelah sedikitpun dia tetap bersemangat untuk melayani para konsumen.


"Silakan, ingin memesan apa?" tanya Flora tersenyum ramah.


"I order you," ucap pria berambut blonde yang diikuti tawaan kecil dari kedua temannya.


Flora menghela napasnya, lagi-lagi. Ia memaksakan senyumnya dengan bersikap seramah mungkin, karena sudah biasa Flora digoda oleh pria-pria hidung belang yang berkunjung ke restaurant tempatnya bekerja.


"Maaf Sir, sekali lagi saya bertanya, Anda ingin memesan apa?"

__ADS_1


"Ohh, kau sangat cantik sekali. Berapa nomor ponselmu? Maukah kau pergi denganku setelah kau selesai bekerja?" ajak pria itu, menggoda.


"Jauhkan tanganmu Sir!" kata Flora dengan nada sedikit tinggi ketika pria itu dengan lancang memegang tangan Flora.


Pria itu pun beranjak dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan Flora.


"Aku akan membayarmu sesuai yang kau pinta, yang penting kau mau pergi denganku," bisik pria itu dengan tangannya yang membelai lengan Flora.


Flora mulai risih rasanya ia ingin sekali menendang pria itu keluar, Flora terus menepis tangan pria itu dan berusaha untuk pergi meninggalkannya. Namun, lengannya dicengkeram sangat kuat oleh pria tersebut.


"Hey! Ayolah, hanya bermalam denganku. Dan aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan," tawar pria itu mendekatkan wajahnya pada Flora.


Mata Flora mulai memanas, ia tidak menyangka akan dilecehkan seperti ini oleh orang yang bahkan tidak dia kenali sedikit pun.


Dasar pria laknat!


"Apa yang kau lakukan!?" teriak seseorang. Flora tersentak ketika tangannya ditarik sangat kencang oleh Glen.


"Kau siapa?" tanya pria berambut blonde, merasa kesal.


"Saya pemilik tempat ini, bisakah Anda bersikap sopan kepada seorang wanita? Jika tidak bisa, pergilah dari sini." Glen menatap tajam pria itu.


"Glen." Flora memegang lengan Glen dan menggelengkan kepalanya.


Pengunjung pria itupun diam dan duduk kembali, sedangkan Flora ditarik oleh Glen untuk menjauh dari tempat itu.


"Marchell, kau layani meja itu!" perintah Glen menunjuk ke meja pria tadi, yang diangguki oleh Marchell.


"Glen, aku minta maaf karena telah membuat keributan di sini." Flora menundukkan kepalanya ketika Glen membawanya ke ruang karyawan.


"Kau tidak perlu meminta maaf, pria itu memang berengsek. Mending sekarang kau beristirahat dulu. Mulai saat ini kau layani konsumen perempuan saja," pinta Glen menatap Flora.


Flora menganggukkan kepalanya mengerti, Glen hanya tersenyum menatap Flora.


Bersambung ....

__ADS_1


Mungkin cuma Glen yang baik pada Flora.


Tembus 100 like, nanti aku up lagi. (sekali-kali masang target).


__ADS_2