Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair : Episode 27


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya?" tanya Charles khawatir kepada Adam.


"Kau terlihat sangat khawatir Charles, apakah dia wanitamu?" goda Adam.


"Iya. Apa yang terjadi sebenarnya? Bisakah kau langsung saja berbicara pada intinya?" tanya Charles tidak sabaran.


Adam terkekeh melihat reaksi Charles, karena untuk pertama kalinya selama ia mengenal Charles, ia melihat Charles sangat khawatir kepada kondisi seorang wanita selain ibunya.


"Dia hanya kelelahan, Charles. Dan juga sepertinya dia belum makan apa pun seharian ini. Apakah dia tipe orang yang sulit makan?"


Charles tidak menjawab pertanyaan dari Adam. Matanya sama sekali tidak berpaling dari Flora.


"Aku sudah menyiapkan vitamin dan obat untuknya. Setelah dia bangun berikan obat dan vitamin tersebut, dan tolong gantikan bajunya yang basah kuyup itu," perintah Adam.


Charles hanya tersenyum kecil dan mengangguk sebelum Adam pamit untuk pergi.


Setelah Adam keluar dari kamar, Charles masih setia menatap wajah pucat Flora. Tidak lama kemudian dengan perlahan Flora membuka matanya, walaupun penglihatannya sedikit kabur.


"Aku ada di mana?" tanya Flora dengan suaranya yang serak.


"Penthouse," jawab Charles dingin sebelum pria itu pergi.


Tidak lama kemudian Charles kembali dengan membawa pakaian di tangannya. Lalu pria itu duduk di tepi kasur menatap wajah Flora. Tanpa basa-basi tangan Charles mencoba untuk membuka kancing pada kemeja Flora yang langsung ditepis oleh Flora.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Flora terkejut.


"Diamlah! Kau harus mengganti pakaianmu, lihatlah pakaianmu sangat basah," jawab Charles datar.


"Biar aku sendiri yang menggantinya." Flora berniat untuk bangun dari tidurnya. Namun, apa daya, rasa pusing itu masih menyerang dirinya. Hingga Flora menjatuhkan kembali tubuhnya untuk berbaring, dengan tangan yang terus memijat keningnya.

__ADS_1


"Kau keras kepala sekali! Sudah kukatakan diam!" sentak Charles.


"Bibi Rose saja yang mengganti pakaianku," pinta Flora dengan takut.


"Sudahlah, kau jangan banyak protes!" Charles menatap tajam Flora.


Charles benar-benar gila. Dia mencari kesempatan di saat Flora sedang lemah tak berdaya seperti ini. Jika Flora sudah sembuh, sudah dipastikan ia akan mencaci maki pria itu.


Charles mulai membuka kancing kemeja Flora, Flora sangat canggung dan malu dengan apa yang dilakukan oleh Charles. Namun, dia tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan pria itu.


Terpampanglah tubuh putih dan mulus milik Flora dengan bra-nya yang berwarna cream. Flora sempat memejamkan matanya karena malu. Namun setelah itu, ia sesekali mencuri pandang kepada Charles.


Anehnya pria itu bersikap biasa saja, tidak ada kilatan nafsu yang terlihat di wajahnya. Yang terlihat hanya rasa kekhawatiran pada dirinya dan itu terlihat sangat jelas oleh Flora. Tidak biasanya Charles seperti ini, karena biasanya Charles akan mudah terpancing nafsu dan gairah ketika melihat tubuh telanjang Flora.


Charles memakaikan hoodie pada tubuh Flora, setelah itu ia melepas celana jeans Flora yang digantinya dengan celana panjang dengan bahan yang nyaman.


"Ken yang membelinya," jawab Charles dengan singkat.


Flora sudah tidak aneh dengan tingkah Charles yang selalu berlebihan seperti itu, karena apa pun bisa Charles lakukan.


Charles beranjak dari duduknya dengan membawa pakaian basah Flora keluar kamar. Flora hanya bisa menatap punggung Charles hingga hilang di balik pintu. Rasanya ia senang sekali bahwa dirinya bisa melihat pria itu. Walaupun sikap Charles dingin kepadanya, tetapi Flora tidak mempermasalahkan hal itu.


Pintu kamar pun terbuka, muncullah Charles yang membawa nampan di tangannya. Flora terus saja menatap Charles dari tempatnya.


Charles kembali duduk di samping Flora. "Makanlah, setelah itu minum obatmu." Charles menyuapi Flora dengan sepenuh hati yang sama sekali tidak ditolak oleh Flora.


"Pahit," lirih Flora.


"Itu karena kau sedang sakit, bodoh! Bisa-bisanya kau tidak memperhatikan tubuhmu sendiri!" sahut Charles dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


Suasana kamar menjadi hening, karena di antara mereka tidak ada lagi yang memulai pembicaraan. Yang terdengar hanyalah suara dentingan sendok pada mangkuk.


"Charles, aku kenyang," kata Flora, sambil menahan tangan Charles yang akan menyuapinya lagi.


Charles pun menyimpan mangkuk tersebut di atas nakas dan memberikan Flora minum beserta obat dan vitamin yang telah diberikan oleh Adam.


Flora pun menurut dan meminum obat tersebut. Setelah melihat itu, Charles benar-benar pergi dari kamar. Flora pun tidak terlalu memikirkan hal itu, ia memilih untuk tidur.


***


Sebelum berangkat bekerja, Charles menyempatkan diri untuk membuatkan bubur terlebih dahulu untuk Flora, ketika ia masuk ke dalam kamar, ia melihat Flora yang mencoba untuk beranjak dari tempat tidur.


Sadar jika ada seseorang yang membuka pintu, Flora mengalihkan tatapannya ke arah pintu. "Mau ke mana kau?" tanya Charles. Menaikkan satu alisnya.


"Aku ingin pulang," jawab Flora dingin.


Charles melangkahkan kakinya menghampiri Flora yang sedang berdiri di samping tempat tidur.


"Makanlah terlebih dahulu, setelah itu terserah apa yang akan kau lakukan." Charles menyimpan bubur tersebut di atas nakas samping tempat tidur.


"Aku tidak biasa sarapan, dan kau tahu itu."


"Makan atau kau tidak bisa keluar dari penthouse ini?!" ancam Charles.


Flora diam membisu. Ia pun terpaksa duduk di tepi ranjang dan meraih mangkuk berisi bubur tersebut. Dengan perlahan Flora melahap bubur buatan Charles walaupun masih terasa pahit dilidahnya, tapi Flora memaksakan agar bisa memakan bubur tersebut.


Bersambung ....


Di episode 30, pak Chandra dan Bu Nadia muncul.

__ADS_1


__ADS_2