
"Apa maksudmu, hah?!" bentak Charles mencengkeram kerah jas Dokter yang menangani Flora.
"Istri Anda sedang dalam kondisi koma, karena dia kehilangan banyak darah. Dan dia pun sempat mengalami kejang. Satu hal lagi yang sangat kami sayangkan, kami tidak bisa menolong bayi kalian. Itu diakibatkan oleh benturan yang sangat keras pada perut Istri Anda. Sehingga mengenai janin yang berada di dalam kandungannya. Usia kehamilan Istri Anda yang masih sangat muda pun menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan bayi tersebut tidak bisa tertolong," jelas Dokter.
Tubuh Charles tiba-tiba terasa sangat lemas, hingga ia tidak memiliki tenaga untuk menjaga keseimbangannya agar bisa berdiri dengan benar.
"Charles!" Glen menahan tubuh Charles yang akan terjatuh.
Sedangkan Anin menangis histeris mendengar kabar buruk itu. Dia benar-benar merasa bersalah karena telah meninggalkan Flora sendirian di taman. Andai saja ia bisa melindungi Flora. Anin sangat menyesal.
Glen memeluk tubuh Charles. Charles benar-benar lemah saat ini. la sangat terguncang karena kehilangan bayinya, selain itu Istri yang sangat ia cintai harus terbaring di tempat tidur karena mengalami koma.
"Charles, kau mau ke mana?" tanya Glen ketika Charles melepaskan pelukan Glen dari tubuhnya.
"Akan kuhabisi wanita laknat itu!" ucap Charles dengan mata yang memerah. Ia pergi meninggalkan Glen dan Anin serta mengabaikan teriakkan dari mereka berdua.
"Kamu di sini saja ya, aku akan mengejar Charles."
Glen menangkup wajah Anin. Anin hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Glen pun berlari mengejar Charles.
Sedangkan Anin beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar di mana Flora dirawat. Ia melihat Flora dari jendela, wanita itu sedang berbaring lemah dengan infusan yang berada di tangannya, dan juga oksigen yang berada di hidungnya. Anin merasakan sesak saat melihat teman baiknya tidak berdaya seperti itu.
"Kamu masih ingat, dulu kita pernah berkata jika kita memiliki anak lawan jenis maka kita akan menjodohkan mereka. Itu semua kita lakukan untuk mempererat hubungan kita berdua. Aku mohon bangunlah, temanmu ini belum sempat memberi tahu kabar gembira padamu. Aku memiliki kabar gembira, Flo. Aku akan menikah. Akhirnya aku akan menikah, aku telah menemukan pria yang aku cari selama ini." Anin tersenyum dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Ternyata dia berada di sekitarku selama ini. Aku ingin kamu datang dan memberiku hadiah pernikahan. Bukankah kamu akan memberiku sebuah lingerie mahal untuk hadiah pernikahanku? Benar, kamu sudah berjanji padaku akan memberiku hadiah itu. Maka lakukanlah, Flo. Aku menagihnya, aku benar-benar menagihnya! Bangun Flora, kamu dengar aku kan? Bangun! Kamu tidak boleh seperti ini," sambungnya.
Anin mengetuk-ngetuk kaca ruangan Flora dengan pelan. "Sudah Flo, aku mohon jangan bercanda. Kamu harus bangun! Kamu adalah Flora Ruby Negara. Wanita terkuat di alam semesta. Mana mungkin kamu bisa lemah seperti ini, ayolah bangun! Bangun Flora! Aku sendiri di sini. Kamu tega kepadaku? Aku sedang menangis dan kamu memilih untuk tidur. Jika kamu tidur terus seperti itu, aku akan pergi ke club, aku akan mabuk berat dan setelah itu aku akan datang kepadamu. Aku akan mengganggumu, aku akan membuatmu kesal dan marah lagi kepadaku! Flo .... Buka matamu!" isak Anin histeris.
Tubuh Anin bergetar hebat karena emosi. Tangannya mengepal. Dia sangat membenci Renatta. Karena wanita itu, ia harus melihat Flora terbaring lemah seperti itu. Anin berharap jika Charles akan memberikan hukuman yang berat terhadap Renatta.
Brak!
Pintu apartemen terbuka dengan paksa. Dan itu semua adalah ulah Charles. Pria itu terlihat seperti iblis yang sangat menyeramkan. Matanya memerah dengan sorotan mata yang sangat menakutkan. Tangannya mengepal hingga urat-urat seksi pada tangannya terlihat sangat jelas.
"RENATTA!" teriak Charles.
Renatta yang sedang duduk di sofa pun menatap Charles dengan rasa takut. Ia terkejut dengan kedatangan pria itu.
__ADS_1
"C-charles!" lirih Renatta.
"Kau benar-benar sudah bosan untuk hidup, Renatta. Kau sudah membangunkan iblis yang ada dalam tubuhku." Charles menatap wanita itu dengan tatapan membunuh.
"Charles, aku bisa jelaskan sem-"
"TUTUP MULUTMU, ****** SIALAN!" Charles menodong Renatta dengan pistol yang berada di tangannya. Hal itu membuat Renatta membulatkan matanya. Ia tidak menyangka jika Charles akan melakukan hal itu.
"Kau sudah menyakiti Floraku, kau telah membunuh anakku. Apa kau pikir aku akan melepasmu begitu saja? Tentu saja tidak, Renatta. Selama ini aku selalu bersabar dengan ulahmu, karena kau adalah seorang wanita. Namun setelah kejadian yang menimpa Istriku, aku tidak peduli jika kau adalah wanita. Aku akan menghabisimu Re. Aku akan mengirimmu ke neraka!" bentak Charles. Yang sudah menarik setengah pelatuk pistolnya.
"Ti-tidak Charles. Jangan lakukan itu, aku mohon! A-aku bisa jelaskan semu-"
"SHUT UP!
"RENATTA!"
Bersambung ....
Hola, aku update, dan aku baru sadar kalau ini update ke-3 bulan ini😄. Jadi maaf, kalau kelamaan.
__ADS_1