
"Charles!" teriak Renatta antusias ketika Charles datang ke apartemennya.
Renatta berniat untuk memeluk tubuh Charles, tetapi pria itu segera mencegahnya. Charles memasuki apartemen Renatta begitu saja. Renatta terlihat baru saja selesai mandi. Terlihat dari bathrobe yang melekat ditubuhnya dengan rambut yang masih basah.
"Charles, akhirnya kamu kembali padaku!" Renatta memeluk tubuh Charles dari belakang. Wanita itu menghirup aroma tubuh Charles yang selama ini sangat ia rindukan.
Renatta melepaskan pelukannya. Dan berjalan memutar untuk berdiri di hadapan Charles. "Aku sangat merindukanmu, Charles." Renatta berusaha menggoda Charles dengan membuka tali bathrobe miliknya. Sedangkan Charles masih menatap wajah Renatta dengan tatapan yang tidak bisa terbaca.
Saat ini Renatta berdiri tanpa sehelai benang pun. Ia melingkarkan tangannya di leher Charles. Ia terus melakukan aksinya agar Charles menyentuhnya.
Tiba-tiba Charles mendekatkan wajahnya pada wajah Renatta. Renatta tersenyum ketika Charles akan menciumnya. Renatta memejamkan matanya, karena pada akhirnya ia akan merasakan bibir seksi milik Charles kembali. Jarak antara mereka semakin dekat, hingga saat ini wajah Charles dan Renatta hanya berjarak beberapa inci.
"Sampah!" gumam Charles. Tepat di hadapan wajah Renatta.
Renatta sontak membuka matanya. Ia menatap Charles yang kini tatapannya sudah berubah menjadi sangat menyeramkan.
"Arrghh ...." Renatta meringis ketika Charles mencengkeram pipinya dengan kuat.
Charles menyeringai. Ia semakin keras mencengkeram pipi Renatta.
"Di sini sebenarnya siapa yang sampah, hah? Kau berani mengatai Istriku sampah. Tapi kau yang bertingkah layaknya sampah di hadapanku!" ujar Charles.
Renatta menahan tangan Charles yang semakin mencengkeram pipinya.
"Dia memang sampah, Charles! Dia merebutmu dariku! Aku tidak sudi akan hal itu, kamu milikku Charles, hanya milikku!“ gumam Renatta.
Plak!
Charles melayangkan tamparan keras kepada Renatta. Hingga wajah Renatta harus terhempas ke samping.
__ADS_1
"Kau tahu, selama hidupku. Pertama kalinya aku menampar seorang wanita. Dan wanita itu adalah kau! Sekarang kau tahu bukan, seburuk apakah dirimu di mataku hingga aku berani menamparmu seperti ini."
Hal itu membuat Renatta mengeluarkan air matanya dengan tubuh bergetar. Namun, Charles tidak peduli akan hal itu.
"Jangan berani-beraninya kau menyakiti Flora. Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja. Sedikit saja kau menyakitinya, maka aku akan membalasnya dengan berkali-kali lipat."
"kamu. Kenapa kamu lakukan ini kepadaku, Charles? Apa sehina itukah aku di matamu, sehingga kamu lebih memilih dia dibanding aku?!" lirih Renatta menatap Charles dengan mata yang berkaca-kaca.
"Asal kau tahu, aku tidak akan bersikap seperti ini jika kau tidak menyakiti Flora, kau telah menghinanya. kau telah mencaci makinya di hadapan banyak orang. Dan aku bersumpah, aku tidak menerima itu semua! Seharusnya kau lah yang pantas untuk dicaci maki seperti itu."
"Asal kau tahu, Flora tidak merebutku sama sekali darimu, karena selama inilah aku yang mengejarnya secara mati-matian. Dia bukanlah sosok wanita yang mudah untuk aku taklukkan. Dan aku, aku bukanlah milikmu Re. Dari awal, aku bukanlah milikmu! Harus berapa kali aku mengatakan padamu, jika kita bertunangan karena terpaksa. Tidak ada rasa cinta atau pun suka sedikitpun di hatiku!"
"Kenapa kamu tidak bisa mencintaiku, Charles? KENAPA?! Aku benar-benar sangat mencintaimu, tapi inikah balasanmu terhadapku?" teriak Renatta.
"Aku tidak mengharapkan cinta darimu. Dan akupun sudah mengatakan hal itu dari awal. Jangan salahkan aku jika aku tidak bisa membalas cintamu, karena aku memang tidak mau!" Charles mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Cincin itu tidak ada artinya bagiku. Entah kau sadar atau tidak, selama ini aku tidak pernah memakai cincin sialan itu. Dan mulai detik ini, tidak ada lagi hubungan antara aku dengan kau. Walaupun sebenarnya kita memang tidak memiliki hubungan apa pun dari dulu. Hanya karena cincin sialan itu, aku mendapati gelar sebagai tunanganmu. Dan sekarang, gelar itu sudah hilang. Aku hanyalah seorang suami dari Flora. Sampai kapanpun aku hanyalah suami dari wanita itu!" jelas Charles.
Renatta tidak berkutik sama sekali. Tubuhnya benar-benar terasa lemas. Kedua tangannya menutupi mulutnya, ia terisak. Tubuhnya semakin bergetar.
Charles segera keluar dari apartemen Renatta. Ia sudah muak melihat wajah wanita itu.
"Argghhh... sialan! Kamu benar-benar sialan, Charles!" teriak Renatta frustrasi. Wanita itu melempar barang-barang yang berada di sekitarnya.
"Lihat saja Charles. Ini belum berakhir, aku akan membuat wanita sialan itu menderita! Aku tidak sudi melihat dia bahagia denganmu!" geram Renatta. Sebelum ia memecahkan kembali barang-barang di apartemennya. Renatta benar-benar frustrasi saat ini.
***
Flora sedang berdiri di dekat jendela kamar. la sedang gelisah saat ini, karena Charles masih belum pulang. Dan pria itu tidak memberikan kabar kepadanya. Dia berjalan bolak-balik memikirkan sedang apakah suaminya itu.
__ADS_1
Pikiran buruk Flora tiba-tiba buyar ketika ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Flora membalikkan tubuhnya, dan ia mendapati orang yang ditunggunya dari tadi akhirnya datang.
Flora segera berlari ke arah Charles. Lalu memeluknya. Tentu saja hal itu membuat Charles sedikit terkejut.
"Sayang, belum tidur?" tanya Charles. Mengusap punggung Flora.
Flora menggelengkan kepalanya dalam pelukan pria itu. "kamu ke mana saja? katanya tidak akan lama! Aku tidak suka jika kamu meninggalkanku sendirian seperti tadi."
Charles terkekeh melihat sikap Flora yang seperti ini. Dia sangat menyukai jika Flora sudah bersikap manja kepadanya.
"Maafkan aku, Flo. Sekarang aku sudah kembali. Aku baru saja menyelesaikan urusanku."
Flora mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah suaminya.
"Apa kamu tidak lelah? kamu baru saja pulang kerja, dan setelah itu malah pergi lagi."
"Aku tidak lelah. Lagi pula ini semua aku lakukan untuk kebaikanmu. Aku tidak mau kamu tersakiti lagi. Aku mohon, jika ada yang menyakitimu berbicaralah padaku. Jangan kamu pendam sendiri. Kamu tahu betapa aku merasa sangat bersalah melihatmu seperti ini?! Aku merasa menjadi suami yang tidak berguna, saat aku tahu Istriku ternyata telah disakiti oleh orang lain. Ak-"
"Sudahlah Charles. Jangan bahas hal itu lagi, lupakan saja. Aku tidak apa-apa. Yang aku inginkan saat ini adalah kamu tetap di sampingku!" Flora menatap Charles dengan sangat lembut.
Charles segera menarik Flora ke dalam pelukannya kembali. Ia memeluk wanitanya dengan sangat erat.
"Kamu sangat mencintaiku?" tanya Charles menggoda.
Flora hanya bergumam lalu menganggukkan kepalanya. Wanita itu sangat menggemaskan sekali bagi Charles. Rasanya Charles ingin sekali mengurungnya agar Flora terus bersamanya ke mana pun ia pergi.
Bersambung ....
Tadi aku ketemu tentara, polisi, dan bule mana ganteng semua lagi🤭
__ADS_1