Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair Episode 54


__ADS_3

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Flora yang sedari tadi hanya memperhatikan merekapun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia ingin memastikan jika pendengarannya itu tidak salah.


"Apa yang kau katakan?" tanya Charles dengan nada yang melembut.


Adam yang merasa kesal pun, menarik tangan Charles agar melepaskan cengkeramannya pada kaos miliknya.


"Flora sedang mengandung anakmu, Sir. Setelah aku bertanya kepada Flora, kapan terakhir kali dia menstruasi, aku bisa tahu jika saat kalian menikah ternyata Flora sedang di masa subur. Dan aku tebak usia kandungannya berusia 3 minggu saat ini, itu adalah waktu yang sangat rentan bagi calon bayi. Sebaiknya kau tahan dulu nafsu gilamu itu. Jika kau terus melakukan hal itu, bisa-bisa kau akan membunuh anakmu sendiri!" jelas Adam.


"A-apa?! Aku hamil?" teriak Flora, yang dibalas oleh anggukan Adam seraya tersenyum manis.


"kau akan menjadi Ibu, Flo!" ucap Adam.


Berbeda dengan Flora yang sedang terkejut, Charles mengembangkan senyumannya. Lalu tidak lama kemudian ia memeluk tubuh Adam. Yang sontak membuat Adam terkejut.


"Aku akan menjadi seorang Ayah, right?" tanya Charles yang masih tidak percaya.


"Iya benar kau akan menjadi seorang Ayah, bodoh!" Adam menepuk-nepuk punggung Charles. Charles benar-benar sangat bahagia. Akhirnya doa yang selalu ia pinta selama ini bisa terkabul. Ia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia saat ini.


"Aku akan memberikan obat penguat kandungan untuk Flora. Karena kandungannya masih lemah. kau hampir saja kehilangan anakmu, Charles!" kata Adam.


"Baiklah. Terima kasih, Dam." Charles melepaskan pelukannya dan menatap Flora dengan senyuman bahagianya.


Namun, Flora masih saja terbengong seraya memegang perutnya yang masih rata. Ia tidak percaya jika ada satu nyawa yang hidup di dalam perutnya itu. Entah ia harus bahagia atau sedih dengan hal itu.


Charles duduk di tepi ranjang ia mengelus perut Flora dan mengecupnya. "Akhirnya kamu hadir, Sayang. Daddy tidak sabar ingin bertemu denganmu!" gumam Charles. Tepat di atas perut Flora.


Adam yang sedang menuliskan resep obatpun hanya menggelengkan kepalanya, melihat temannya yang berubah menjadi sosok yang sangat penyayang seperti itu.


"Ini semua gara-gara kamu, Charles! Aku sudah bilang jangan membuatku hamil terlebih dahulu! Beberapa bulan ini aku sedang fokus untuk menyelesaikan tugas akhirku! Kamu benar-benar sangat menyebalkan!" teriak Flora. Memukul bahu Charles karena merasa kesal.


Charles hanya terkekeh melihat Flora yang kesal padanya. Sedangkan Adam merasa aneh kepada sepasang suami istri itu. Namun, ia tidak bisa menutupi senyumannya.


***


Charles sedang berbaring di samping perut Flora. Setelah Adam pergi, Charles terus saja memeluk perut Flora dan mengelusnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Charles, kamu tidak bekerja?" tanya Flora seraya memainkan rambut milik suaminya itu.


"Tidak, aku ingin menemanimu dan Baby."


Flora hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu jangan dulu kuliah, Flo," ucap Charles.


"Tidak. Aku akan kuliah. Aku memiliki banyak tugas yang harus aku selesaikan, Charles."


"Jika aku bilang jangan. Maka, jangan! kamu harus istirahat terlebih dahulu. Gara-gara kamu, aku hampir saja kehilangan bayiku!" kata Charles.


Flora melebarkan kedua matanya. "Gara-gara aku?"


Charles menganggukkan kepalanya sebelum mendongakkan wajahnya untuk menatap Flora.


"Kamu menggodaku semalam, hingga membuatku kehilangan kontrol!"


"Wahhh... Aku tidak percaya. Tentu saja kamu yang salah, katanya kamu sakit, tapi kamu melakukan itu berkali-kali. Padahal aku hanya ingin melakukannya sekali saja. Dan kamu malah mencari kesempatan!" dengkus Flora.


"Tetap saja kamu yang salah, kamu yang mengajakku bercinta!"


Charles membuka mulutnya dengan mata yang membulat sempurna.


"Tidak bisa!" teriak Charles.


"Iya. Iya. Aku yang salah. Aku yang salah. Maafkan aku ya?" sambung Charles memelas.


Flora mengulum senyumnya. Ia hanya bergumam dan mengalihkan pandangannya ke jendela.


"Charles, geli!" teriak Flora.


"Aku hanya ingin mencium Anakku. Bukan Mommynya!"


"Tapi ini geli, Charles!" Flora berusaha mendorong wajah Charles agar menjauh dari perutnya. Namun, tenaganya kalah kuat dengan pria itu.

__ADS_1


"Nak, lihatlah. Padahal aku hanya ingin menciummu, tapi Mommymu malah melarang Daddy."


Flora mengembuskan napasnya secara kasar. la sudah dibuat stress oleh suaminya itu.


Tiba-tiba Charles beranjak dari tidurnya menjadi terduduk. Ia menatap Flora secara intens.


"Ada apa?" tanya Flora.


"Kenapa kamu ceroboh sekali. Memangnya kamu tidak bisa mengenali perubahaan yang ada pada tubuhmu? kamu tahu, jika semalam aku mencumbumu hingga pagi, apa yang akan terjadi? Mungkin kita akan kehilangan anak kita sebelum mengetahui kehadirannya."


"Aku memang tidak tahu jika aku sedang hamil. Tidak ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Tapi memang belakangan ini nafsu makanku menjadi tinggi. Selain itu makanan yang awalnya tidak aku suka belakangan ini menjadi makanan favoriteku. Selain itu aku tidak merasakan tanda-tanda lagi, seperti pusing, mual atau pun morning sic-" ucapan Flora tergantung ketika ia menyadari sesuatu.


Charles hanya menaikkan satu alisnya. Menunggu kelanjutan ucapan Flora.


"Kamu yang merasakan tanda itu semua, Charles. Belakangan ini nafsu makanmu menurun, kamu pun sering pusing dan lemas. Terus kemarin pagi kamu muntah dan mual. Sebenarnya siapa yang hamil? kenapa kamu yang merasakan itu semua?!" kata Flora heran.


Charles terdiam sejenak. Ia memikirkan ucapan Flora. Memang benar yang diucapkan oleh Flora, jika semua tanda kehamilannya dirasakan oleh Charles. Bahkan saat di kantor pun tiba-tiba ia menginginkan jus pisang. Padahal dia sangat membenci pisang.


"Oke, baiklah. Sekarang aku mengerti. Tidak biasanya aku bisa selemah itu, ternyata itu semua karenamu Sayang. Tapi tidak apa. Daddy akan menanggung semuanya. Yang penting kamu jangan nakal di dalam sana. Jangan membuat Mommymu kesakitan, ya?" ucap Charles mengelus perut Flora.


Flora hanya tersenyum melihat Charles yang seakan-akan sedang berkomunikasi dengan anaknya. Jujur, Flora sangat bahagia. Walaupun awalnya ia belum siap untuk menjadi seorang ibu. Tapi sebenarnya ia sudah sangat menyayangi anaknya, ia mengakui kehadirannya. Dan ia berjanji akan menjaga dan merawatnya. Flora sangat mencintai anaknya sebelum anak itu hadir di dunia.


"Oh ya, apa sekarang kamu menginginkan sesuatu?" tanya Charles bersemangat.


Flora menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin tidur. Aku masih mengantuk, karena ulahmu."


"Tidak. Tidak. kamu pasti berbohong. Berbicaralah padaku, apa yang kamu inginkan? Aku akan membelikan apa pun yang kamu mau!" tawar Charles.


"Sungguh, Charles. Aku tidak menginginkan apa pun. Aku hanya ingin tidur. kamu jangan menggangguku!" oceh Flora. Kesal.


Charles terdiam sejenak menatap Flora yang sudah menutup kedua matanya. Lalu ia berbaring di samping Flora, dan segera memeluk tubuhnya.


"kamu yakin tidak menginginkan sesuatu? Aku tiba-tiba menginginkan beef & cheese lasagna."


Flora terkekeh mendengar tuturan Charles. "Di pagi buta seperti ini kamu ingin makan lasagna? Apa kamu bercanda?!"

__ADS_1


Charles menggelengkan kepalanya. "Nanti aku akan menyuruh Rose untuk membuatkan lasagna. Sekarang kamu beristirahatlah, Mommy." Charles mengecup kening Flora.


Charles yang baru saja memejamkan matapun, tiba-tiba terlonjak bangun dari tempat tidur. Hal itu membuat Flora segera membuka matanya. la melihat Charles berlari ke arah kamar mandi. Dan lagi-lagi Flora mendengarkan suara yang menganggu pendengarannya. Ia merasa aneh, kenapa Charles yang harus mengalami tanda kehamilan itu. Ia merasa kasihan kepada pria itu yang harus menanggung semuanya. Namun, di sisi lain Flora merasa senang. Karena dirinya tidak merasakan gejala yang membuatnya tersiksa itu. Ini adalah ulah Charles yang membuatnya hamil, bukankah lebih baik jika Charles juga yang merasakan gejala kehamilan itu?!


__ADS_2