Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Episode 54


__ADS_3

Renatta menjerit ketika Flora kembali menembakkan satu peluru ke langit-langit apartemen.


"KAU BENAR-BENAR IBLIS RENATTA!" Lagi-lagi Flora menampar pipi Renatta menggunakan pistol. Sehingga pipi wanita itu semakin memerah akibat tamparan Flora. Dan terdapat sedikit darah di ujung bibir Renatta.


"Apa harus sejauh ini, hah? Bagaimana cara untuk membuatmu sadar, Re? kenapa kau seperti ini kepadaku? Dulu. Dulu di saat kau mengkhianatiku, apakah aku bersikap jahat kepadamu? Aku sama sekali tidak melukaimu! Bahkan aku merangkulmu untuk membawamu agar berubah menjadi wanita yang baik. Namun, sekarang? Di saat dunia berputar, dan kau merasakan apa yang aku rasakan kau malah menyakitiku! Kau mencaci makiku. Tapi aku selalu sabar, aku masih menganggapmu sebagai seorang teman!" teriak Flora. Dengan mata yang sudah memerah.


Renatta setia dalam keterdiamannya.


"Aku tidak bisa berdiam diri lagi. Kau sudah keterlaluan! Kau benar-benar keterlaluan! Apa seseram itukah cinta? Kau sejahat ini, hanya karena cinta. Cinta yang memang tidak bisa kau miliki. Aku sudah berulang kali mengatakan padamu, jadilah wanita terhormat yang tidak bisa diperbudak oleh cinta. Tapi kau, kau menunjukkan dengan sangat jelas jika kehormatanmu itu sangat rendah sekali!"


"TUTUP MULUTMU!" sentak Renatta. Geram.


"Kau melakukan segala cara untuk mendapatkan Charles. Padahal kau sudah tahu dengan sangat jelas, jika Charles tidak pernah mencintaimu. Dan tidak akan pernah mencintaimu! Seharusnya kau malu, Re, kau itu wanita berpendidikan, tapi kenapa kau bisa serendah ini? Di luar sana kau bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Charles. Yang bisa mencintaimu dan menghargaimu. Bahkan pria yang bisa mengangkat derajatmu! Apa kau tidak lelah seperti ini?"


"Aku selalu menerima saat kau mencaci makiku dan menyakitiku. Tapi aku bersumpah, jika aku tidak menerima jika kau menyakiti orang-orang terdekatku. Yang lebih parahnya, kau telah menyakiti darah dagingku. Seorang bayi yang masih dalam masa pertumbuhan, yang tidak tahu apa-apa menjadi korban dari keegoisanmu, Re!" Flora berkata dengan nada yang mulai bergetar. Ia menahan tangisannya agar tidak terjatuh.


"Kau kejam sekali!" Flora memainkan ujung pistol di tangannya pada wajah Renatta.


"Apa yang harus aku lakukan, agar rasa sakitku terbayar? Apakah dengan cara membunuhmu bisa membuat rasa sakitku menghilang?" tanya Flora. Namun, Renatta tidak langsung menjawab. Tubuh wanita itu semakin bergetar.


"Aku mencintai Charles. Aku sangat mencintainya, Flo!" kata Renatta. Menatap Flora dengan sendu.


"Tapi dia tidak mencintaimu! Kenapa kau sangat keras kepala sekali, huh?" Flora mendorong kening Renatta menggunakan ujung pistolnya.


Flora berniat untuk berdiri, tetapi Renatta segera menendang kaki Flora hingga wanita itu terjatuh.


"Arrghhh ...."

__ADS_1


"RENATTA! KAU JANGAN MACAM-MACAM!" teriak Rogan ketika saat ini posisi Renatta yang mengambil alih pistol. Wanita itu mengunci leher Flora dari belakang. Seraya menodongkan pistol tersebut ke kepala Flora.


"Jauhkan tanganmu!" Thomas tiba-tiba berada di belakang Renatta. Seraya menodong pistol ke arah belakang kepala wanita itu.


Renatta terkekeh. "Kau pikir, kau bisa bebas dariku, Flo? Aku pun bisa membuatmu mati di tanganku saat ini juga!" bisik Renatta. Seraya mendorong pelipis Flora menggunakan pistol.


"Kau sangat bersedih karena kehilangan anakmu, kan? Baiklah, dengan berbaik hati aku akan mengirimmu untuk bertemu dengan anakmu itu!" Renatta sudah menarik setengah pelatuknya.


Rogan yang melihat hal itu pun berusaha beranjak dari kursi rodanya.


"Kau jangan gila, Renatta! Lepaskan Flora!" teriak Rogan.


"Diam! Jangan mendekat! Jika kau mendekat aku akan membunuh wanita sialan ini!" ancam Renatta.


"Sebelum kau membunuhnya, aku akan terlebih dahulu untuk membunuhmu!" gumam Thomas. la semakin menekankan pistolnya pada kepala Renatta.


"Lepaskan Charles untukku, jika kau ingin tetap hidup."


Flora terkekeh, "Bukankah seharusnya kau langsung saja menembakku? Karena dengan hal itu, kau akan bisa mendapatkan apa yang kau mau, kau bisa menyingkirkan aku dari dunia ini dan bisa menyingkirkan aku dari kehidupan Charles. Apa aku benar?" Flora berusaha untuk santai.


"Kau benar sekali, lebih baik aku membunuhmu. Agar kau tidak bisa memiliki Charles!"


"Dan kau pun tidak bisa memiliki Charles, karena kau pun akan pergi bersamaku!" Flora tersenyum miring.


Renatta memejamkan matanya. Ia membenarkan perkataan Flora. Jika dia membunuh Flora, maka Thomas pun akan membunuhnya.


Di saat Flora merasa jika Renatta sedikit melonggarkan tangannya ia pun segera meraih pistol di tangan Renatta, dan memutar tangan wanita itu ke belakang hingga membuat Renatta meringis kesakitan.

__ADS_1


"Kau yang tidak bisa membunuhku, Re," bisik Flora tepat di telinga Renatta. Seraya menodong pistol ke arah pelipis Renatta.


"Aku akan membuatmu menderita, Flo! Aku tidak akan membiarkanmu bahagi—"


DOR!


"Aaaarrrrgghhh ...," jerit Renatta ketika Flora tiba-tiba menembak paha kanan wanita itu.


Renatta berteriak histeris menahan sakit yang ia rasakan.


"Jika kau tidak ingin peluru ini menembus jantungmu, jangan berani-beraninya kau mengganggu keluargaku! Karena nanti yang akan turun tangan bukan aku, tapi Charles! Kau tahu, Charles lebih kejam dari pada aku. Bahkan ia tidak akan luluh hanya karena merasa kasihan." Flora segera beranjak, dibantu oleh Thomas.


"Kau benar-benar wanita sialan Flora! KAU WANITA SIALAN!" teriak Renatta frustrasi. Ia menahan rasa sakit di lengan dan pahanya. Lantai apartemen Rogan pun sudah dipenuhi oleh ceceran darah segar milik Renatta.


"Aku wanita sialan. Dan kau wanita yang lebih sialan dan juga Iblis!" teriak Flora.


Flora menoleh ke arah Rogan. "Dia sudah berbaik hati dengan merawatmu, maka saat ini adalah tugasmu untuk merawatnya."


Flora membalikkan tubuhnya dan meninggalkan kedua orang tersebut.


"AAAARRRRRGGGHHHHH... FLORA BIADAB!" jerit Renatta frustrasi. Dengan darah yang terus saja mengalir dari lengan dan pahanya.


Bersambung ....


Aku pernah lihat drama, suaminya itu posesif banget sama istrinya, kalau istrinya nggak angkat teleponnya atau terlihat berdua sama laki-laki lain, si istri akan berakhir digebukin sama suaminya. Yah, jadi ngeri sendiri.


Besok hari Minggu, aku nggak akan up. Lanjut hari Senin ya, hehe.

__ADS_1


__ADS_2