Suamiku Jenderal

Suamiku Jenderal
Season 2 Affair : Episode 5


__ADS_3

Setelah menenangkan Flora dan menemaninya sarapan, Charles kembali ke kantornya untuk menghadiri meeting.


Selama berjalannya meeting pikiran Charles tidak pernah fokus, pikirannya tertuju kepada Flora. Dia mengkhawatirkan wanita itu, jika dia tidak memiliki jadwal meeting penting hari ini maka ia akan menghabiskan waktunya untuk menemani Flora.


"Bagaimana Mr. Alamo, apakah Anda setuju dengan ide kami?" tanya salah satu rekan bisnis Charles.


Suara tersebut berhasil menarik Charles dari lamunannya. Charles terlihat sedikit gelagapan. Ia berdeham terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu.


"Bisa Anda ulangi?" pinta Charles dengan tenang, seraya memijat pangkal hidungnya.


"Apa Anda baik-baik saja?" bisik Cathrina yang duduk di dekat Charles. Cathrina melihat jika ada sesuatu yang terjadi pada atasannya itu. Charles tidak menjawab. Ia hanya menoleh kepada Cathrina secara sekilas, sebelum kembali fokus menatap layar proyektor.


***


Flora sedang termenung menatap langit kamarnya, banyak yang terlintas dalam kepalanya. Ada rasa malu ketika ia harus menangis di hadapan Charles, walaupun pria itu tidak masalah dengannya, tetapi tetap saja Flora merasa tidak enak oleh pria itu.


Flora tidak bisa membayangkan jika Morgan mengetahui Charles yang sedang bersamanya, pasti lelaki itu akan berpikiran yang aneh dan akan melaporkannya kepada Renatta. Sungguh Flora tidak ingin membuat temannya itu salah paham.


Drrrit, drrit, drrit.


Flora meraih ponsel yang berada di sisi tubuhnya, terdapat panggilan masuk dari Anin. Segera Flora menjawab panggilan dari temannya itu.


"Hallo?"


"Hallo Flo, apa kau di asrama?"


"Ya, ada apa?"


"Aku dan Renatta akan segera ke sana, tunggu kami."


"Tap—"


Tutt ....


Flora menghela napasnya, lagi-lagi masa tenangnya harus terganggu oleh orang-orang menyebalkan. Sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan waktunya untuk menyendiri. Namun, dia juga tidak bisa melawan kedua temannya itu.


***

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa? kenapa kalian memaksaku untuk keluar? Aku ingin menghabiskan waktuku untuk beristirahat." Flora menatap kesal kepada kedua teman yang ada di hadapannya.


"Lebih tepatnya Renatta. Dia yang memaksa ingin keluar!" ujar Anin melirik Renatta yang terlihat sedang kesal di samping kanannya.


"Aku sedang kesal! karena dari kemarin sore Charles tidak mengabariku sama sekali!“ oceh Renatta.


"Mungkin dia sedang sibuk, Re." Flora mencoba menenangkan temannya itu.


"Setidaknya dia memberiku kabar, jangan menghilang seperti ini."


"Seperti itulah para lelaki. Selalu menghilang tanpa kabar," sahut Anin.


Drrrit, drrrit.


Flora yang sedang tertawa gara-gara perkataan Anin pun tiba-tiba berhenti ketika melihat ada sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal.


"Coba kau telepon dia terlebih dahulu, siapa tahu dia angkat," kata Flora sebelum mengangkat telponnya.


"Hallo?"


Tubuh Flora tiba-tiba menegang.


"Dia sedang sibuk, sepertinya dia sedang menelepon seseorang," ucap Renatta yang berusaha menelpon Charles.


"Flora, kau sedang bersama Renatta?"


"Y-yaa...."


"Baiklah," tutup Charles.


Flora mengerutkan keningnya, dari mana Charles mendapatkan nomor ponselnya. Dan aneh sekali dia tiba-tiba mengakhiri panggilannya begitu saja.


"Hallo, Sayang!" teriak Renatta antusias, yang membuat Anin yang duduk di sampingnya terkejut.


"Aku ada di Fluffy's Cafe."


"Iya Sayang, aku tunggu."

__ADS_1


Flora menatap temannya yang terlihat sangat bahagia karena akhirnya Charles menelponnya. Flora menggelengkan kepalanya, tersenyum tipis.


"Akhirnya dia menghubungiku!" ucap Renatta senang.


"Apa katanya?" tanya Anin.


"Dia akan ke sini, menemuiku."


Flora dan Anin hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


20 menit kemudian Charles datang dengan setelan jas yang sama seperti tadi pagi saat ia menemui Flora.


"Hai," sapa Charles, tetapi tatapannya terkunci pada Flora.


"Sayang, kau sudah sampai." Renatta beranjak dari duduknya dan mengecup bibir Charles.


Flora meneruskan aktivitas makan siangnya, sedangkan Anin menatap pasangan itu dengan tatapan berbinar.


Tiba-tiba Flora merasa ada pergerakan di samping kanannya, saat ia mendongakkan kepalanya ia terkejut tenyata Charles sudah duduk di sampingnya.


"Sayang, kau ingin pesan apa?" tanya Renatta.


"Coffee latte saja," jawab Charles.


Renatta pun beranjak dari duduknya untuk memesan pesanan Charles.


Anin sibuk dengan makanan dan ponselnya, sedangkan Flora merasa risih dan tegang ketika ia merasa tangan Charles sedang bergerilya di pahanya. Flora menatap tajam Charles seolah mengancam atas tindakannya, sedangkan Charles hanya tersenyum miring.


Renatta pun kembali setelah memesan pesanan Charles. "Sayang, sebenarnya kau ke mana saja? Kenapa baru menghubungiku?" tanya Renatta cemberut.


"Aku sibuk," ucap Charles singkat.


Pria itu masih sibuk dengan aktivitasnya mengelus paha Flora, sesekali ia meremas kuat paha gadis itu sehingga membuat Flora meringis.


"Arrghh ...."


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2